Home CAKRAWALA Andi Arief Serang Jokowi Membuat SBY Minta Maaf

Andi Arief Serang Jokowi Membuat SBY Minta Maaf

Komentar Dinonaktifkan pada Andi Arief Serang Jokowi Membuat SBY Minta Maaf
0
95

JAKARTA, Berpindahnya Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara Vicky Lumentut ke Partai NasDem diduga terkait kasus dana banjir yang sedang diusut Kejagung. Bukan hanya itu tudingan Andi Arief terhadap Jokowi  dinilai tidak berdasar. Terlebih Andi Arief menulis di twitternya tagar 2019gantipresiden.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Cuitan Wakil Sekretaris Jendral Partai Demokrat Andi Arief di Twitter menyerang Presiden Joko Widodo dan Jaksa Agung Agung M Prasetyo membuat polemik, sehingga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meminta maaf atas sikap anak buahnya itu.

Berawal Andi Arief meramaikan cuitan politikus Demokrat lainnya, Yan Harahap. Tudingan juga menyerang Kejagung, yang kini dipimpin eks kader NasDem, Jaksa Agung M Prasetyo.

“Ketua DPD Demokrat Sulut, Vicky Lumentut membelot ke NasDem. Sebelumnya ia diduga terkait kasus dana banjir yang sedang diusut Kejagung. Pola yang selalu tersaji,” cuit Yan Harahap di Twitter, Jumat (28/9/2018).

Andi Arief lalu meneruskan isu itu, dan menyeret nama Presiden Jokowi.

“Kalau Jokowi memang terlibat dalam skandal Jaksa Agung jadi alat politik NasDem, saya menyerukan tagar 2019gantipresiden,” cuit Andi di akun Twitter-nya, Jumat (28/9/2018).

Selanjutnya, permintaan maaf SBY dikomemtari sejumlah elit PDIP.

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan, menghormati sikap SBY.

“Permintaan maaf yang tulus adalah pelumas demokrasi yang sehat dan rasional,” kata Hendrawan kepada wartawam, Jumat (28/8/2018).

Lebih lanjut, Hendrawan lalu menyoroti soal cuitan Wasekjen PD Andi Arief yang berawal dari pindahnya kader Demokrat ke NasDem. Andi Arief menuding eks Ketua DPD PD Sulut, Vicky Lumentut loncat ke NasDem karena tersandera kasus hukum.

Hendrawan mengatakan, PDIP selalu memerintahkan kadernya untuk santun dalam berpolitik, mengarusutamakan narasi dan diksi yang cerdas, tidak menyakiti dan provokatif.

“Andi Arief ini ceplas-ceplos. Terkadang komentar dan pemikirannya menyentak, meski sering kurang argumentatif. Tipe politisi begini, yang spontan dan orisinal, ikut meramaikan panggung politik kontestasi,” imbuhnya.

Meski begitu, Hendrawan mengingatkan, elite partai tetap harus mengedepankan etika dalam berpolitik. Cuitan Andi Arief bukan kali pertama menjadi kontroversi.

“Tapi saya berharap hendaknya tetap menjaga fatsoen dan etika politik yang sedang sama-sama kita bangun” ucap Hendrawan.

Di tempat terpisah,  Ketua DPP PDIP lainnya, Andreas Hugo Pareira menilai permintaan maaf SBY ke Jokowi wajar. Ia menilai pernyataan Andi Arief sudah kelewatan dalam tudingannya ke Jokowi dan Jaksa Agung M Prasetyo.

“Cuitan AA (Andi Arief) itu kebablasan kalau mengaitkan Jokowi pindahnya kader PD ke NasDem. Ketidakmampuan PD membina kadernya menjadi kader yang loyal, menyalahkan Jokowi itu benar-benar keblinger dari seorang AA,” ujar Andreas dikonfirmasi terpisah.

Menurutnya, sehingga sangat pantas kalau SBY meminta maaf pada Jokowi atas kelakuan kadernya yang berkomentar sembrono seperti yang dilontarkan Andi Arief.

Andreas juga mengapresiasi sikap SBY kali ini. Ia berharap ke depan tak perlu ada tudingan lain dari pihak Demokrat ke Presiden Jokowi.

“Apresiasi kepada Pak SBY yang kali ini ‘gentle man’ meminta maaf pada Jokowi. Semoga ke depan tidak terjadi lagi,” tamdas Andreas. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Golkar: Dibutuhkan Rakyat Pemimpin yang Merakyat, Bukan Sosok ‘The Winter Soldier’

JAKARTA, “Cari ilustrasi yang pas dong. Jangan ikut-ikutan. Apalagi kalau dicocok-co…