7 Tips Investasi Reksadana Mandiri Untuk Mahasiswa

Apa saja 7 tips investasi reksadana mandiri untuk mahasiswa itu? Sebelumnya, investasi Reksadana adalah investasi yang menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang nantinya akan diinvestasikan dalam bentuk saham, deposito, dan lain – lain. Perusahaan yang dapat melakukan kegiatan investasi reksadana ini antara lain adalah bank, perusahaan asuransi, pegadaian, dan lain sebagainya.

Reksadana menjadi pilihan investasi karena memang dianggap lebih menguntungkan dan relatif mudah dilakukan oleh berbagai kalangan masyarakat, salah satunya adalah mahasiswa.

Setiap orang yang berinvestasi pasti menginginkan keuntungan yang besar. Oleh karena itu, penting bagi para investor dari kalangan mahasiswa, untuk memahami apa itu reksadana dan hal apa saja yang dapat menunjang dalam kegiatan investasi ini.

Tips-Investasi-Reksa-Dana-Mandiri-Untuk-Mahasiswa-2

Berikut ini adalah 7 tips reksadana mandiri untuk mahasiswa

1. Pastikan Keadaan Keuangan Kamu Stabil

Sebelum melakukan investasi, hal pertama yang harus Kamu perhatikan terlebih dahulu adalah kondisi keuangan yang Kamu punya. Pasalnya, dengan melakukan investasi, Kamu akan dibebankan dengan biaya pengeluaran secara berkala.

Meskipun reksadana ini tergolong memiliki biaya yang relatif tidak besar, bukan berarti hal ini dapat di sepelekan. Apalagi untuk Kamu para mahasiswa yang belum memiliki penghasilan yang tetap dan keuangan yang pas – pasan.

Tips investasi reksadana mandiri untuk mahasiswa yang pertama adalah usahakan Kamu sudah disiplin dalam mengelola keuangan. Pastikan kebutuhan kamu sehari – hari sebagai mahasiswa, seperti untuk makan, buku, uang kos, biaya penelitian, dan biaya darurat lainnya sudah dapat terpenuhi.

Jangan sampai kamu memaksakan berinvestasi jika nantinya malah akan lebih membebani diri Kamu sendiri. Apalagi jika kamu akan membebani orang tuamu atau pun keluarga.

Baca:   Jenis Investasi Asuransi Yang Menguntungkan Untuk Anda

2. Pahami Berbagai Jenis Investasi Reksadana

Selanjutnya poin kedua dari tips investasi reksadana mandiri untuk mahasiswa yang harus kamu lakukan adalah memahami dan mempelajari dengan benar mengenai jenis investasi reksadana yang ada.

Dengan mengenali secara mendalam tentang investasi ini, maka Kamu pun akan lebih memahami apa saja manfaat dan resiko yang akan Kamu dapatkan.

Berikut adalah beberapa jenis reksadana yang ada di Indonesia:

1) Reksadana Pendapatan Tetap

Umumnya investasi reksadana pendapatan tetap di Indonesia memanfaatkan obligasi sebagai komponennya. Obligasi sendiri artinya adalah surat pernyataan hutang yang akan digunakan sebagai sumber pendanaan.

Untuk berinvestasi dalam bentuk obligasi, umumnya diperlukan dana sekitar Rp.1 milyar atau lebih. Sehingga sangat sulit bagi investor yang masih mahasiswa untuk turut berpartisipasi dalam investasi reksadana jenis ini.

2) Reksadana Saham

Sesuai dengan namanya, investasi ini akan melibatkan pasar – pasar saham yang ada. Dibandingkan dengan reksadana pendapatan tetap, reksadana saham memiliki potensi nilai investasi yang lebih tinggi.

Kendala utama dalam investasi ini adalah terbatasnya kemampuan investor dalam menganalisa keadaan saham yang terjadi, dikarenakan kondisi pasar saham yang sangat fluktuatif. Oleh karena itu investasi reksadana jenis ini memiliki risiko yang cukup besar.

3) Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang adalah yang dilakukan pada efek pasar uang. Efek pasar uang sendiri didefinisikan sebagai efek utang yang berjangka kurang dari satu tahun. Investasi reksadana pasar uang merupakan reksadana dengan tingkat resiko paling rendah. Modal yang dibutuhkan pun relatif kecil.

Namun, potensi keuntungan yang akan didapatkan dalam investasi ini juga terbatas. Investasi reksadana pasar uang sangat cocok dilakukan untuk investasi jangka pendek atau sebagai pelengkap tabungan Kamu yang sudah ada.

Dengan mempelajari beberapa jenis investasi reksadana yang ada, terlihat bahwa jenis reksadana pasar uang adalah jenis yang paling cocok untuk dilakukan para mahasiswa yang masih belajar dalam berinvestasi. Selain membutuhkan modal yang relatif kecil, fluktuasi pasarnya pun sangat rendah, sehingga risiko yang akan dihadapi pun tidak terlalu besar.

