Home CAKRAWALA MANCANEGARA Bahas Ketidakpastian Suriah, Kanselir Merkel Inisiasi Pertemuan 4 Negara

Bahas Ketidakpastian Suriah, Kanselir Merkel Inisiasi Pertemuan 4 Negara

Komentar Dinonaktifkan pada Bahas Ketidakpastian Suriah, Kanselir Merkel Inisiasi Pertemuan 4 Negara
0
70

JAKARTA, Situasi Suriah yang semakin tidak menentu, dan kondisi yang mengerikan di provinsi Idlib yang dikuasai pemberontak Suriah. Membuat Kanselir Jeman Angela Merkel berencana untuk melakukan pertemuan dengan para pemimpin Turki, Rusia dan Perancis terkait perang di Suriah. 

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Perang di Suriah semakin tidak menentu, dan tidak memberikan kepastian harapan bagi rakyat sipil disana, Karena itu Pemimpin Jerman Kanselir Jerman Angela Merkel berencana untuk melakukan pertemuan dengan para pemimpin Turki, Rusia dan Perancis terkait perang di Suriah.

Merkel akan menggelar Pertemuan itu rencananya dilakukan Oktober mendatang.

“Kami mendukung pertemuan empat arah dengan presiden Turki, Rusia dan Prancis dan saya sendiri karena situasi di Suriah masih rapuh,” kata Merkel kepada wartawan setelah pembicaraan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Jumat (28/9/2018).

Merkel mengatakan, pembicaraan empat negara sangat mendesak mengingat situasi yang mengerikan di provinsi Idlib yang dikuasai pemberontak Suriah.

Belakangan, Turki yang sejak 2016 mendukung pemberontak Suriah telah melakukan pembicaraan intensif dengan Iran dan Rusia untuk mengakhiri konflik Suriah.

Rusia dan Turki sebelumnya juga telah melakukan pertemuan di kota wisata Laut Hitam Sochi pada 17 September lalu. Dalam pertemuan puncak itu, keduanya sepakat untuk membuat zona penyangga di Idlib yang bertujuan mencegah serangan militer.

Di sisi lain, Suriah selama ini menerima sokongan militer dari Rusia dan Iran. Mereka pun telah sepakat untuk tidak melakukan serangan dan merebut Idlib. Saat ini, Idlib menjadi benteng pertahanan terakhir para pemberontak ysng telah beperang selama tujuh tahun itu.

Kesepakatan Rusia-Turki tadi disepakati menyusul peringatan internasional bahwa serangan militer habis-habisan akan memicu pertumpahan darah di provinsi dengan tiga juta warga itu.

Presiden Perancis Erdogan sebelumnya sempat memberi isyarat bahwa ia berencana menyelenggarakan pertemuan puncak untuk membahas Suriah pada 7 September di Istanbul, Turki. Dalam pertemuabn itu ia akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Merkel. Tapi hingga saat ini, pertemuan itu belum terlaksana.

Merkel memuji langkah “luar biasa” Turki yang telah menampung lebih dari tiga juta pengungsi Suriah.

Selain itu, Jerman juga telah memberi tempat bagi ratusan ribu pencari suaka Suriah. Kebijakan yang belakangan terbukti memecahbelah pemerintahan Merkel sendiri. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Diculik ISIS, Murad Raih Nobel Perdamaian

NORWEGIA, Diculik ISIS tahun 2014, dan menjadi korban perbudakan seks yang dilakukan organ…