Home CAKRAWALA Prabowo Tertipu Ratna, Masih Suatu yang Wajar

Prabowo Tertipu Ratna, Masih Suatu yang Wajar

Komentar Dinonaktifkan pada Prabowo Tertipu Ratna, Masih Suatu yang Wajar
0
85

JAKARTA – Sebagai mantan jenderal yang berprestasi dan berpengalaman memimpin pasukan elite, apa yang dilakukan Prabowo dengan mudah mempercayai cerita bohong Ratna Sarumpaet, seakan menunjukkan bahwa dia telah kehilangan naluri dan intuisi militernya. 

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Menurut pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing, Prabowo bisa dibohongi Ratna, adalah suatu yang masih wajar. Kejadian serupa juga pernah dialami pemimpin di Indonesia maupun di dunia.

“Sebenarnya pemimpin sehebat apapun dia, tetaplah manusia yang pasti ada kelemahannya. Maka bisa saja dia tertipu. Ini wajar saja. Kita lihat sekarang juga diulas media kalau Bung Karno juga pernah ditipu. Gus Dur juga pernah ditipu. Manusia itu tidak bisa sempurna. Dan jangan dengan mudahnya kita langsung menilai bahwa kemampuan dan intuisinya telah menurun,” kata Emrus saat dihubungi Jum’at (5/10/2018) malam.

Menurut Emrus, Ratna memanfaatkan kepercayaan Prabowo Subianto yang tinggi kepada dirinya, sehingga dia yakin apa yang dikatakan bisa dipercaya Prabowo. Ditambah lagi Ratna adalah pemain teater yang sangat matang.

“Yang pasti Ratna memanfaatkan kepercayaan Prabowo yang sudah begitu tinggi kepadanya. Dan Prabowo juga bisa begitu karena melihat rekam jejak Ratna yang sejak lama sudah berani menyampaikan kritik terhadap ketidakadilan dan kekuasaan di negeri ini. Ratna juga dipandang Prabowo sebagai seorang nenek, seorang ibu dan seorang aktivis yang konsisten. Dari sini sepertinya kita pun akan tidak menduga kalau Ratna ternyata bohong. Dan Ratna sebagai pemain teater juga piawai memainkan raut wajah dan intonasi suara yang bisa membuat Prabowo percaya,” jelas Emrus.

Ditanya mengenai maraknya serangan terhadap kubu Prabowo yang dikaitkan dengan kebohongan Ratna, serta kemungkinan elektabilitas Prabowo-Sandi tergerus, Emrus mengatakan bahwa hal tersebut tidak bisa otomatis menggerus elektabilitas pasangan tersebut. Hal ini karena terkait faktor argumen yang dipakai.

“Kalaupun memanfaatkan kasus ini untuk menyerang demi menggerus elektabilitas Prabowo-Sandi, maka kita harus lihat dulu bagaimana argumennya. Kalau argumennya tidak berdasar rasionalitas, dipaksakan atau terlalu berlebihan, maka tidak bisa menggerus elektabilitas Prabowo-Sandi. Suatu yang dipaksakan dan berlebihan justru tidak disukai publik. Dan publik serta media, tentu memantau dan menilai perkembangan kasus ini,” kata Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner tersebut.

Hal yang sama juga harus dilakukan oleh kubu Prabowo. Jawaban, bantahan atau apapun yang dinyatakan harus berdasarkan argumen yang rasional, proporsional, tidak berlebihan.

Menurut dia, masa kampanye yang masih lama berlangsung, harus digunakan dengan cermat. Dan sebaiknya mengusung isu-isu yang benar-benar  akan dapat menyelesaikan permasalahan rakyat. Yang mana hal tersebut akan mengundang simpati publik dan bisa membalikkan keadaan. [Celebesnews.id]

Penulis : Hartono

Comments are closed.

Check Also

Golkar: Dibutuhkan Rakyat Pemimpin yang Merakyat, Bukan Sosok ‘The Winter Soldier’

JAKARTA, “Cari ilustrasi yang pas dong. Jangan ikut-ikutan. Apalagi kalau dicocok-co…