Home CAKRAWALA HUKUM Nama Setya Novanto Disebut dalam Dugaan Korupsi Bakamla dan PLTU Riau-1

Nama Setya Novanto Disebut dalam Dugaan Korupsi Bakamla dan PLTU Riau-1

Komentar Dinonaktifkan pada Nama Setya Novanto Disebut dalam Dugaan Korupsi Bakamla dan PLTU Riau-1
0
63

JAKARTA, Dugaan korupsi Bakamla Fayakun menyebut Setya Novanto menerima duit sebesar SGD 500 ribu. Dan juga, dalam kasus korupsi PLTU Riau-1 mendapat USD 6 juta. 

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menelusuri jejak mantan Ketua DPR Setya Novanto selain di kasus korupsi e-KTP, terungkap Novanto juga terlibat kasus dugaan korupsi proyek Bakamla dan PLTU Riau-1.

“Sejauh apa fakta-fakta yang muncul di persidangan sebagai sebuah kebenaran materil serta sejauh apa bisa diuji bila memiliki nilai untuk pintu masuk pengembangan kasus tentu manjadi bagian penting bagi KPK,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang kepada wartawan, Jumat (5/10/2018) malam.

Nama Novanto memang disebut di kasus dugaan korupsi di luar e-KTP. Misalnya di kasus dugaan suap proyek pengadaan satellite monitoring dan drone Bakamla dengan terdakwa Fayakhun Andriadi.

Dalam sidang kasus Bakamla, Fayakhun mengaku pernah memberikan duit SGD 500 ribu kepada Novanto dengan perantara stafnya, Agus Gunawan. Duit itu kemudian diserahkan ke Novanto lewat keponakannya, Irvano Hendra Pambudi Cahyo.

Ketika ditanya menyangkut duit yang diberikan Novanto. Namun, Fayakhun tak menjelaskan secara rinci asal duit tersebut.

Fayakun hanya mengatakan uang itu diberikan atas inisiatif dirinya karena tahu Novanto sedang pusing menjelang Rapimnas Golkar.

“Itu inisiatif saya. Saya tahu Ketum (Golkar Setya Novanto) pusing mau rapimnas,” ujar Fayakhun di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (26/9/2018).

Novanto kemudian membantah telah menerima duit tersebut. Sambil bercanda, dia mengatakan Fayakhun pelit.

“Beliau (Fayakhun) pelit, ha-ha-ha. Nggak ada itu (bagi-bagi duit),” ujar Novanto.

Di Persidangan kasus Bakamla dengan terdakwa Nofel Hasan, nama Novanto turut disebut. Nama Novanto kali itu disebut setelah jaksa menunjukkan percakapan antara Fayakhun dengan Managing Director PT Rohde and Schwarz, Erwin Arief. Ada kode SN, yang kemudian disebut Erwin sebagai Setya Novanto.

Dan juga, nama Novanto juga muncul di kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Dalam dakwaan Johannes B Kotjo, Novanto disebut bakal mendapat jatah USD 6 juta dari proyek tersebut.

Kotjo didakwa menyuap Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham sebesar Rp 4,7 miliar. Duit itu dimaksudkan agar perusahaan Kotjo, Blackgold Natural Resources Limited, ikut ambil bagian menggarap proyek PLTU Riau-1.

Untuk melancarkan aksinya, Kotjo mencari investor yang bersedia menggarap proyek itu. Dia akhirnya menggandeng perusahaan asal China, Chec Ltd, dengan kesepakatan fee 2,5 persen atau USD 25 juta.

Sebagian uang itu atau sekitar USD 6 juta bakal dikantongi Kotjo. Sisanya direncanakan Kotjo untuk dibagi-bagikan ke sejumlah orang. Berikut ini

daftarnya:

1. Setya Novanto diberi jatah USD 6 juta

2. Andreas Rinaldi diberi jatah USD 6 juta

3. Rickard Philip Cecile diberi jatah USD 3,1 juta

4. Direktur Utama PT Samantaka Batubara, Rudy atau Rudy Herlambang, diberi jatah USD 1 juta

5. Chairman Blackgold Natural Resources, Intekhab Khan, diberi jatah USD 1 juta

6. Direktur PT Samantaka Batubara, James Rijanto, diberi jatah USD 1 juta

7. Pihak-pihak yang lain membantu diberi jatah USD 875 ribu

Jaksa mengatakan Kotjo sempat bertemu Novanto dengan maksud meminta bantuan dipertemukan dengan pejabat PT PLN. Sebab, Kotjo belum mendapat tanggapan dari permohonannya untuk mendapatkan proyek itu. Novanto kemudian mengenalkan Kotjo ke Eni.

KPK juga pernah memeriksa Novanto sebagai saksi di kasus ini. Menurut KPK, Novanto mengetahui pembahasan fee proyek PLTU Riau-1. Saat itu Novanto mengaku tidak terlibat di proyek PLTU Riau-1 karena sudah berada dalam penjara. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Dituding Merintangi Penyidikan Eddy Sindoro, Pengacara Lucas Ajukan Gugatan Praperadilan

JAKARTA, Gugatan praperadilan pengacara Eddy Sindoro, Lucas. KPK meminta menunda, dan butu…