Home CAKRAWALA Fahri Minta Presiden Jokowi Ambil Alih Kepemimpinan KPK

Fahri Minta Presiden Jokowi Ambil Alih Kepemimpinan KPK

Komentar Dinonaktifkan pada Fahri Minta Presiden Jokowi Ambil Alih Kepemimpinan KPK
0
70

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah kembali meminta Presiden Jokowi agar segera mengambil alih kepemimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Bila tidak segera diambil alih, lembaga antirasuah yang dipimpin Agus Rahardjo itu bisa semakin liar, dan ngawur, serta dipenuhi oknum yang sarat kepentingan.

“Jadi, kepemimpinan di KPK itu sudah harus diambilalih oleh presiden, supaya dibikin tenang sampai selesai Pilpres. Jangan dibiarkan oknum-onum di KPK bermain dan jadi ngawur,” kata Fahri kepada awak media di Media Center Gedung Nusantara III DPR RI, Selasa (9/10/2018).

Fahri mengeluarkan pernyataan keras tersebut, menyusul adanya rilis hasil investigasi sejumlah media nasional yang menamakan diri sebagai Indonesialeaks, mengenai kasus korupsi yang diduga melibatkan para petinggi penegak hukum di negeri ini
Yang mana nama Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian juga disebut-sebut.

Dalam suatu dokumen Tito disebut, sebagai pihak yang tercatat paling banyak mendapat duit dari pengusaha Basuki Hariman, langsung maupun melalui orang lain baik ketika menjabat sebagai Kapolda Metro, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme pada Maret-Juli 2016 maupun ketika sudah dilantik sebagai Kapolri.

Fahri  menyatakan bahwa dirinya hanya ingin bicara konstruktif tentang metode pemberantasan korupsi, dan selalu ingin agar evaluatif terhadap kondisi sekarang. Pasalnya, hingga saat ini tidak ada yang terlalu peduli terhadap pembentaran korupsi, temasuk pada calon presiden yang ada sekarang ini.

“Kalau saya memandang, apa yang secara terus menerus terjadi kepada KPK itu meyakinkan saya bahwa ini lah waktunya untuk melakukan evaluasi tehadap KPK. Tidak boleh tidak, KPK sudah begitu banyak menyimpan problem-problem mendasar di dalamnya, seperti konflik antar kelompok, konflik antara di dalam dengan yang di luar KPK,” kata politisi PKS tersebut.

Berbagai konflik kepentingan itu menurut Fahri, menyebabkan KPK itu harus memilih antara kasus-kasus yang ditegakan, dan ada yang tidak, alias tebang pilih. Kondisi ini akan membuat KPK kehilangan kepercayaan publik. [Celebesnews.id]

Penulis : Hartono

Comments are closed.

Check Also

Bukan Peluru Nyasar, Tapi Peristiwa dan Niat Lain

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Aboebakar Al Habsyi secara pribadi menilai peris…