Home CAKRAWALA Alumni Faperta UGM Minta Kebijakan Perberasan Diperbaiki

Alumni Faperta UGM Minta Kebijakan Perberasan Diperbaiki

Komentar Dinonaktifkan pada Alumni Faperta UGM Minta Kebijakan Perberasan Diperbaiki
0
52

JAKARTA – Alumni Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada menyarankan beberapa solusi untuk menangani carut marut soal beras di tanah air. Guru Besar Fakultas Pertanian IPB Prof. Dr. Dwi Andreas Santosa menyatakan ada rekomendasi yang diusulkan oleh Kagama UGM untuk pemerintah.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, “Ada masalah dalam kebijakan yang perlu diperbaiki yaitu tidak lagi terintegrasinya antara kebijakan di hulu yakni pengadaan untuk menjaga HPP (Harga Pembelian Pemerintah),  tengah yakni menjaga stok yang cukup aman,  dan hilir yakni penyaluran untuk masyarakat miskin dan stabilitas harga konsumen, ” papar Dwi Andreas melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Rabu (26/9/2018 ) siang.

Andreas menambahkan penyaluran bansos rastra natura semakin berkurang. Selain itu bansos tunai (e-money) naik. Keduanya membuat jaminan penyaluran bagi beras hasil pengadaan HPP dan stok yang dikelola Bulog untuk ketahanan pangan dan stabilitas harga konsumen menjadi semakin berkurang.

“Ini melemahkan efektivitas intervensi pengamanan harga produsen di hulu dan konsumen di hilir. Saat ini pembelian dengan HPP di hulu terus didorong tetapi di hilir penyaluran tidak terjamin. Akibatnya terjadi stagnasi di tengah dengan stok yang semakin meningkat. Beban biaya stok dan potensi penurunan kualitas meningkat bila penyaluran tidak dapat diperbesar,” jelas dia.

Dia memaparkan penyaluran rastra menurun tajam dari sekitar 2.8 jton pada tahun 2016 menjadi sekitar 2.5 jton di 2017 dan hanya sekitar 1 jton pada 2018. Bahkan penyaluran rastra pada 2018 sangat kecil sekali di daerah terpencil. Menurutnya, hal ini menyebabkan integrasi kebijakan semakin melemah dan berdampak pada menurunnya efektivitas pada upaya menjaga harga konsumen, penyediaan stok dan pengamanan harga produsen

“Jika tidak ada perubahan kebijakan maka masalah beras ini berpotensi berulang terus,” cetus Dwi.

Hasil rekomendasi tersebut dirilis seiring rangkaian kegiatan Dies Fakultas Pertanian UGM ke-72, pada hari Minggu 23 September 2018 lalu saat Temu Alumni Fakultas Pertanian UGM (Kagama Pertanian) yang bertempat di Auditorium Prof.Dr Harjono Danoesastro. [Celebesnews.id]

Penulis : Hartono

Comments are closed.

Check Also

Tersangka Dana Korupsi Subsidi Penerbangan Pemkab Talaud Akhirnya Berhasil Ditangkap KPK

JAKARTA, Menjadi DPO sejak tahun 2014, M Rusli, yang juga Direktur Utama PT Aero Support I…