Home KOTA KOTA MANADO PEMKOT MANADO Sekdakot Manado: Wali kota Tidak Mangkir, Beliau Kooperatif dan Taat Hukum

Sekdakot Manado: Wali kota Tidak Mangkir, Beliau Kooperatif dan Taat Hukum

Komentar Dinonaktifkan pada Sekdakot Manado: Wali kota Tidak Mangkir, Beliau Kooperatif dan Taat Hukum
0
521

MANADO, Penjabat Sekretaris Kota Manado, Peter Karl Bart Assa, ST, M.Sc, Ph.D mengatakan Wali kota Manado, G.S. Vicky Lumentut kooperatif dan taat hukum terhadap panggilan pemeriksaan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI), Senin (24/09/2018) kemarin.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Ketidakhadiran Wali kota Manado, G.S. Vicky Lumentut atas panggilan pemeriksaan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI), Senin (24/09/2018) mendapat tanggapan pihak Pemkot Manado.

Menurut Penjabat Sekretaris Daerah Kota (Pj. Sekdakot), Peter Karl Bart Assa, ST, M.Sc, Ph.D, ketidakhadiran Wali kota Manado bukan bentuk pembangkangan. “Pak Wali kota sedang istirahat pasca operasi gigi kemarin. Beliau sangat kooperatif untuk memenuhi panggilan Kejagung RI, tapi kemarin beliau sudah menjadwalkan operasi gigi. Beliau menyampaikan tetap taat hukum dan tidak akan menghalang-halangi proses hukum yang sedang berproses di Kejagung RI,” jelas Assa didampingi Kabag Humas dan Pemerintahan, Steven Runtuwene, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/09/2018) sore.

Menjawab tentang terjadinya dugaan tindak pidana korupsi yang diselidiki Kejagung RI, Assa mengungkapkan Wali kota Manado jauh-jauh hari sudah mengingatkan pihak terkait untuk bekerja maksimal dalam penanganan korban bencana banjir bandang tahun 2014 lalu. “Berungkali beliau mengingatkan pihak-pihak terkait agar bekerja maksimal. Beliau juga mengingatkan agar korban di data dengan baik. Dengan tegas beliau menyampaikan, jangan pernah melakukan pemotongan atas hak korban bencana. Maka dari itu, beliau akan hadir memenuhi panggilan Kejagung RI untuk menjelaskan rinci laporan penggunaan dana bencana,” ungkap Assa.

Diketahui, Kejagung RI memanggil Wali kota Manado, G.S. Vicky Lumentut melalui Surat Panggilan Saksi yang ditandatangani Direktur Penyidikan, Warih Sadono atas nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, nomor : SPS-2162/F.2/Fd.1/09/2018 tertanggal 17 September 2018. Lumentut dipanggil untuk dimintai keterangan dan diperiksa sebagai Saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana hibah penanggulangan bencana banjir kota Manado 15 Januari tahun 2014 lalu.

Lumentut dipanggil menghadap Kasubdit Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang Direktorat Penyidikan pada hari Senin, 24 September 2018 pukul 09.00 Wib (red-hari ini). Pemeriksaan Wali kota Manado berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum tanggal 24 Juli 2018 dan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus tanggal 14 Agustus 2018. Namun, Senin kemarin, Wali kota Manado dikabarkan hanya mengirimkan surat keterangan dokter untuk menjawab ketidakhadirannya.

Wali kota Manado tak hanya sendiri. Kejagung RI juga memanggil salah satu ASN dilingkup Pemkot Manado, Helmy M. Kumasen, ST melalui Surat Panggilan Saksi ke-2 nomor : SPS-2163/F.2/Fd.1/09/2018 tertanggal 17 September 2018 yang ditandatangani Direktur Penyidikan, Warih Sadono atas nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus. Helmy adalah PPTK kegiatan Rehabilitasi dan Rekronstruksi Pasca Bencana Banjir Manado tahun 2014. [Celebesnews.id]

Penulis : Simon Siagian

Comments are closed.

Check Also

Tatahede: Pemkot Ajukan 3018 Rumah, BNPB Kucur Rp 213 Miliar, Disalurkan ke 2030 Rumah

MANADO, Pemkot Manado mengajukan dana bantuan bencana untuk perbaikan 3018 rumah rusak dan…