Home CAKRAWALA Ratna Berbohong, Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi Menolak Berkomentar

Ratna Berbohong, Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi Menolak Berkomentar

Komentar Dinonaktifkan pada Ratna Berbohong, Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi Menolak Berkomentar
1
196

JAKARTA, Mantan Ketua MK Mahfud MD mengatakan, agar penyebar berita bohong tersebut dijerat UU ITE dengan ancaman penjara 6 tahun. 

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Ketua Badan Pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso, enggan beromentar atas dugaan kasus yang menimpa Ratna Sarumpaet, dan dia mengaku tidak mengetahui secara detail kasus tersebut dan takut salah menanggapi.

“Saya belum tahu itu ya, saya nggak akan menanggapi kalau nggak tahu, nanti saya salah kalau ngomong,” ucap Djoko Santoso di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Gambir, Jakarta, Selasa (3/10/2018).

Djoko mengatakan bisa saja dugaan kasus ini terkait personal Ratna Sarumpaet. Namun, kata dia, tidak menutup kemungkinan dugaan kasus ini berdampak kepada Tim Prabowo-Sandi karena Ratna masuk tim kampanye Prabowo-Sandi.

“Itu masalah perorangan tetapi akan berdampak juga pada kelompok satuan ya, pasti ada. Cuma kita coba untuk menjelaskan,” ungkap mantan Panglima TNI itu.

Sebagai Ketua Tim Prabowo-Sandi, Djoko akan memberikan penjelasan kepada tim kampanye berdasarkan kejadian ini. Dia berharap anggota timnya tidak melakukan kesalahan karena akan berdampak pada tim.

“Sudah lama (kami sampaikan) bahwa politik itu jangan sampai salah kita. Kalau salah, kawan-kawan yang kena juga. Di dalam politik apalagi di dalam pemilu, jangan sampai kita berbuat salah,”ujar Djoko. 

Sementara itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD meminta para penyebar berita soal penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet bertanggung jawab lantaran polisi telah membantah isu itu melalui penyelidikan dan ada pengakuan dari Ratna sendiri. Mahfud menyebut tiga inisial nama sebagai pihak yang harus bertanggung jawab.

“Siang ini sudah terbukti kan? Tinggallah kini penyebar beritanya seperti FZ, RMy, dan SU mempertanggungjawabkan,” kata Mahfud Md lewat akun Twitter resminya, @mohmahfudmd, Rabu (3/10/2018).

Mahfud tegas meminta para perekayasa berita bohong soal Ratna bertanggung jawab. Ia sendiri mengakui sempat menyatakan simpati kepada Ratna. Pernyataan Mahfud menjawab pertanyaan pengguna Twitter soal rekayasa kasus Ratna. 

“Tanyakanlah itu kepada yang merekayasa berita bohong. Mereka yang harus jawab. Saya sih terlanjur menyatakan simpati dan empati kepada Ratna dan meminta Polri mengusut penganiayaan. Eh, ternyata beritanya bohong,” kata Mahfud. 

Mahfud mengatakan, agar penyebar berita bohong tersebut dijerat UU ITE dengan ancaman penjara 6 tahun. 

Dugaan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet diungkap oleh tim Prabowo-Sandiaga. Pihak Prabowo-Sandi menyatakan Ratna dianiaya pada 21 September 2018 malam di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Peristiwa itu disebut terjadi setelah Ratna menghadiri sebuah konferensi internasional di Bandung. Polisi menemukan bukti yang membantah dua hal tersebut. Dari hasil penyelidikan polisi, tudingan itu tidak terbukti karena pada 21 September, Ratna diketahui menjalani perawatan di RS Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Prabowo Siap Jemput Habib  Rizieq dari Arab Saudi

JAKARTA, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menegaskan wacana penjemputan Habib Ri…