Home CAKRAWALA Perhelatan IMF-WB Memberi Dampak Ekonomi Rp 1,1 Triliun bagi Bali

Perhelatan IMF-WB Memberi Dampak Ekonomi Rp 1,1 Triliun bagi Bali

Komentar Dinonaktifkan pada Perhelatan IMF-WB Memberi Dampak Ekonomi Rp 1,1 Triliun bagi Bali
0
78

BALI, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, dampak tidak langsung lainnya dari penyelenggaraan pertemuan IMF-WB bagi Bali adalah adanya kenaikan nilai PDRB riil sebesar Rp 894 miliar pada 2018. Nilai tersebut akan menambah secara keseluruhan PDRB riil Bali sebesar Rp 1,2 triliun pada periode 2017-2019.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengungkapkan perhelatan International Monetary Fund (IMF) – World Bank (WB) ini akan semakin memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. pasalnya,  dampak ekonomi langsung yang diterima Bali selama perhelatan sebesar Rp 1,1 triliun. Keuntungan tersebut berasal dari hotel, makan dan minum, tranportasi, belanja dan penyelenggaraan IMF-WB.

“Untuk dampak pertumbuhan ekonomi yang akan dirasakan oleh Bali mencapai 0,64 persen dan tersebar di beberapa sektor strategis pendukung IMF-WB. Tambahan pertumbuhan sebesar 0,26 persen ini berasal dari sektor konstruksi, pertumbuhan sektor lain-lain 0,21 persen, pertumbuhan sektor hotel 0,12 persen, serta pertumbuhan sektor makanan dan minuman 0,05 persen,” kata Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, dalam keterangan persnya, Jakarta, Senin (8/10/2018).

Tak hanya itu, lanjut Bamsoet, dampak tidak langsung lainnya dari penyelenggaraan pertemuan IMF-WB bagi Bali adalah adanya kenaikan nilai PDRB riil sebesar Rp 894 miliar pada 2018. Nilai tersebut akan menambah secara keseluruhan PDRB riil Bali sebesar Rp 1,2 triliun pada periode 2017-2019.

Dari segi kontruksi dan infrastruktur, dampak ekonomi tidak langsung yang diperoleh mencapai Rp 4,5 triliun. Keuntungan tersebut berupa pemuktahiran atau renovasi Bandara I Gusti Ngurah Rai, pengembangan pelabuhan Benoa, pembangunan underpass serta penyelesaian patung Garuda Wishnu Kencana (GBK).

Penghitungan dampak ekonomi ini dilakukan dengan perkiraan sebanyak 19.800 peserta yang terdiri atas 5.050 delegasi dan 14.750 non delegasi akan menghadiri pertemuan tahunan IMF-WB yang berlangsung pada 8-14 Oktober 2018.

“Jika keuntungan yang bisa diperoleh cukup besar, tak aneh bila Indonesia mempersiapkan segala infrastuktur dengan baik untuk kenyamanan para delegasi yang datang. Toh, dari dana yang dialokasikan sebesar Rp 855 miliar dan itupun belum seluruhnya terpakai, keuntungan yang bisa diperoleh Indonesia dari pertemuan bergengsi kelas dunia ini bisa jauh lebih besar. Dan Indonesia telah menunjukan kelasnya,” tegas Bamsoet. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Bukan Peluru Nyasar, Tapi Peristiwa dan Niat Lain

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Aboebakar Al Habsyi secara pribadi menilai peris…