Home CAKRAWALA Dampak Kebohongan Ratna Sarumpaet, Pengamat Sebut Ada 9 Dampak Kerugian

Dampak Kebohongan Ratna Sarumpaet, Pengamat Sebut Ada 9 Dampak Kerugian

Komentar Dinonaktifkan pada Dampak Kebohongan Ratna Sarumpaet, Pengamat Sebut Ada 9 Dampak Kerugian
0
209

JAKARTA, Direktur Eksekutif Lembaga Emrus Corner Emrus Sihombing mengatakan, salah satunya kepercayaan khalayak terhadap Ratna, secara hopitetis, akan tergerus tajam. Kredibilitasnya terjun bebas di mata publik.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Terkait kebohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet yang mengaku dirinya dikeroyok tiga pemuda di Bandung ternyata hanyalah rekayasa, akhirnya Ratna yang juga tim sukses pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 itu angkat bicara, dalam keteranga persnya, Rabu (4/10/2018) petang, mengaku bahwa Ratna menyebarkan berita hoax.

Terkait hoax yang dilakukan ibu dari  Atiqah Hasiolan itu, membuat  Pengamat Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing angkat bicara. Dia mengatakan, ada ada sembilan catatan yang kurang produktif terkait pengakuan kebohongan Ratna dari aspek komunikasi politik di tengah tahun politik saat ini.

Pertama, setiap pesan yang dilontarkan ke ruang publik, termasuk hoax yang disampaikan Ratna Sarumpaet, tidak bisa ditarik apalagi hilang sekalipun minta maaf.

Kedua, setiap pesan komunikasi, termasuk yang disampaikan Ratna utamanya dalam bentuk hoax, ujaran kebencian dan eksploitasi SARA akan tersimpan di peta kognisi khalayak (publik) lebih lama.

Ketiga, kebohongan awal yang dilakukan seseorang, siapapun dia, termasuk Ratna akan cenderung dilanjutkan dengan kebohongan berikutnya untuk menutupi kebohongan sebelumnya.

Keempat, kepercayaan khalayak terhadap Ratna, secara hopitetis, akan tergerus tajam. Kredibilitasnya terjun bebas di mata publik.

Kelima, merujuk pada teori gunung es,  kebohongan Ratna tersebut, sebagai puncak dari perilaku yang diperankan Ratna sebelumnya. Artinya,  publik sulit percaya kepada pernyataan Ratna sebelumnya sepanjang sebagai aktifis.

Keenam, langsung atau tidak langsung, kredibilitas para tokoh yang “termakan” dari pengakuan awal dari Ratna,  secara hipotetis, akan dipertanyakan oleh publik karena tidak melakukan klarifikasi dari berbagai sumber, antara lain dari dokter yang menangani RS,  sebelum memberikan tanggapan di ruang publik.

Ketujuh, pengakuan kebohongan Ratna,  bisa berimbas kurang baik terhadap pemimpin yang sempat mendapat dukungan dari Ratna.

Kedelapan, pengakuan kebohongan dari RS bisa mempengaruhi sikap publik dan perilaku memilih masyarakat kepada salah satu paslon pilpres pada pemilu 2019.

Kesembilan perlu diketahui bahwa lebih sulit memperbaiki citra yang sudah kurang baik daripada membangun atau menciptakan citra baru.

Karena itu, sangat sulit me-recover citra tokoh yang didukung oleh Ratna Sarumpaet karena elit utama dari koalisi tersebut sudah sempat memberikan pernyataan dukungan penuh terhadap pengakuanyang sebelumnya dilakukan oleh Ratna dan kemudian diakuinya sebagai kebohongan.

Untuk itu,  menurut hemat saya tim dari poros politik yang didukung oleh Ratna harus segera menyusun dan mengimplementasikan strategi dan program komunikasi politik yang jitu untuk mewujudkan perjuangan politik.

“Antara lain,  menjelaskan bahwa itu merupakan tindakan personal dari Ratna itu sendiri,  sehingga menjadi urusan pribadi yang bersangkutan apapun konsekuensi dari perilaku komunikasi kebohongan tersebut,”ujar Emrus, yang juga Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner itu. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Golkar: Dibutuhkan Rakyat Pemimpin yang Merakyat, Bukan Sosok ‘The Winter Soldier’

JAKARTA, “Cari ilustrasi yang pas dong. Jangan ikut-ikutan. Apalagi kalau dicocok-co…