Baca:   Tips Investasi Properti Apartemen Agar Memperoleh Keuntungan Maksimal

Namun, memilih jenis investasi reksadana harus disesuaikan dengan tujuan investasi yang mau dicapai. Memilih reksadana yang salah dapat menyebabkan tujuan yang diinginkan tidak terpenuhi.

3. Cari Tahu dan Kenali Profil Perusahaan Investasi Reksadana

Sebelum melakukan investasi reksadana, pastikan kamu memilih perusahaan investasi atau manajer investasi yang tepat sejak awal. Perusahaan investasi di Indonesia sendiri sudah sangat banyak Misalnya bank, perusahaan asuransi, pegadaian dan lain sebagainya.

Sebelum datang ke perusahaan investasi, cobalah kamu pelajari profil perusahaan mereka di website resminya atau pun review para investornya yang sudah pernah atau sedang berinvestasi reksadana di perusahaan tersebut. Pastikan perusahaan investasi yang akan Kamu datangi tersebut telah memiliki reputasi yang baik, bisa diandalkan, dan berpengalaman dalam mengelola aset yang mereka miliki.

Lihat juga jumlah nasabah yang mereka punya dan besarnya dana yang mereka kelola.

4. Sesuaikan Tujuan dengan Jenis Investasi Reksadana yang Akan Kamu Ambil

Meskipun ada beberapa jenis investasi yang sangat cocok untuk dilakukan untuk para mahasiswa, namun, kembali lagi bahwa pemilihan jenis investasi reksadana yang akan diambil harus disesuaikan dengan tujuan yang akan Kamu capai.

Setelah mengetahui apa yang Kamu ingin dicapai di masa yang akan datang dari investasi ini, barulah Kamu akan dapat menentukan jenis investasi Reksadana mana yang paling tepat untuk mencapai tujuanmu itu.

Selain dengan mempelajari jenis investasinya, cobalah berkonsultasi kepada para pihak manajer investasi yang ada. Jangan ragu dan malu bertanya secara mendetail apa saja yang Kamu ingin capai dalam berinvestasi reksadana di perusahaan investasi mereka.

5. Pahami Hak Kamu Sebagai Investor

Tips investasi reksadana mandiri untuk mahasiswa yang selanjutnya adalah pelajari hak – hak. Hak – hak tersebut akan Kamu peroleh setelah Kamu resmi menjadi pemegang unit reksadana.

Baca:   Cara Investasi Sukuk Syariah, Prosedur dan Mekanismenya

Beberapa hak yang akan Kamu miliki adalah: hak mendapatkan bukti/surat konfirmasi, hak mendapatkan pembagian hasil investasi sesuai kebijakan perusahaan investasi, hak menjual sebagian atau seluruh unit penyertaan yang Kamu miliki, dan lain sebagainya.

6. Menghitung Transaksi Reksadana

Tips investasi reksadana mandiri untuk mahasiswa yang tidak kalah pentingnya adalah memahami perhitungan transaksi reksadana. Dalam berinvestasi di reksadana, Kamu akan menemukan beberapa macam transaksi, yaitu transaksi pembelian, transaksi penjualan dan transaksi pengalihan.

Namun secara umum, investasi reksadana ini berarti Kamu sebagai investor akan membeli pada suatu harga dan akan menjualnya ketika harga reksadana tersebut sedang naik.

Contoh perhitungan reksadana secara umum adalah sebagai berikut: Kamu membeli harga suatu reksadana seharga Rp 1.000, jika pada hari selanjutnya harga saham mengalami kenaikan 5 persen (5 persen x Rp. 1000 = Rp. 50).

Maka harga reksadana yang mungkin akan Kamu peroleh adalah Rp. 1.000 + Rp.50 = Rp 1.050.

7. Siap Hadapi Setiap Risiko Investasi Reksadana

Dalam kegiatan berinvestasi, tentu saja perlu dipahami bahwa semakin tinggi potensi keuntungan, maka semakin besar pula risikonya. Hal ini juga berlaku pada investasi reksadana.

Reksadana memiliki banyak jenis investasi seperti investasi reksadana saham, reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang, dan reksadana campuran. Dari masing – masing jenis reksadana ini memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Risiko ini harus dikelola dengan baik.

Memulai berinvestasi sejak dini sangat dianjurkan untuk para mahasiswa. Investasi ini dapat Kamu gunakan di masa yang akan datang untuk rencana sekolah, dana pensiun, tabungan keluarga dan atau perencanaan besar lainnya.

Dengan adanya investasi reksadana, Kamu sudah dapat berinvestasi dengan modal nominal yang kecil. Seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi dipastikan investasi ini akan lebih mudah dijalani jika disertai dengan sikap yang konsisten dan bersungguh – sungguh.

Simak juga artikel berikut ini:

Leave a Comment