Mengapa Harus Berinvestasi di Pasar Modal? Simak Kelebihan dan Prospeknya

Investasi di pasar modal merupakan salah satu bagian dari kegiatan ekonomi dengan cara yang tidak biasa. Meski memiliki prospek yang sangat menjanjikan, terkadang banyak yang ketakutan untuk mencoba usaha ini, terutama bagi para pemula. Namun, hal itu tidak sepenuhnya benar. Kenali 6 keuntungan berinvestasi di pasar modal yang seketikan akan merubah pemikiran Anda.

Lalu apakah yang terlintas di pikiran Anda jika Anda mendengar istilah investasi pasar modal?

Ketakutan investor pemula memang hal yang lumrah dirasakan, terutama bagi orang-orang yang mencoba untuk beralih pada bidang usaha  ini. sejujurnya risiko terdapat pada segala macam bidang usaha, tak terkecuali pasar modal. Namun, risiko tersebut akan sepadan dengan apa yang nantinya akan Anda dapatkan, dalam hal ini adalah keuntungan usaha.

Investasi-di-Pasar-Modal-3

Adapun keuntungan yang diberikan adalah sebagai berikut:

1. Bunga yang tinggi

Istilah capital gain merupakan keuntungan yang akan diperoleh pada saat pembelian harga saham. Keuntungan ini didapat pada saat Anda menjual saham yang tadinya memiliki harga yang rendah, namun Anda jual dengan harga yang lebih tinggi.

Istilah lainnya dinamakan “Buy Low, Sell High”. Keuntungan semacam ini bisa Anda dapatkan pada saat Anda berinvestasi di pasar modal. Adapun bentuknya bisa berupa reksadana maupun saham. Keduanya memiliki sistem yang serupa.

Keuntungan yang Anda dapatkan ini bisa Anda ambil atau dibelikan kembali saham untuk keuntungan yang lebih besar

2. Pendapatan Pasif

Dalam kegiatan berinvestasi di pasar modal, Anda bisa mendapatkan dividen. Dividen ini merupakan nilai bersih perusahaan setelah pengurangan biaya pajak dan laba ditahan.  Dividen ini kemudian akan dibagikan kepada seluruh pemilik saham dengan persentase yang sudah diatur dan ditentukan.

Baca:   Cara Investasi Sukuk Syariah, Prosedur dan Mekanismenya

Pendapatan dividen ini merupakan salah satu pendapatan pasif dalam dunia investasi. Dividen didapat tanpa perlu bekerja. Singkatnya ini dinamakan sebagai bonus tambahan.

Dividen ini terbagi ke dalam dua macam, yakni dividen saham dan dividen tunai. Bagi perusahaan  yang menjanjikan dividen tunai, maka setiap tahunnya akan mendapatkan uang tunai. Begitu pula jika diberikan dividen saham, maka yang diberikan adalah saham juga.

3. Likuiditas

Investasi pasar modal memberikan kemudahan bagi Anda dalam proses pencairan.

Sebagai contoh ketika Anda tengah berinvestasi di pasar modal, kemudian mau mencairkannya. Maka Anda tinggal memasang order jual dan beli untuk menarik pembeli. Proses ini terjadi secara singkat dan cepat.

4. Fleksibilitas

Kelebihan lainnya dalam berinvestasi di pasar modal adalah fleksibilitas. Anda bisa masuk keluar pasar modal sesuai apa yang Anda inginkan, kapan pun dan dimana pun.

Apabila dalam suatu promosi saham menarik Anda maka, Anda bisa mulai melakukan investasi. Begitupun sebaliknya. Hal ini membuat Anda dalam kondisi yang tidak tertekan atas tuntutan apapun.

5. Mudah untuk di kontrol

Transaksi di pasar modal dapat diatur dan di kontrol sesuai apa yang Anda kehendaki. Perputaran modal beserta cakupan risiko yang mungkin akan dihadapi sebelumnya dapat diprediksi.

Jika pada suatu kasus risiko yang akan ditimbulkan tinggi, maka Anda akan memasang investasi dengan skala rendah begitupun sebaliknya. Analisis terhadap resiko dan keuangan bisa Anda kedepankan untuk keuntungan yang lebih tinggi.

6. Leverage

Dalam transaksi pasar modal, Anda bisa menggunakan modal kecil untuk melakukan transaksi dalam jumlah yang besar. Hal ini biasa dikenal dengan istilah margin dalam transaksi saham yang berlaku.

