Home CAKRAWALA Dubes: Masalah Palestina Bukan Masalah Agama

Dubes: Masalah Palestina Bukan Masalah Agama

Komentar Dinonaktifkan pada Dubes: Masalah Palestina Bukan Masalah Agama
0
61

JAKARTA, “Kami sangat berterima kasih dengan Pemerintah Indonesia yang sangat mendukung dalam mengakhiri pendudukan Israel terhadap Palestina,” ujar Dubes Palestina Dr. Zuhair S.M Al-Shun.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Palestina sangat berterima kasih dengan Pemerintah Indonesia yang selama ini mendukung kemerdekaan Palestina dari penjajahan Pemerintah Israel.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Dr.  Zuhair S.M Al-Shun mengatakan, berdirinya Kedutaan Besar Palestina di Indonesia adalah bentuk dukungan penuh kemerdekaan Palestina.

“Selama 25 tahun berlalu, sejak kesepakatan Oslo. Dimana perjanjian antara Palestina-Israel, menyangkut kemerdekaan Palestina atas Israel, namun perjanjian tersebut kerap dilanggar pemerintah Israel. Terlebih kebijakan Presiden AS Donald Trump sangat merugikan Palestina,” ujar Zuhair, yang tampil sebagai pembicara kunci dalam memperingati 70 tahun HUT Dewan Gerja Dunia (DGD) di Aula Universitas UKRIDA, Tanjung Duren, Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Zuhair mengemukakan, kebijakan Washingthon menyangkut Yerusalem dan masjid Al-Aqsa sangat merugikan Palestina. Pasalnya, kedua tempat itu adalah sangat bersejarah bagi bangsa Palestina.

“Kami sangat berterima kasih dengan Pemerintah Indonesia yang sangat mendukung dalam mengakhiri pendudukan Israel terhadap Palestina,”ujarnya.

Menurut dia, perdamaian tidak mungkin tercapai bila masalah kebijakan Yerusalem dan masjid Al-Aqsa merugikan bangsa Palestina.

Diketahui, Pemerintah Israel ingin memindahkan ibu kota negaranya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Rencana pemindahan itu mendapat respon yang sangat keras dari bangsa Palestina dan Arab. Sama hal dengan penempatan masjid Al-Aqsa yang sampai ini sulitnnya bagi waraga Palestina untuk beribadah di masjid salah satu bersejarah itu.

Zuhair menegaskan, masalah di Palestina bukan masalah agama. “Tidak ada urusannya Yahudi sebagai agama. Kami hidup berdampingan sesama agama Abraham, Yahudi, Kristen dan Islam, tapi yang kami tentang adalah penjajahan Pemerintah Israel terhadap Palestina.

Dia mengatakan Palestina ingin hidup damai dengan Yahudi. Namun, lanjut Zuhair, tidak ada perdamaian terjadi bila terjadi kependudukan pemerintah Israel.

Lebih lanjut, Zuhair mengucapkab selamat HUT ke-70 tahun bagi DGD. Dia sangat mengapresiasi dukungan gereja-gereja di Indonesia.

Sebelumnya, Rektor Universitas Kristen Kristen Krida Wacana (UKRIDA) Erning Wihardjo mendukung Kemerdekaan Palestina atas penjajahan Israel.

“Kami mendukung Kemerdekaan Palestina, dan berdaulat penuh,”kata Erning.

Lanjut Erning apa yang terjadi di Yerusalem bukan masalah agama, tetapi masalah penjajahan Israel terhadap bangsa Palestina.

“Tidak ada damai sejahterah tanpa keadilan, dan saya turut berduka sedalam-dalamnya atas yang terjadi pada bangsa Palestina,”lanjut Rektor UKRIDA.

Hadir dalam acara HUT ke-70 Dewan Gereja se-Dunia (DGD), Ketu Badan Pelaksana Harian Majelis Sinode AM Gereja Protestan di Indonesia (GPI) Pdt. Dr Liesje A. Sumampouw, Ketua Sinode Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Pdt. Paulus Kariso Rumambi, dan sejumlah aktivis masyarakat dan gereja.

Diketahui, DGD berdiri di Amsterdam Belanda pada 23 Agustus 1948. Salah satu kepeihatinan DGD terhadap konflik sosial politik antara Israel dan Palestina, yang berdampak bagi masa depan anak dan pemuda. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Berencana Pindahkan Kedubes ke Yerusalem, Bamsoet Kecam Keras Australia

JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengecam keras pemerintah Australia yang  be…