Home CAKRAWALA PGI: Pengusaha Hitam dan Politisi Busuk Siap Jegal Jokowi Pilpres 2019

PGI: Pengusaha Hitam dan Politisi Busuk Siap Jegal Jokowi Pilpres 2019

Komentar Dinonaktifkan pada PGI: Pengusaha Hitam dan Politisi Busuk Siap Jegal Jokowi Pilpres 2019
0
87

JAKARTA, Masalah Freeport, Petral, koruptor dan politisi busuk siap jegal Jokowi pada Pilpres 2019.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Dr Albertus Patty mengatakan, berbagai upaya dilakukan untuk menggagalkan Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak terpilih kedua kali di Pemilihan Presiden pada 17 April 2019. 

Menurut Albertus, selama periode pertama Jokowi berkuasa sangat merugikan para pengusaha hitam dan koruptor. Mau tidak mau bagaimana mengagalkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk tidak terpilih yang kedua kali.

“Para pengusaha hitam tidak menyangka bisnis petral yang selama ini tidak pernah diutak-atik presiden sebelumnya tapi dibubarkan oleh Jokowi. Dan, dibubarkannya Petral ribuan triliun rupiah diselamatkan,” ujar Albertus, dalam diskusi bertajuk “Carut Marut Politik Indonesia: Masih Adakah Harapan?, yang digelar dalam memperingati 70 Tahun Dewan Gereja-gereja se-Dunia (DGD), di Aula UKRIDA, Jakarta, Sabtu (22/9/2018). 

Lebih lanjut, Amerika Serikat juga tidak suka dengan Jokowi. pasalnya, Presiden Jokowilah yang berani negoisasi ulang dengan Freeport dengan meminta saham sebesar 51 persen, yang sebelumnya hanya 9 persen.

“Kalau tidak nuntut  51 persen kaya dia (Jokowi), tapi dia tidak mau. Bahkan, Jokowi minta dibangun smellter sehingga Freeport tidak ambil semuanya dari kekayaan alam Papua,” kata Albertus. 

Dia mengemukakan, pemilik Freeport dekat dengan Presiden AS Donald Trump. Karenanya kalau tidak suka maka AS akan bekerja sama dengan pemimpin diktator untuk merebut kekuasaan atas Jokowi. 

“Itu terjadi ketika Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser dan Ali Bhuto dari Pakistan menyangkut kekayaan alam untuk kepentingan rakyatnya. Mereka melawan terhadap kepentingan  AS akhirnya digulingkan,” paparnya.

Albertus mengemukakan, upaya untuk menggulingkan Jokowi sudah direncanakan pada Pilkada 2017, dengan menggunakan isu agama. “Betul-betul dunia politik yang memgerikan, digunakan ayat-ayat suci untuk berupaya menjatuhkan Jokowi,” ujar Albertus.

Albertus memaparkan, akar persoalan bersumber pada elit-elit politik yang selama ini merasa tidak diuntungkan dengan kebijakan Jokowi sehingga menciptakani politisasi agama. “Prabowo mengatakan  bahwa Zulkifli Hasan (Ketum PAN) dibalik jatuhnya Ahok hingga masuk penjara. Ini cara-cara kasar yang sangat biadab sekali. Elit politiklah yang membuat curat-marut politik yang terjadi,” tambah Albertus. 

Lebih lanjut, masalah oligarki juga menjadi kendala yang dihadapi Indonesia. Pasalnya, pemimpin yang menggunakan isu agama karena gagal mensejahterahkan rakyatnya. 

“Kasus Gubernur Jambi Zumi Zola adalah Bukti bahwa gagalnya mensejahterahkan masyarakat Jambi, sehingga terlibat dal isu agama untuk menggulingkan Ahok,” imbuhnya. 

Bahkan, lanjut Albertus, di zaman Jokowi lah begitu ketatnya penggunaan uang rakyat. Para politisi tidak mudah untuk menggunakan anggaran seperti Kebijakan presiden sebelumnya.

Karena itu, lanjut Albertus, agar gereja memperkuat demokrasi dengan ikut menjalankan Pemilu berintegritas, dan ikut berpartisipatif. 

Albertus menegaskan, golput tidak menguntungkan bagi warga gereja. “Gereja hadir bukan menciptakan sekat-sekat, tetapi bagaimana gereja membangun jembatan-jembatan yang ada,” ujarnya. 

Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Indonesia Sri Budi Eko Wardani mengemukakan, masalah mantan narapidana koruptor sudah dibicarakan para aktivis koalisi masyarakat sipil sebelum dikeluarkan PKPU No.20/2018. Namun, mendapat penolakan Anggota DPR. 

“Jadi penolakan narapidana koruptor bukan barang baru. Sudah lama diajukan kawan-kawan dalam draft undang-undang Pemilu, hanya para Anggota DPR menolak hal itu,” ujarnya.

Menurutnya, partai politik sampai saat ini belum melakukan fungsinya untuk melakukan pendidikan politik terhadap anggotanya. “Tidak heran bila dalam Pilkada yang maju bukan kadernya sendiri,” ujar Sri. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Berencana Pindahkan Kedubes ke Yerusalem, Bamsoet Kecam Keras Australia

JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengecam keras pemerintah Australia yang  be…