Referensi Aneka Investasi Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Istilah investasi jangka pendek dan jangka panjang tidak lagi terasa asing, terutama dibarengi dengan kemajuan dunia dalam berbagai sisi dewasa ini. Sebenarnya selain investasi jangka pendek dan panjang, ada pula investasi jangka menengah. Ketiganya ditentukan dari selisih waktu antara pengeluaran modal dengan pendapatan profit.

Namun pada artikel kali ini hanya akan membahas serba-serbi investasi jangka pendek dan juga jangka panjang.

Pertimbangan Sebelum Berinvestasi

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, maka ada hal-hal yang perlu menjadi bahan pertimbangan oleh pemilik dana. Sebab, investasi (bahkan tidak untuk kategori jangka pendek) tidak dapat menghasilkan keuntungan dalam waktu singkat. Investasi berbeda dengan jual beli biasa, di mana si penjual dapat langsung menghitung laba yang didapatkan.

Adapun pertimbangan-pertimbangan sebelum memutuskan berinvestasi adalah :

  1. Alokasi atau ketersediaan dana. Sebagaimana prinsip berdagang yang harus memisahkan antara modal dengan uang untuk kebutuhan pribadi, begitu pula dengan berinvestasi. Terutama dalam investasi jangka panjang. Alokasikan dana yang ingin dijadikan sebagai modal investasi dari uang dingin atau uang di luar uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  2. Memilih jenis investasi. Dengan memiliki jumlah dana pasti sebagai alokasi investasi, maka hal itu akan mempermudah dalam menentukan jenis investasi yang dipilih. Baik dari jangka waktu investasi ; pendek, menengah, atau panjang, maupun bentuk dari objek investasi.
  3. Kalkulasi profit. Pertimbangan terakhir sebelum berinvestasi adalah perhitungan keuntungan yang mungkin didapat. Dari segi investasi jangka pendek dan jangka panjang, melalui objek dan rentang waktu investasi, hitung secara cermat besaran profit yang akan didapat untuk menentukan apakah investasi tersebut layak untuk dieksekusi atau lebih baik dibatalkan.
Baca:   Mengapa Harus Berinvestasi di Pasar Modal? Simak Kelebihan dan Prospeknya

Investasi-Jangka-Pendek-dan-Jangka-Panjang-4

Definisi, Keuntungan & Kerugian, Serta Contoh Investasi Jangka Pendek

Pengertian dari investasi jangka pendek adalah sebuah investasi di mana profit yang dihasilkan dapat segera dicairkan dalam kurun waktu yang relatif singkat dari saat modal ditanamkan.

Minimal waktu pencairan investasi jangka pendek adalah dua minggu hingga rata-rata maksimal satu tahun. Meski tenggat waktunya tidak terlalu lama, tetapi keuntungan yang didapat dari investasi jangka pendek cukup besar.

Keuntungan dari investasi jangka pendek yang utama, yaitu investor tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menikmati profit dari tempo modal disetorkan.

Sedangkan kerugian dari investasi jenis ini adalah stabilitas profitnya relatif samar atau tidak stabil. Dalam satu waktu, keuntungan yang didapat berjalan lancar, namun sesaat kemudian dapat berubah menghasilkan kerugian 100%. Dengan kata lain, tingkat resikonya sangatlah riskan.

Setelah memahami risiko dalam investasi tersebut dan tetap ingin mencoba untuk mencicipi dunia investasi jangka pendek, daftar di bawah ini merupakan contoh-contoh dari investasi jangka pendek yang dapat digeluti :

1. Valas atau Valuta Asing

Deskripsi singkat dari valas adalah pertukaran mata uang asing. Dalam investasi valas, investor dapat membeli sekian nominal mata uang asing yang sedang memiliki nilai tukar tinggi dengan rupiah atau diprediksi akan melonjak di masa depan.

Investasi yang juga dikenal dengan forex atau foreign exchange ini memiliki risiko tinggi karena nilai tukar mata uang dunia yang tidak stabil. Sebab itu investasi ini dimasukkan dalam kategori investasi jangka pendek.

2. Investasi Ekuitas atau Saham

Investasi yang kadang kala juga digolongkan sebagai investasi jangka menengah ini sangat populer dan digandrugi di dunia. Rata-rata pemain saham berusia minimal 18 tahun atau sudah memiliki kedudukan di mata hukum, hingga kalangan lanjut usia.

