Home CAKRAWALA HUKUM Diperiksa 14 Jam, Nur Mahmudi Tidak Ditahan

Diperiksa 14 Jam, Nur Mahmudi Tidak Ditahan

Komentar Dinonaktifkan pada Diperiksa 14 Jam, Nur Mahmudi Tidak Ditahan
0
45

DEPOK, Dalam kasus Dugaan kasus korupsi pembebasan lahan Jalan Raya Nangka, Tapos, Depok,Jawa Bahrat, mantan Wali Kota Depok ditetapkan sebagai tersangka. Nur Mahmudi diperiksa selama 14 jam di Polres Metro Depok. Dari pukul 09.00-23.45 WIB.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Dugaan kasus korupsi pembebasan lahan Jalan Raya Nangka, Tapos, Depok,Jawa Barat, yang melibatkan mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail sebagai diperiksa Polres Metro Depok selama 14 jam.

Dalam pemeriksaan itu, Nur Mahmudi yang pernah menjabat Walikota Depok dua priode 2005/2010 dan 2010/2015 itu tidak ditahan.

Nur Mahmudi keluar dari ruang pemeriksaan tim penyidik Polres Depok didampingi kuasa hukum Iim Abdul Halim dan sejumlah anggota tim Tipikor Polres Depok dan Polda Metro Jaya Kamis (13/9/2018) malam, pukul 23:45 dan masih terlihat segar dan gagah.

Nur Mahmudi masih melemparkan senyum kesejumlah wartawan. Namun tidak ada satu pun komentar eks Presiden Keadilan itu yang disampaikan saat ditanya wartawan.

“Nanti silakan tanya kuasa hukum saya saja ya,” ujar Nur Mahmudi.

Nur Mahmudi telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembebasan untuk pelebaran Jalan Raya Nangka, Tapos sejak 20 Agustus 2018 lalu.

Dugaan bakal ditetapkan menjadi tahanan ternyata tidak terbukti saat melihat langkah tegap dan ‘gagah’ mantan orang nomor satu di Kota Depok selama dua periode tahun 2005/2010 dan 2010/2015 keluar ruang penyidikan menuju mobil Kijang Innova .

Sementara itu, Pengacara Nur Mahmudi Iim Abdul Halim mengatakan, kliennya dicecar hampir 64 pertanyaan sejak pukul 09:00 hingga pukul 23:30 berkaitan dugaan korupsi pembebasan pelebaran Jalan Raya Nangka, Tapos dan semua pemeriksaan normatif serta dijawab Nur Mahmudi yang juga politisi PKS sesuai arahan.

Menurutnya, pertanyaan yang diajukan oleh tim penyidik Tipikor masih berkisar terhadap pengadaan lahan pembebasan pelebaran Jalan Raya Nangka dilingkungan RW 01, Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos.

“Kami mengajukan penagguhan penahanan dan diterima pihak penyidik Tipikor sehingga klien kami bisa pulang ke rumah,” tuturnya.

Sebelumnya, kasus korupsi pembebasan lahan Jalan Raya Nangka, Tapos sebesar Rp 10 miliar lebih sempat ‘mati suri’ tanpa kelanjutan pemeriksaannya selama lebih sepuluh bulan.

Namun 20 Agustus 2018 pihak Tipikor Polres Depok menetapkan dua tersangka tersebut. Bahkan, kasus ini diduga bakal menyeret sejumlah pejabat terkait lainnya termasuk anggota DPRD Kota Depok yang terlibat dalam pengucuran dana anggaran pembebasan lahan tahun 2015 lalu. [Celebesnews.id]

Penuis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Agus Raharjo Melantik Direktur Penyidikan KPK

JAKARTA, Ketua KPK Agus Raharjo berharap ketiga pejabat baru yang dilantik dapat bekerja d…