Home CAKRAWALA Panglima TNI: PKI Tidak Bisa Hidup di Negara Pancasila

Panglima TNI: PKI Tidak Bisa Hidup di Negara Pancasila

Komentar Dinonaktifkan pada Panglima TNI: PKI Tidak Bisa Hidup di Negara Pancasila
0
57

JAKARTA, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, memang ada gambar atau bendera yang menyerupai palu arit seperti bendera PKI. Namun, bendera itu bukan di Indonesia melainkan di wilayah perbatasan dengan Laos.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, Komunis adalah ancaman, namun sesuai semangat persatuan bahwa komunis nggak pernah bisa hidup di negara Pancasila.

“Komunis adalah ancaman, namun, sesuai semangat persatuan bahwa komunis nggak akan pernah bisa hidup di negara Pancasila ini,” kata Hadi dalam diskusi di acara silaturahmi Veteran TNI, di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2018).

Panglima menuturkan sudah menurunkan anggota setiap hari untuk mengecek kebenaran itu. Ia menegaskan komunis atau PKI tidak pernah bisa hidup di Indonesia.

“Namun, dengan berita yang disampaikan kami tetap antisipasi, kami tetap lakukan pengecekan di wilayah-wilayah,” imbuhnya.

Hadi mengatakan memang ada gambar atau bendera yang menyerupai palu arit seperti bendera PKI. Namun, bendera itu bukan di Indonesia melainkan di wilayah perbatasan dengan Laos.

“Saya ketika berkunjung ke sana (Laos) saya menghindari berfoto di sana karena di sana hampir semuanya benderanya ada palu arit,” kata Hadi.

Selanjutnya, Panglima TNI mengatakan, bahwa Veteran TNI adalah saksi tokoh dalam sejarah perang bangsa dalam mempertahankan NKRI.

“Bapak Ibu sekalian adalah saksi, bahkan tokoh utama dalam sejarah. Sebuah sejarah perang dari bangsa yang besar, yang berbhinneka,” ujar Panglima TNI.

“Bapak Ibu adaah bagian dari sejarah, perjuangan tulus sebagai buah manis perjalanan panjang tanpa henti,” tambahnya.

Dalam sambutanya, Hadi juga menjelaskan bagaimana peran Veteran di masa sekarang. Peran dan jasa para veteran menjaga bangsa dari isu primordial atau kesukuan yang mulai kembali berembus.

“Di sini kami melihat, veteran adalah figur-figur bangsa. Dengan pengalaman selama masa perjuangan, veteran bisa mengugah kembali, semangat berbangsa dan bernegara. Isu-isu primordial dan SARA, bisa dipatahkan dengan cerita Bapak-bapak Ibu sekalian,” tambah Hadi.

Di akhir sambutan, tak lupa Hadi meminta restu kepada para pendahulunya untuk meneruskan warisan dan tugas TNI, yakni tetap netral. Terlebih, saat ini sudah memasuki tahapan masa kampanye Pilpres dan Pileg 2019.

“Tidak lupa untuk kami meminta Bapak dan Ibu untuk membimbing kami sebagai generasi penerus perjuangan. Juga senantiasa memberi restu bagi kami,” kata Hadi. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Gereja Disegel di Jambi, GMKI Desak Mendagri dan Kapolri Bertanggungjawab

JAKARTA, GMKI mendesak Kementerian Dalam Negeri jangan membiarkan Peraturan Daerah atau pu…