Baca:   Tips Investasi Properti Apartemen Agar Memperoleh Keuntungan Maksimal

Risiko investasi ini relatif lebih kecil dibandingkan valas, dengan prosentase keuntungan jauh lebih tinggi asalkan investor betul-betul memahami permainan saham.

3. Bitcoin

Investasi kekinian yang digandrugi kaum milenial merupakan deskripsi yang tepat untuk Bitcoin.

Dapat ditekuni oleh berbagai range usia mengingat persyaratan identitas untuk kepemilikan koin digital ini tidak rumit, disertai nilai tukar yang terus meningkat dan modal yang sangat minim, Bitcoin menjadi sarana pembelajaran investasi generasi muda.

Sayangnya, risiko investasi Bitcoin sangat tinggi karena keamanan server pengaman wallet pemilik koin cukup mudah dibobol .

4. Tabungan, Deposito, dan Reksa Dana

Tabungan dan deposito juga termasuk dalam kategori investasi jangka pendek selanjutnya dengan konsep hampir serupa karena sama-sama mengandalkan profit dari bunga bank tempat dana diinvestasikan.

Bedanya, tabungan dapat dicairkan kapan saja, sedangkan untuk deposito, minimal pencairan dana adalah satu tahun.

Sedangkan reksa dana merupakan wadah di mana dana nasabah sebuah bank dikumpulkan, kemudian disebarkan guna diinvestasikan pada sektor-sektor yang menguntungkan seperti obligasi ataupun saham.

Profit yang didapat tidak bisa dicairkan secara cepat, tetapi tidak memakan waktu selama periode deposito.

Deskripsi, Kelebihan & Kekurangan, Serta Contoh Investasi Jangka Panjang

Pembahasan selanjutnya adalah mengenai definisi dari investasi jangka panjang itu sendiri. Kebalikan dari investasi jangka pendek, pada jangka panjang, minimal waktu yang ditubuhkan untuk pencairan profit adalah satu tahun dan dapat berlangsung seumur hidup.

Sebab inilah ditekankan dana modal untuk investasi jenis ini harus benar-benar berstatus aman. Sebab investasi jangka panjang tidak dapat dibatalkan secara mendadak.

Stabilitas profit merupakan keuntungan utama yang ditawarkan oleh investasi jangka panjang. Objek-objek dari investasi jenis ini memiliki nilai yang relatif stagnan, bahkan cenderung meningkat dari waktu ke waktu.

Baca:   Jenis Investasi Asuransi Yang Menguntungkan Untuk Anda

Sebab itu, risiko kerugian atau kehilangan modal sangat kecil. Namun, kekurangannya adalah modal yang dibutuhkan sangat besar dan waktu untuk mendapatkan keuntungan relatif lama.

Contoh dari investasi-investasi jangka panjang itu adalah :

1. Investasi Properti

Properti berupa tanah, bangunan, atau bahkan keduanya, termasuk dalam investasi jangka panjang. Sebab, harga tanah dan juga bangunan, baik untuk disewa maupun dijual, terus melambung dan bukannya kian menurun.

Sehingga, membeli properti merupakan investasi yang tepat karena selang satu tahun dari pembelian saja, harga properti dapat naik 20%-50%. Terlebih, kepemilikan tanah dan bangunan bersifat seumur hidup.

2. Asuransi

Polis asuransi tergolong pada jenis investasi jangka panjang. Pemilik modal menanamkan dana berupa nominal premi di mana total uang berikut bunga dapat dicairkan sesuai jangka waktu asuransi yang dipilih klien jika tidak terjadi insiden apa pun pada subjek maupun objek yang diasuransikan.

Bila terjadi suatu insiden tertentu, maka uang premi pokok akan ditambahkan dengan ganti rugi mencapai 100% nilai dana utama.

3. Investasi Emas

Investasi jangka panjang terakhir adalah investasi emas yang sejak dahulu memang dikenal sebagai investasi paling menguntungkan mengingat harga emas terus melambung naik sepanjang waktu.

Semakin murni dan besar kadar emas, terutama berbentuk batang, maka nilainya pun akan semakin mahal.

Beberapa hal di atas merupakan sedikit pembahasan perihal investasi jangka pendek dan jangka panjang yang sekiranya dapat menjadi acuan bagi para calon investor yang ingin terjun ke dalam dunia investasi agar dapat mempertimbangkan kemampuan, langkah-langkah, dan eksekusi dalam bidang penanaman modal agar tidak sampai mengalami kerugian.

Simak juga artikel berikut ini:

Leave a Comment