Home CAKRAWALA Fahri Nilai Pemerintah Kurang Ajar Terhadap Korban Gempa Lombok

Fahri Nilai Pemerintah Kurang Ajar Terhadap Korban Gempa Lombok

Komentar Dinonaktifkan pada Fahri Nilai Pemerintah Kurang Ajar Terhadap Korban Gempa Lombok
0
30

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta pemerintah agar segera mencairkan dana kepada para korban bencana di pulau Lombok dan Sumbawa Barat.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Menurut Fahri, berdasarkan pemantauan DPR, pemulihan dampak gempa NTB hingga saat ini, dana bantuan untuk korban bencana tersebut tak kunjung dicairkan. Bahkan prosesnya kini justru rumit.

“Jadi, kita tagih omongan pemerintah yang katanya ‘Siap’ dan ‘Akan’ dicairkan. Tapi kenyataannya sampai saat ini belum direalisasikan. Bahkan prosesnya malah rumit. Pemerintah ini kurang ajar betul. Orang lagi kena bencana malah dibikin rumit,” kata Fahri di ruang kerjanya, di Komplek Senayan, Rabu, (10/10/2018) sore.

Menurut dia adalah aneh bila pemerintah menerapkan birokrasi normal di daerah yang tidak normal, dalam arti terkena bencana besar. Dia pun menerangkan birokrasi yang harus dialami korban bencana, untuk bisa mendapat dana bantuan tersebut.

“Pertama, proses pembangunan hunian, data korban, verifikasi rumah, SK kepala daerah dan buku rekening. Setelah itu, bagi-bagi buku rekening, lalu sosialisasi. Lalu pilih minat RTG (Risha, kayu atau konvensional), terus harus buat kelompok masyarakat (Pokmas). Lalu perencanaan teknis, penyusunan dokumen, pencairan, LPJ, baru rumah selesai. Bayangkan rakyat itu tunggu uang 10 juta harus proses seperti ini. Pemerintah ini bikin orang lebih susah,” tandas pria asal NTB tersebut.

Fahri menjelaskan, birokrasi yang berjalan adalah birokrasi normal, bukan birokrasi bencana. Sehingga implementasi 6.986 bantuan stimulan menjadi rumah yang sudah dihuni masih nol. Dan tahapan terakhir yang berhasil dipantau pihaknya, ternyata baru sebatas penyiapan dokumen.

“Pantauan terakhir baru sebatas penyiaan dokumen saja. Selain itu, alokasi bantuan untuk 79.484 buku rekening lainnya (dari data masuk bank dan belum terisi) belum memiliki kepastian nasib, kapan dananya akan cair ke rekening. Alokasi untuk 117.979 rumah rusak lainnya (data dari rumah rusak terlapor) atau 99.620 rumah rusak dari data yang terverifikasi, masih belum jelas. Mereka belum memiliki buku rekening, nasibnya pun masih menggantung. Kondisi ini jelas sangat kami sayangkan. Makanya saya harus kritik pemerintah,” pungkas dia. [Celebesnews.id]

Penulis : Hartono

Comments are closed.

Check Also

Berencana Pindahkan Kedubes ke Yerusalem, Bamsoet Kecam Keras Australia

JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengecam keras pemerintah Australia yang  be…