Home CAKRAWALA Sekjen PBB Dijadwalkan akan Hadir Dalam Pertemuan Pemimpin ASEAN di Bali

Sekjen PBB Dijadwalkan akan Hadir Dalam Pertemuan Pemimpin ASEAN di Bali

Komentar Dinonaktifkan pada Sekjen PBB Dijadwalkan akan Hadir Dalam Pertemuan Pemimpin ASEAN di Bali
0
53

NEW YORK, Guteres bersama Presiden Sidang Majelis Umum ke-73 PBB, Maria Espinosa, berkesempatan bertemu dengan para menteri luar negeri negara-negara anggota ASEAN pada hari itu untuk membahas berbagai isu sebelum rencana kedatangannya ke Indonesia.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Sekretaris Jendral PBB, Antonio Guterres, dijadwalkan akan hadir dalam pertemuan pemimpin ASEAN 2018, pada 11 Oktober 2018 nanti di Bali.

Hal itu dikemukakan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi disela-sela Sidang Majelis Umum ke-73 PBB, di New York, Jumat (28/9/2018).

“Beliau berharap kiranya akan lebih dapat melakukan interaksi dengan para pemimpin ASEAN,”Kata Menlu seperti dikutip Antaranews.com.

Retno juga menuturkan, Guteres bersama Presiden Sidang Majelis Umum ke-73 PBB, Maria Espinosa, berkesempatan bertemu dengan para menteri luar negeri negara-negara anggota ASEAN pada hari itu untuk membahas berbagai isu sebelum rencana kedatangannya ke Indonesia.

Dalam pertemuan antara Guterres dan ASEAN di Markas Besar PBB itu, Indonesia mengangkat isu Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, khusus mengenai masalah perempuan tentara personel Penjaga Pasukan Perdamaian PBB itu.

Indonesia berharap PBB bisa melakukan perbaikan tentang itu, misalnya di kerangka kebijakan, rekrutmen, peningkatan kesadaran dan proteksi yang lebih terhadap para perempuan personil Pasukan Penjaga Perdamaian PBB.

Retno berharap di tingkat PBB ada kebijakan yang mengarah ke proteksi yang lebih baik untuk pasukan perempuan penjaga perdamaian dan juga alokasi anggaran yang sifatnya lebih sensitif jender.

ASEAN secara kelompok menjadi salah satu kontributor terbesar pasukan perdamaian karena jika digabung mereka telah menyumbang lebih dari 4.500 personel pasukan yang tersebar di 12 misi penjaga perdamian PBB.

“tetapi sekali lagi kalau kita lihat jumlah perempuan masih kecil dan oleh karena perlu keberpihakan secara kebijakan baik pada tingkat nasional dan di tingkat PBB,”ujar Retno. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Gereja Disegel di Jambi, GMKI Desak Mendagri dan Kapolri Bertanggungjawab

JAKARTA, GMKI mendesak Kementerian Dalam Negeri jangan membiarkan Peraturan Daerah atau pu…