Home CAKRAWALA HUKUM Pernah Mangkir, Wali Kota Manado Penuhi Panggilan Kejagung

Pernah Mangkir, Wali Kota Manado Penuhi Panggilan Kejagung

Komentar Dinonaktifkan pada Pernah Mangkir, Wali Kota Manado Penuhi Panggilan Kejagung
0
83

JAKARTA, “Saya datang untuk memenuhi panggilan ini dan memberikan keterangan sebagai saksi,” ujar Wali Kota Manado Godbless Sofcar Vicky Lumentut. 

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Berbagai pantauan Celebesnews.id, Selasa (2/10/2018), sekitar pukul 21.00 WIB, Wali Kota Manado Godbless Sofcar Vicky Lumentut masih diperiksa tim penyidikan pada Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus (JAMPidsus) dugaan dana hibah penanggulangan dana banjir, di gedung bundar Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (2/10/2018). 

Vicky tiba di gedung Kejaksaan Agung sejak pukul 08.30. Hal itu dibenarkan  

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus (JAMPidsus) Kejaksaan Agung Warih Sadono.

Namun, hingga berita ini diturunkan mantan Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara yang kini berpindah partai ke NasDem masih diperiksa pihak Kejagung.

Beberapa kali mangkir, akhirnya Wali Kota Manado itu menunjukan sikap   kooperatifnya. Betapa tidak, dari pantauan awak media Vicky yang sempat menjadi viral di media sosial (medsos) usai mengambil keputusan hijrah ke partai Nasional Demokrat (Nasdem),

Selasa (2/10/2018) pagi, terlihat memasuki gedung bundar Kejaksaan Agung RI. 

Vicky sapaan akrabnya, datang untuk memenuhi panggilan dan memberikan keterangan sebagai saksi kasus dugaan korupsi bantuan dana banjir kota Manado tahun 2014.

“Saya datang untuk memenuhi panggilan ini dan memberikan keterangan sebagai saksi,” ujar Vicky singkat sambil berjalan masuk ke dalam gedung tersebut. 

Vicky yang mengenakan kemeja biru tiba di Kejagung sekitar pukul 08:30 pagi, didampingi ketua tim Rajawali, Maikel Towoliu SH. 

Dalam kesempatan itu, Maikel yang sempat dicegat wartawan menyatakan, bahwa sikap menjunjung tinggi aturan terutama hormati proses hukum dari Vicky, patut dicontohi bersama.

“Kami bangga dengan beliau (Vicky, red) tidak pernah beliau mangkir dari panggilan. Saya juga yakin, Kejagung sangat profesional dalam menangani persoalan ini.  Kami sangat berharap, agar masalah ini cepat terselesaikan,” katanya.

Maikel mengatakan, Vicky bukan mangkir, tetapi memang dia dalam kondisi kesehatan tidak memungkinkan, makanya tidak hadir ketika diperiksa tim penyidik Kejagung. 

“Beliau memang pada saat itu sakit, makanya tidak memenuhi paggilan pihak Kejaksaan,”ujar Maikel.

Seperti diketahui, kasus ini berawal ketika bencana banjir bandang menerpa Kota Manado yang terjadi pada tanggal 15 Januari 2014 lalu. Bencana tersebut menewaskan 18 orang dan memicu kerugian miliaran rupiah.

Informasi yang dihimpun dari Badan Nasional Pencegahan Bencana (BNPB), telah disalurkan bantuan dana senilai Rp224 miliar pada tahun 2015 lalu.

Pemkot Manado sendiri mendapat dana Rp213 miliar sementara sisanya diserahkan ke Pemprov Sulut.

Tahap berikut tahun 2016, BNPB menyaluran bantuan sebesar Rp29 miliar, dengan rincian, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Pemkot Manado menerima sebesar Rp14,3 miliar untuk rehabilitasi taman yang rusak, kemudian Rp15 miliar disalurkan ke BPBD Pemprov Sulut untuk pembangunan jembatan yang rusak.

Pada tahun 2017, pemerintah pusat melalui BNPB juga menyalurkan dana sebesar Rp116.313.400.000 ke BPBD Pemkot Manado dan ke Pemprov Sulut Rp10,5 miliar untuk penanggulangan bencana di Kota Manado. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian 

Comments are closed.

Check Also

Ditetapkan sebagai Tersangka Ujaran Kebencian, Ahmad Dhani Berang

JAKARTA, Ahmad Dhani mengatakan penetapan dirinya sebagai tersangka adalah kriminalisasi. …