Home CAKRAWALA Habib Umar: Agama Mempersatukan Bukan Memecah Belah

Habib Umar: Agama Mempersatukan Bukan Memecah Belah

Komentar Dinonaktifkan pada Habib Umar: Agama Mempersatukan Bukan Memecah Belah
0
87

JAKARTA, Allah tidak mengizinkan orang Islam mengganggu dan memerangi kaum yang tidak mengganggu dan memerangi kalian dalam hal agama. Allah mengizinkan kalian berbuat baik dan berbuat adil kepada mereka yang berbeda agama,” ujar Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz mengatakan, umat di seluruh dunia punya hubungan dan peran yang bisa saling mempersatukan, khsusnya dalam ajaran Islam, umat dilarang mengganggu dan memerangi umat dari agama lain.

“Setiap agama memiliki hubungan dan peran dalam hubungan antarumat di seluruh dunia. Kita semua dengan beragam agama dipadukan dengan hal-hal pokok. Hal-hal pokok yang mempersatukan kita ini, tugas kita menjaga hal-hal yang mempersatukan kita ini,” kata Habib Umar dalam Dialog Peradaban Lintas Agama di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10/2018).

Menurut Habib Umar, jika manusia tidak menjaga hal-hal yang bersifat merekatkan antarumat agama, maka akan timbul perpecahan. Padahal manusia diminta untuk berbuat baik dan adil termasuk kepada umat yang beda agama.

“Apabila dilalaikan perkara-perkara ini, maka justru akan timbul perpecahan yang diinginkan orang-orang yang ingin merusak persatuan kita. Allah tidak mengizinkan orang Islam mengganggu dan memerangi kaum yang tidak mengganggu dan memerangi kalian dalam hal agama. Allah mengizinkan kalian berbuat baik dan berbuat adil kepada mereka yang berbeda agama,” ujar Habib Umar.

Dia juga menuturkan orang yang mencelakakan orang lain atas nama agama, berarti menjelekkan agamanya sendiri.

“Setiap orang yang mengganggu manusia lain, mencelakakan manusia lain walaupun atas nama agama, berarti orang ini menjelekkan agamanya sendiri. Dan kita di dunia ini, di mana problem kita bukan tentang omongan, pembicaraan untuk berbuat baik. Tapi problem kita bagaimana mempraktikannya,” tutur Habib Umar.

Sementara itu, Rohaniawan Katolik Romo Frans Magnis Suseno, menyinggung situasi antarumat beragama dalam masa pemilu, dan berharap proses pemilu tak dikait-kaitkan dengan agama.

“Kalau kita mengalami kompetisi keras, kandidat pilpres boleh saja berkompetisi tapi tidak perlu diagamakan, karena dua-duanya beragama. Bahwa perbedaan politik itu biasa saja,” jelas Romo Magnis. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Viral Anak Pakai Baju Pramuka Kampanyekan Ganti Presiden, Moeldoko: Ada yang Mengkondisikan

JAKARTA,  Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Budi Waseso memastikan anak sekolah yang berteriak…