Home CAKRAWALA HUKUM Empat Negara Jadi Tempat Pelarian, Akhirnya Tersangka Suap Eddy Sindoro Menyerahkan Diri

Empat Negara Jadi Tempat Pelarian, Akhirnya Tersangka Suap Eddy Sindoro Menyerahkan Diri

Komentar Dinonaktifkan pada Empat Negara Jadi Tempat Pelarian, Akhirnya Tersangka Suap Eddy Sindoro Menyerahkan Diri
0
63

JAKARTA, Eddy berpindah-pindah dalam kurun waktu pelarian 2016-2018. Menghindari tangkapan penyidik KPK, Eddy sudah empat negara menjadi tempat pelariannya.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Upaya meloloskan diri dari kejaran penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebanyak empat negara yang menjadi tempat pelarian tersangka suap Eddy Sindoro.

Eddy berpindah-pindah dalam kurun waktu pelarian 2016-2018.

“Dari akhir tahun 2016 hingga 2018, ESI (Eddy Sindoro) diduga berpindah-pindah di sejumlah negara di antaranya Bangkok (Thailand), Malaysia, Singapura, dan Myanmar,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di KPK, Jumat (12/10/2018).

Saut megemukakan, tersangka pernah mencoba memperpanjang paspornya di Myanmar pada November 2017. Namun, pelarian Eddy Sindoro berakhir hari ini.

Saut juga menyatakan, dalam pelariannya, Eddy Sindoro pernah dideportasi ke Indonesia. Namun kabur lagi tanpa melalui imigrasi.

“Pada 29 Agustus 2018, ESI (Eddy Sindoro) dideportasi untuk dipulangken ke Indonesia,” tutur Saut.

Di hari yang sama itu Eddy Sindoro tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Namun sesaat setelah tiba di bandara itu, Eddy Sindoro rupanya kabur lagi.

“ESI kembali terbang ke Bangkok, Thailand, diduga tanpa melalui proses imigrasi,” sebut Saut.

Sementara itu, Pengacara Eddy Sindoro, Eko Prananto, mengungkap alasan kliennya menyerahkan diri tanpa paksaan siapa pun.

“Ingin menyelesaikan perkaranya, maka dia menyerahkan diri. Nggak. Ancaman sama sekali nggak ada,” kata Eko di KPK, Jumat (12/10/2018).

Dia mengaku tak tahu soal adanya peran mantan Ketua KPK Taufiqurachman Ruki terkait penyerahan diri Eddy Sindoro. Eko mengatakan setelah mendapat surat kuasa, dirinya langsung ke Singapura dan mengantarkan Eddy Sindoro ke Kedutaan Besar RI di sana.

“Saya belum tahu karena saya hanya menerima surat kuasa dan kemudian terbang ke Singapura lalu ketemu beliau dan menyatakan menyerahkan diri dan saya bawa ke kedutaan,” tutur Eko.

Diketahui, KPK menetapkan Eddy Sindoro sebagai tersangka sejak 2016. Dia diduga berperan memberikan arahan dalam pemberian suap yang dilakukan seorang swasta bernama Doddy Ariyanto Supeno kepada Edy Nasution, yang saat itu menjabat panitera sekretaris Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Dalam putusan Edy Nasution, Eddy Sindoro disebut sebagai Presiden Komisaris Lippo Group.

Baik Doddy maupun Edy Nasution sudah menjalani hukuman. Doddy menjalani hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 6 bulan kurungan, sedangkan Edy Nasution harus meringkuk di penjara selama 8 tahun dan membayar denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya Eddy ditahan KPK. Dia hanya pasrah akhirnya pelarian selama empat tahun berakhir dan tiggal persidangan suap korupsi yang dilakoninya. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Hoax Ratna Sarupaet, Wakil Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi Diperiksa Polisi

JAKARTA, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono akan menjadwalkan ulang pemeriksa…