Baca:   10 Manajer Investasi Reksadana Terbaik Di Indonesia

Pada saat ini broker akan memberikan pinjaman modal bagi investor sehingga kemudian berperan sebagai leverage. Leverage sendiri merupakan daya ungkit terhadap keuntungan saat berinvestasi.

Berinvestasi apakah memberikan untung?

Dalam kegiatan berinvestasi di pasar modal akan disajikan berbagai risiko. Risiko ini bisa memberikan keuntungan ataupun kerugian bagi investor. Oleh sebab itu, sebagai investor Anda harus menyiapkan pertimbangan terhadap risiko kemudian langkah yang akan dilakukan di masa yang akan datang.

Keuntungan yang didapat pada saat berinvestasi akan memicu jumlah investasi yang lebih besar. Perhitungan yang tidak tepat, justru tidak akan membuat jalan Anda mulus.

Pelaku di Pasar Modal

Berikut komponen-komponen pasar modal yang terlibat dalam kegiatannya:

1. Emiten

Emiten merupakan sekumpulan perusahaan yang akan melakukan penjualan surat-surat berharga atau emisi di bursa. Dalam melakukan emisi ini, emiten memiliki tujuan yang beragam yang sebetulnya sudah ada dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Adapun tujuannya adalah sebagai berikut:

  • Perluasan usaha
  • Perbaikan struktur modal
  • Pengalihan pemegang saham

2. Investor

Investor merupakan pemilik modal yang akan menanamkan modalnya di perusahaan yang melakukan emisi. Sebelum melakukan transaksi, biasanya investor akan  melakukan analisis terhadap surat-surat berharga yang dipasarkan.

Adapun tujuan utama para pelaku pemegang saham adalah sebagai berikut:

  • Memperoleh dividen
  • Kepemilikan terhadap perusahaan
  • Potensi berdagang yang semakin meluas

3. Lembaga penunjang

Lembaga penunjang ini memiliki tujuan untuk mendukung beroperasinya pasar modal, hal ini kemudian akan mempermudah investor dalam melakukan kegiatan investasi di pasar modal.

4. Penjamin emiten

Lembaga ini bertujuan sebagai penjamin terjualnya saham atau obligasi sampai dengan batas waktu tertentu.

Baca:   Cara dan Prosedur Melakukan Investasi Obligasi Secara Aman

5. Broker atau Pialang

Kedua istilah ini merupakan perantara dalam proses jual beli efek. Broker atau pialang menjadi perantara antara penjual dengan pembeli. Adapun kegiatan broker ini adalah sebagai berikut:

  • Memberikan informasi terkait emiten
  • Melakukan penjualan efek pada investor

6. Dealer

Dealer atau perdagangan efek memiliki fungsi sebagai pedagang dalam jual beli efek dan perantara dalam jual beli efek.

7. Guarantor

Merupakan lembaga penengah diantara pemberi kepercayaan dengan penerima kepercayaan untuk menanamkan dananya.

8. Trustee

Kegiatan wali amanat ini meliputi penilaian kekayaan emiten, analisis kemampuan emiten, pengawasan terhadap perkembangan emiten

Pemberian nasihat kepada investor, memonitor pembayaran bunga dan pokok obligasi serta bertindak sebagai agen pembayaran.

9. Securities Company

Kegiatan perusahaan surat berharga ini adalah sebagai pedagang efek. Penjamin emisi, pengelolaan dana dan perantara perdagangan efek.

Secara umum, fungsi pasar modal adalah sebagai penambah modal bagi cabang usaha, sebagai sarana pemerataan pendapatan, untuk meningkatkan kapasitas produksi, sarana penciptaan tenaga kerja, sarana peningkatan pendapatan negara serta sebagai indikator penilaian perekonomian negara.

Semua hal ini sebagai bukti betapa berpengaruhnya kegiatan investasi modal. Bagi Anda yang tertarik terhadap bisnis ini bisa langsung terlibat didalamnya dengan mengikuti berbagai tawaran investasi melalui berbagai saluran perusahaan.

Sebelum melakukan investasi, alangkah lebih baiknya jika Anda mengikuti tips berikut ini:

  • Pilihlah jenis investasi yang menguntungkan dengan risiko yang sedikit
  • Perhatikan tata cara berkomunikasi dengan broker
  • Lakukan perhitungan sebelum memutuskan melakukan pembelian
  • Jika perhitungan menunjukkan risiko yang sangat besar serta mengancam Anda, alangkah lebih baiknya jika Anda tidak melanjutkan investasi tersebut. Beralihlah pada sektor yang lebih menguntungkan.

Semoga informasi ini berguna!

Simak juga artikel berikut ini:

Leave a Comment