Home CAKRAWALA Tuding Pemerintah Blokir Dana Bantuan Papua Rp 23 Triliun, Kemenkeu: Ratna Tidak Benar

Tuding Pemerintah Blokir Dana Bantuan Papua Rp 23 Triliun, Kemenkeu: Ratna Tidak Benar

Komentar Dinonaktifkan pada Tuding Pemerintah Blokir Dana Bantuan Papua Rp 23 Triliun, Kemenkeu: Ratna Tidak Benar
0
175

JAKARTA, “Kami juga sudah bertanya kepada pihak World Bank, mereka tidak berhubungan dengan rekening perseorangan/pribadi. Jadi yang dinyatakan oleh Ratna Sarumpaet adalah tidak benar,” tegas Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wira Sakti.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Aktivis sosial Ratna Sarumpaet menuding pemerintah telah melakukan pemblokiran dana bantuan Papua Rp 23 triliun. Hal itu dikemukakan Ratna setelah Ruben PS Marey mendatangi Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) dan menduga dana di rekeningnya untuk bantuan Papua telah diblokir sepihak.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Nufransa Wira Sakti membantah Kemenkeu telah memblokir bantuan Papua sebesar Rp 23 triliun. Karena, pihaknya tak mengatur kebijakan rekening atas nama pribadi.

“Kami juga sudah bertanya kepada pihak World Bank, mereka tidak berhubungan dengan rekening perseorangan/pribadi. Jadi yang dinyatakan oleh Ratna Sarumpaet adalah tidak benar,” tegas Nufransa, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (17/9/2018) malam.

Kemenkeu meminta nasabah yang mengaku kehilangannya uangnya di salah satu bank di Indonesia senilai Rp 23,9 triliun, padahal sudah ditransfer oleh World Bank, mengecek langsung ke bank yang bersangkutan.

“Bila memang ada uang pada rekening bank tersebut, silakan dicek langsung dan ditanyakan kepada bank yang bersangkutan,” tutur Nufransa.

Sebelumnya, seorang bernama Ruben PS Marey mendatangi Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) dan menduga dana di rekeningnya untuk bantuan papua telah diblokir sepihak.

Ratna menduga pemblokiran dilakukan pemerintah melalui salah satu bank tempat Ruben menaruh dana tersebut.

“Dana ini untuk swadaya pembangunan di Papua. Kasus ini mempunyai tendensi juga melakukan pelanggaran keuangan,” kata Ratna di Gedung DPR RI, Senayan, Senin (17/9/2018).

Ruben mengatakan, pemblokiran bermula dari Ruben yang menerima gelontoran dana dari para donatur untuk membangun Papua. Dana dengan total Rp 23,9 triliun itu tersimpan sejak tahun 2016 dalam rekening pribadinya.

Namun, kata Ruben, tiba-tiba dana di rekeningnya tersebut hilang. Saat dikroscek ke bank tempat Ruben menyimpan uang itu, tak ada catatan uang masuk dalam rekeningnya.

“Kami mendapatkan print out rekening kami dan faktanya kosong tetapi laporannya World Bank itu sudah masuk ke rekening kami ini kami melihat kejanggalan-kejanggalan yang terjadi,” kata Ruben, Senin (17/9/2018).

Ruben mengatakan, hal itu kemudian sudah dikroscek kembali ke World Bank. Namun, pihak World Bank mengatakan, yang telah sukses terkirim ke rekening Ruben pribadi. [Celebesnews.id]

Penulis:Ralian

Comments are closed.

Check Also

Gereja Disegel di Jambi, GMKI Desak Mendagri dan Kapolri Bertanggungjawab

JAKARTA, GMKI mendesak Kementerian Dalam Negeri jangan membiarkan Peraturan Daerah atau pu…