Home CAKRAWALA DPR Minta Unicorn Jaga Investasi dan Stabilitas Rupiah

DPR Minta Unicorn Jaga Investasi dan Stabilitas Rupiah

Komentar Dinonaktifkan pada DPR Minta Unicorn Jaga Investasi dan Stabilitas Rupiah
0
66

JAKARTA – Sebagai negara dengan populasi yang besar dan jumlah pengguna internet yang terus meningkat, Indonesia perlahan-lahan bergerak menuju ekosistem ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebut 143,26 juta orang Indonesia menggunakan internet pada akhir 2017. Tentunya Indonesia menjadi pasar yang sangat menggiurkan bagi perusahaan rintisan yang bermimpi untuk menjadi unicorn. Saat ini terdapat empat unicorn, yakni GoJek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak.

Berkaitan dengan kondisi melemahnya kurs Rupiah terhadap Dolar AS, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Satya W Yudha meminta, khususnya GoJek tidak melakukan ekspansi ke Vietnam.

“Ditengah pasar ekonomi domestik melemah, kurs Rupiah melemah terhadap Dolar AS, GoJek tidak lakukan ekspansi ke Vietnam. Harusnya, GoJek meningkatkan elektabilitas penguasaan pasar dalam negeri seperti negara China. Pasar dalam negeri masih luas. Pemain didorong untuk menjadi penguasa dalam negeri. Baru kuasai pasar luar negeri. Belajar dari China yang punya keunggulan komparatif dan kompetitif dengan teknologi yang dimiliki,” kata Satya dalam diskusi di Pressroom Komplek Parlemen Senayan, Rabu (12/9/2018) sore.

Menurut dia ekspansi ke Vietnam yang nikmati nanti justru mereka terutama dari sisi value chain. Dalam kesempatan yang sama,  anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan Eva Kusuma Sundari menilai, kehadiran Unicorn ini membantu pemerintah yang sedang berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan inovasi di Tanah Air.

Namun, para unicorn ini seharusnya mampu lebih memahami peran mereka dalam pergerakan ekonomi Indonesia, disaat rupiah tengah melemah.

“Indonesia perlu tingkatkan index kompetisi agar para unicorn tetap stay menggarap pasar dalam negeri, karena potensi kita sangat besar,” ujar dia.

Masih dalam kesempatan yang sama, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mendesak Pemerintah membuat aturan yang jelas soal kinerja para unicorn.

Dia pun menilai, pemerintah kurang antisipasi terhadap perubahan lingkungan bisnis yang bergerak ke arah digital.

“Regulasi tidak ada. Yang sekarang hanya bersifat parsial. Contoh ride sharing hanya diatur PP Menhub. Padahal bisnis unicorn seperti GoJek berkembang luas menjadi 10 bidang. Kita harus bisa maksimalkan manfaatnya bagi kita. Jadi perlu peta jalan dan blueprint yang jelas. Polemik dapat diakhiri kalau regulator memiliki aturan jelas,” pungkas Enny. [Celebesnews.id]

Penulis : Hartono

Comments are closed.

Check Also

Gereja Disegel di Jambi, GMKI Desak Mendagri dan Kapolri Bertanggungjawab

JAKARTA, GMKI mendesak Kementerian Dalam Negeri jangan membiarkan Peraturan Daerah atau pu…