Home PROVINSI SULUT PEMPROV SULUT Di APBD-P Sulut 2018, Target Pendapatan Daerah Sulut Naik 1,16%, PAD Naik 3,82 %

Di APBD-P Sulut 2018, Target Pendapatan Daerah Sulut Naik 1,16%, PAD Naik 3,82 %

Komentar Dinonaktifkan pada Di APBD-P Sulut 2018, Target Pendapatan Daerah Sulut Naik 1,16%, PAD Naik 3,82 %
0
125

MANADO, Perubahan APBD Sulut tahun 2018 diharapkan memperkuat struktur anggaran Sulut dan akan semakin meningkatkan index pelayanan sosial, kesehatan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur daerah.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey berharap APBD Perubahan Provinsi Sulut tahun 2018 bisa memperkuat struktur anggaran Sulut. “Perubahan APBD Sulut tahun 2018 akan memperkuat struktur anggaran Provinsi Sulut dan akan semakin meningkatkan index pelayanan sosial, jesehatan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur daerah,” ujar Dondokambey saat rapat paripurna DPRD Sulut, Jumat (14/09/2019) akhir pekan lalu.

Olly menyampaikan pada tahun 2018 ditargetkan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara sebesar Rp 3.779.295.766.441, dan pada APBD Perubahan tahun 2018 menjadi Rp 3.823.179.370.474, naik 1,16%, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 1.168.433.686.441menjadi Rp 1.210.466.074.474, naik 3,82%.

Kenaikan ini menurut Dondokambey bersumber dari Pajak Daerah yang pada sebelumnya ditargetkan sebesar Rp 1.000.049.416.000 bertambah sebesar Rp 18.507.514.900 menjadi Rp 1.018.556.930.900.

Kemudian, tahun 2018, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan yang sebelumnya ditargetkan Rp 42.138.250.441 bertambah Rp 10.623.000.000 menjadi Rp 52.761.250.441. Lain-Lain PAD yang sah pada anggaran induk tahun 2018 ditargetkan sebesar Rp 26.250.980.000 bertambah Rp 13.638.621.633 menjadi Rp 39.889.601.633.

“Meskipun terjadi kenaikan pada ketiga sumber tersebut, pada pos Retribusi Daerah terjadi pengurangan target dari yang ditetapkan sebesar Rp 99.995.040.000 berkurang sebesar Rp 736.748.500 menjadi Rp 99.258.291.500,” jelasnya.

Lanjutnya, dalam KUA PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2018, perubahan kebijakan terkait dengan Belanja Daerah meliputi total perkiraan Belanja Daerah dimana alokasi belanja Tahun Anggaran 2018 secara keseluruhan sebesar Rp 4.181.699.182.341 berkurang Rp 100.235.318.441 menjadi Rp 4.081.463.863.900. Belanja Tidak Langsung sebelumnya ditargetkan Rp 2.196.086.886.053 bertambah Rp 85.902.444.579 menjadi Rp 2.281.989.330.632.

Belanja pegawai yang semula dialokasikan sebesar Rp 1.246.295.245.612 berubah menjadi Rp 1.279.014.789.000 bertambah sebesar Rp 32.719.543.388. Belanja subsidi yang semula dialokasikan sebesar Rp 2.000.000.000 tidak mengalami perubahahan. Belanja Hibah yang dianggarkan sebesar Rp 420.197.500.000 mengalami perubahan menjadi Rp 436.397.500.000 bertambah Rp 16.200.000.000. “Belanja Bantuan Sosial dianggarkan sebesar Rp 2.500.000.000 yang akan digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup sosial ekonomi dan masyarakat, tidak mengalami perubahan. Untuk Belanja Bagi Hasil yang sebelumnya dialokasikan sebesar Rp 459.784.140.441 mengalami perubahan menjadi Rp 503.577.041.632 bertambah Rp 43.792.901.191 yang digunakan untuk Dana Bagi Hasil yang bersumber dari pendapatan Provinsi kepada Kabupaten/Kota sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” beber Dondokambey.

Namun, kebijakan Belanja Langsung dalam APBD Perubahan Tahun 2018, yang ditetapkan sebesar Rp 1.985.612.296.288 berkurang Rp 186.137.763.020 menjadi Rp 1.799.474.533.268.

Untuk bantuan keuangan kepada Provinsi Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa yang dialokasikan sebesar Rp 47.000.000.000 tidak mengalami perubahan. “Belanja ini adalah belanja yang disediakan dalam rangka mengantisipasi kegiatan-kegiatan yang sifatnya tidak dapat diprediksi, diluar kendali dan pengaruh Pemerintah Daerah, serta tidak biasa/tanggap darurat, yang tidak diharapkan berulang dan belum tertampung dalam bentuk program dan kegiatan. Tahun Anggaran 2018 Perubahan belanja ini dialokasikan sebesar Rp 7.500.000.000 atau tidak mengalami perubahan,” kunci Dondokambey. [Celebesnews.id]

Penulis : Simon Siagian

Comments are closed.

Check Also

Pemprov Sulut Prioritas Terima Guru di Penerimaan ASN 2018

MANADO, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) memprioritaskan menerima tenaga…