Home CAKRAWALA HUKUM Pasca Bertemu Novanto di Tahanan, Pengacara Eni Minta Jangan Sampai Terjadi Intimidasi

Pasca Bertemu Novanto di Tahanan, Pengacara Eni Minta Jangan Sampai Terjadi Intimidasi

Komentar Dinonaktifkan pada Pasca Bertemu Novanto di Tahanan, Pengacara Eni Minta Jangan Sampai Terjadi Intimidasi
0
41

JAKARTA, Seusai bertemu Setya Novanto di tahanan KPK. Tersangka korupsi PLTU-Riau1 Eni Maulani Saragih merasa tidak nyaman.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Kuasa hukum tersangka kasus korupsi PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih mengatakan, membuka lebar pertemuan antara kliennya dengan semua pihak. Namun, jangan sampai ada keinginan dari pihak-pihak tertentu untuk mempengaruhi kesaksian kliennya.

“Ya di situasi seperti ini, kami juga mau menjaga klien kami. Jangan seperti kemarin. Itu saya juga bingung. Kok bisa bertemu begitu dengan Pak Novanto (Sety Novanto)?” ucap Robinson, Selasa (11/9/2018).

Dikemukakan, pertemuan Eni dengan mantan Ketua Umum Partai Golkar terjadi usai olahraga bersama para tahanan. Kemudian, mantan Ketua DPR itu menyambangi sel Eni dan berbicara mengenai kasus hukum yang membelit kliennya.

Pasalnya, dalam kasus Eni juga menyeret Novanto. Karena, uang dugaan korupsi PLTU Riau-1 terkait pembiayaan Munas luar biasa Partai Golkar yang menjadikan Novanto menjabat ketua umum Partai Golkar.

“Intinya apa sih, saya masih harus tahu dulu dari Bu Eni. Tapi, dari ceritanya memang bicara yang tidak mengenakkan,” lanjutnya.

Eni mengaku tidak nyaman atas kedatangan Novanto termasuk isi pesan Novanto pada Eni.

“‎Soal itu tadi sudah saya sampaikan ke penyidik. Penyidik juga konfirmasi ke saya atas kedatangan Pak Novanto menemui saya. Saya sudah jelaskan apa yang disampaikan Pak Novanto semua hal, ada lima,” ucap Eni usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jumat (7/9/2018).

Novanto yang juga eks ketua Umum Golkar itu sempat diinapkan di Rutan Merah Putih KPK karena menjalani pemeriksaan atas kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Saat diinapkan itulah, Novanto menyambangi Eni.‎ Diketahui dua hari berturut-turut, Novanto yang kini jadi penghuni Lapas Sukamiskin, diperiksa sebagai saksi di KPK yakni pada 27 dan 28 Agustus 2018.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan tiga tersangka. Mereka yakni Eni, Johannes Kotjo dan Idrus Marham. Seluruhnya sudah dilakukan penahanan oleh KPK.

Penyidik menduga Idrus mengetahui dan memiliki andil atas penerimaan uang dari Kotjo ke Eni. Sekitar November-Desember 2017, Eni menerima Rp 4 miliar. Bulan Maret-Juni 2018, Eni kembali menerima Rp 2,25 miliar.

Idrus juga diduga telah menerima janji untuk mendapatkan bagian yang sama dengan Eni sebesar 1,5 juta dollar AS yang dijanjikan Kotjo apabila proyek itu bisa dilaksanakan oleh kotjo.

Baik Eni maupun Setya Novanto, sudah satu suara, uang suap mengalir ke Munaslub Golkar pada 2017 silam. Belakangan, Eni mengembalikan uang Rp 500 juta. Terakhir pengurus Partai Golkar juga mengembalikan uang Rp 700 juta ke KPK.

Atas status tersangkanya, Eni telah mengajukan Justice Colloborator pada KPK. Eni bahkan mengungkap dia bisa mengenal Kotjo dari Novanto dan Novanto pula yang menyuruh Eni mengawal proyek tersebut. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Agus Raharjo Melantik Direktur Penyidikan KPK

JAKARTA, Ketua KPK Agus Raharjo berharap ketiga pejabat baru yang dilantik dapat bekerja d…