Home CAKRAWALA EKONOMI Dolar Diatas Rp 15.000 Pemerintah Jangan Selalu Menyalahkan Faktor Eksternal

Dolar Diatas Rp 15.000 Pemerintah Jangan Selalu Menyalahkan Faktor Eksternal

Komentar Dinonaktifkan pada Dolar Diatas Rp 15.000 Pemerintah Jangan Selalu Menyalahkan Faktor Eksternal
0
74

JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan mengingatkan bahwa pemerintah tidak bisa terus menyalahkan faktor eksternal, berkaitan dengan melemahnya nilai tukar Rupiah hingga mencapai diatas Rp 15 ribu per Dolar nya. Hal ini karena Heri menilai saat ini pemerintah masih tidak transparan tentang kondisi fundamental perekonomian nasional.‬

CELEBES NEWSBerita Terbaru, ‪”Jadi tidak bisa pemerintah terus menerus menyalahkan faktor eksternal saja. Tentang kondisi fundamental perekonomian nasional juga belum transparan. Saya menilai ada sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan. Pertama BI sudah tidak mampu lagi terus menerus melakukan intervensi terhadap Rupiah,” kata Heri dalam pernyataan persnya yang diterima Kamis (4/10/2018) sore.

Menurut dia, kondisi saat ini cadangan devisa diperkirakan turun menjadi 116,5 miliar Dolar minggu ini. Jika cadangan devisa terus digunakan untuk intervensi Rupiah, tentu akan berbahaya bagi ekonomi secara keseluruhan.

‪”Faktor yang kedua,  harga minyak dunia (brent crude) telah menyentuh angka 86 dollar per barrel hari ini. Efeknya ada pada kenaikan nilai defisit impor migas. Kenaikan harga minyak ini diprediksi terus berlangsung hingga mencapai 100 dollar per barrel dalam beberapa bulan ke depan. Akibatnya, nilai tukar Rupiah juga makin tertekan seiring naiknya harga minyak,” jelas dia.

‪Faktor yang ketiga adalah kecanduan pemerintah terhadap utang asing dalam denominasi Dolar AS masih belum juga sembuh. Yang terbaru, pemerintah berupaya mendapatkan pinjaman dalam meeting IMF-WB nanti sebesar 2 miliar dollar.‬

‪”Juga utang untuk membeli 51% saham Freeport yang akan dilewatkan 11 bank asing,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut.

‪Sedangkan yang keempat, politisi Partai Gerindra ini mengatakan bahwa, kebijakan pengurangan impor 900 barang ternyata tidak berdampak signifikan. Begitu juga dengan kebijakan konversi B20 atau pencampuran biodiesel.‬

‪”Pemerintah gagal mengeksekusi kedua kebijakan tersebut dengan baik. Maka harus ada koordinasi yang konkret dan sinergi antar kementerian/lembaga dalam pemerintahan Jokowi. Buktikan dengan kerja nyata bukan kerja kata, karena pada dasarnya, faktor psikologis dalam soal moneter itu sangat dominan,” pungkas Heri. [Celebesnews.id]

Penulis : Hartono

Comments are closed.

Check Also

Dirut Pertamina: Tidak Naiknya Harga BBM Tergantung Keputusan Menteri

NUSA DUA, Keputusan naik atau tidaknya harga BBM ditetapkan oleh menteri yang dilakukan de…