Home CAKRAWALA Elit PD: Kejaksaan Jadi Alat Politik Nasdem, #2018gantipresiden

Elit PD: Kejaksaan Jadi Alat Politik Nasdem, #2018gantipresiden

Komentar Dinonaktifkan pada Elit PD: Kejaksaan Jadi Alat Politik Nasdem, #2018gantipresiden
0
386

MANADO, Elit Partai Demokrat menyebut Kejaksaan menjadi alat politik partai Nasdem.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Penjaketan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Utara menuai kritikan sejumlah elit partai Demokrat.

Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief dalam cuitannya di twitter menuding Kejaksaan Agung digunakan partai Nasdem untuk memperkuat diri menghadapi Pemilu 2019. Andi menduga Kejagung menggunakan kekuasaannya sebagai lembaga penegak hukum untuk kepentingan politik.

“Kejaksaan jadi alat politik Nasdem, lebih baik #2018gantipresiden dan pemilu dipercepat,” tulis Andi melalui akun twitternya @AndriArief_, Jumat (28/9/2018).

Andi menulis hal tersebut merujuk dari membelotnya Ketua DPD Demokrat Sulawesi Utara Vicky Lumentut membelot ke Partai NasDem.

Twit sebelumnya, Andi juga menduga keterlibatan Presiden Joko Widodo. “Kalau Jokowi memang terlibat dalam skandal jaksa agung jadi alat politik Nasdem, saya menyerukan #2018gantipresiden,” tulisnya.

Diketahui, Wali kota Manado yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sulut, G.S. Vicky Lumentut dipanggil Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) melalui Surat Panggilan Saksi yang ditandatangani Direktur Penyidikan, Warih Sadono atas nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, nomor : SPS-2162/F.2/Fd.1/09/2018 tertanggal 17 September 2018.

Lumentut dipanggil menghadap Kasubdit Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang Direktorat Penyidikan pada hari Senin, 24 September 2018 pukul 09.00 Wib untuk dimintai keterangan dan diperiksa sebagai Saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana hibah penanggulangan bencana banjir kota Manado 15 Januari tahun 2014 lalu. Namun, Wali kota Manado dikabarkan tidak memenuhi panggilan dengan mengirimkan surat keterangan dokter.

Namun, Kamis (27/09/2018) malam, media sosial (medsos) diramaikan dengan cuplikan video berdurasi 15 detik yang menampilkan Wali kota Manado, G.S. Vicky Lumentut dikenakan jaket partai Nasdem oleh Ketum partai Nasdem, Surya Paloh.

Bencana banjir bandang menerjang kota Manado pada 15 Januari 2014 lalu dan menewaskan 18 orang.

Informasi Badan Nasional Pencegahan Bencana (BNPB) ke Celebesnews.id pada September 2017 lalu, pasca bencana, BNPB telah menyalurkan dana bantuan senilai Rp 224 miliar pada tahun 2015. Pemkot Manado sendiri mendapat dana Rp 213.304.000.000 dan sisanya diserahkan ke Pemprov Sulut.

Kepala BPBD Kota Manado, Maximilian  Tatahede ke Celebesnews Kamis (27/09/2018) siang mengungkapkan, dana hibah sebesar Rp 213.304.000.000 masuk ke kas Pemkot Manado pada 27 Desember 2018. Namun, dana baru disalurkan ke masyarakat pada April 2016. Dari data Celebesnews.id, dana pertama kali disalurkan ke masyarakat pada Juni 2016.

Tahap berikutnya di tahun 2016, BNPB menyaluran bantuan sebesar Rp 29 miliar, dengan rincian ; BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Pemkot Manado sebesar Rp 14,3 miliar untuk rehabilitasi taman yang rusak dan Rp 15 miliar disalurkan ke BPBD Pemprov Sulut untuk pembangunan jembatan yang rusak.

Pada tahun 2017, pemerintah pusat melalui BNPB juga menyalurkan dana sebesar Rp 116.313.400.000 ke BPBD Pemkot Manado dan ke Pemprov Sulut Rp 10,5 miliar untuk penanggulangan bencana di Kota Manado.

Namun, hingga kini permasalahan korban banjir ini belum terselesaikan. [Celebesnews.id]

Penulis : Simon Siagian

Comments are closed.

Check Also

Gereja Disegel di Jambi, GMKI Desak Mendagri dan Kapolri Bertanggungjawab

JAKARTA, GMKI mendesak Kementerian Dalam Negeri jangan membiarkan Peraturan Daerah atau pu…