Home CAKRAWALA HUKUM KPK Tetapkan Wali Kota Pasuruan sebagai Tersangka, Ini Kata Wakilnya

KPK Tetapkan Wali Kota Pasuruan sebagai Tersangka, Ini Kata Wakilnya

Komentar Dinonaktifkan pada KPK Tetapkan Wali Kota Pasuruan sebagai Tersangka, Ini Kata Wakilnya
0
43

PASURUAN, “Pelaksana tugas wali kota akan ditunjuk Mendagri berdasarkan usulan dari Pemkot. Usulan tersebut juga harus disertai dengan surat penetapan tersangka (Setiyono) dari KPK,” terang Wakil Wali Kota Pasuruan  Raharto Teno Prasetyo.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Wali Kota Pasuruan Setiyono ditetapkan KPK sebagai tersangka penerimaan suap proyek pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pemkot Pasuruan. Selanjutnya, Wakil Wali Kota Raharto Teno Prasetyo akan segera berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur.

Setelah pasca penetapan Setiyono sebagai tersangka, Raharto mengatakan, akan koordinasi dengan Provinsi Jawa Timur.

“InsyaAllah hari Senin bagaimana langkah-langkah yang kita ambil,” kata Raharto Teno Prasetyo di Kantor Wali Kota Pasuruan Jalan Pahlawan, Jumat (5/10/2018).

Didampingi Sekda Bahrul Umum, Raharto mengatakan kordinasi dengan Pemprov terkait mekanisme penunjukkan Plt wali kota.

“Pelaksana tugas wali kota akan ditunjuk Mendagri berdasarkan usulan dari Pemkot. Usulan tersebut juga harus disertai dengan surat penetapan tersangka (Setiyono) dari KPK,” terang politikus PDIP ini.

Agar roda pemerintahan tidak terganggu, Raharto berharap penunjukkan Plt bisa disegerakan agar roda pemerintahan tak terganggu.

“Kita berharap roda pemerintahan berjalan normal sesuai role. Sementara ini (sebelum ada Plt) kita kerjakan yang sudah teragendakan,” tandasnya.

Wali Kota Pasuruan Setiyono ditetapkan KPK sebagai tersangka dengan dugaan penerimaan suap terkait proyek pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pemkot Pasuruan. Selain Setiyono, ada 3 orang lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka.

Tiga tersangka selain Setiyono yaitu Dwi Fitri Nurcahyo selaku Plh Kadis PU Kota Pasuruan dan Wahyu Tri Hardianto selaku staf kelurahan Purutrejo, serta seorang dari pihak swasta sebagai pemberi suap atas nama Muhamad Baqir.

Setiyono diduga telah mengatur proyek-proyek di wilayahnya dengan adanya kesepakatan fee sekitar 5-7 persen dari nilai proyek. Sedangkan suap yang diterima ini berkaitan dengan proyek belanja modal gedung dan bangunan pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM). [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Denny Indriana Membantah Pengacara Terduga Korupsi Perijinan Meikarta, Ini Alasannya

JAKARTA, “Yang pasti, saya tidak menjadi kuasa hukum para tersangka (atau saksi) yan…