Home CAKRAWALA Jelang Pileg dan Pilpres Pimpinan PKS Dipecat, Ini Alasannya

Jelang Pileg dan Pilpres Pimpinan PKS Dipecat, Ini Alasannya

Komentar Dinonaktifkan pada Jelang Pileg dan Pilpres Pimpinan PKS Dipecat, Ini Alasannya
0
93

JAKARTA, Surat dari Dewan Syariah Pusat (DSP) PKS bernomor 60/T/DSP-PKS/1439 tentang komitmen (Iltizam) kepada jamaah yang membuat Ketua Kaderisasi DPW PKS Jawa Barat Mohammad Sabiqin keluar dari PKS.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Ditengah pemenangan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk pasangan Bacapres/Bacawapres pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. Ketua Kaderisasi DPW PKS Jawa Barat Mohammad Sabiqin mengundurkan diri dari struktural DPW PKS.

Surat bertanggal 15 Agustus 2018 itu berisi rekomendasi kepada DPP PKS untuk memerintahkan kepada setiap kader melakukan ta’ahhud lisan dan tertulis setelah membaca dan memahami tadzkirah sebagai bentuk penguatan komitmen terhadap syariat dan jamaah.

Surat dari Dewan Syariah Pusat (DSP) PKS bernomor 60/T/DSP-PKS/1439 tentang komitmen (Iltizam) kepada jamaah yang membuat Sabiqin keluar dari PKS.

Sabiqin menyampaikan alasannya  memutuskan mundur dari PKS. Alasannya,  dia menolak untuk berbaiat ulang kepada partai pasca putusan Dewan Syariah Pusat (DSP) yang meminta seluruh kader partai untuk berbaiat ulang.

Sabiqin mengatakan, permintaan baiat ulang itu otomatis membatalkan baiat yang telah dilakukan seluruh kader partai.

“Sepemahaman saya, permintaan baiat ulang di mana bagi yang tidak melaksanakan dianggap keluar dari jamaah, itu adalah bentuk pembatalan baiat bagi seluruh kader PKS di manapun berada sejak diterbitkannya Tadzkirah DSP tersebut dan baru dianggap sebagai kader lagi setelah menjalankannya,” ungkap Sabiqin dalam suratnya yang ditulis di Kuningan, Jawa Barat, Jumat (14/9/2018).

“Maka dengan ini saya ikrarkan bahwa saya tidak bersedia berbaiat ulang sebagaimana yang diamanatkan Tadzkiroh DSP,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi, Sabiqin membenarkan surat pengunduran diri itu.

“Betul. Sebab lainnya yaitu karena partai tak bisa mengelola konflik. Bagaimana mau memimpin negara kalau mengelola internal saja gagal,” ungkapnya.

“Yang beda pandangan dipecat dan didorong untuk keluar dari PKS dan akhirnya tidak nyaman saja berada di PKS,” sambung Sabiqin.

Bukan hannya Sabiqin saja yang keluar,tapi ada juga pengurus lainnya mengaku dipecat. Salah satunya, ketua bidang humas DPD PKS Kota Semarang, Arka Atmaja.

Dalam keterangannya, dia menyebut penyebab dirinya dipecat dari jabatannya karena mengkritisi beberapa kebijakan partai yang menurutnya janggal.

“Banyak memang kebijakan yang janggal, yang saya nilai tidak sesuai dgn AD/ART partai. Jadi saya bereaksi untuk melakukan kritik. Sehingga sekarang saya dicopot dari semua jabatan partai,” katanya, Jumat (14/9/2018).

Dirinya pun menyayangkan kultur berpartai saat ini di PKS yang kerap menuntut ketaatan terhadap pimpinan, bahkan bersifat mutlak.

Sehingga menurutnya menutup ruang untuk mengkritisi beberapa kebijakan pimpinan.

“Kewajiban ketaatan kepada pemimpin partai bersifat mutlak disertai dengan dalil-dalil quran yang memaksakan. Tidak boleh kritik pimpinan,” katanya.

Arka juga mempertanyakan mekanisme pemecatannya yang dilakukan sepihak. Mengingat dirinya mengaku belum dikonfirmasi oleh badan penegak disiplin organisasi sebelumnya.

” Sebelum surat pemecatan itu disampaikan, belum ada konfirmasi dari penegakan disiplin organisasi, jadi langsung diganti,” katanya.

Anehnya, menurut Arka, dalam surat keputusan (SK) pemecatan dirinya, hanya dijelaskan bahwa dirinya dipecat karena sikapnya yang kerap berseberangan dengan partai di sosial media. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Nama Alan Christian Singkali Menguat Jadi Ketum GMKI

BOGOR, Delapan nama kandidat yang tampil sebagai calon Ketum GMKI. Nama Alan Christian Sin…