Home CAKRAWALA MANCANEGARA PBB Desak Mesir Hentikan Hukuman Mati Terhadap Tahanan Politik

PBB Desak Mesir Hentikan Hukuman Mati Terhadap Tahanan Politik

Komentar Dinonaktifkan pada PBB Desak Mesir Hentikan Hukuman Mati Terhadap Tahanan Politik
0
37

KAIRO, Dalam Pengadilan Mesir, Pemimpin Ikhwanul Essam el-Erian dan Mohamed Beltagi dijatuhi hukuman mati, sementara Mohamed Badie, pemimpin spiritual Ikhwanul Muslimin, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Kepala hak asasi manusia PBB, Michelle Bachelet meminta Mesir membatalkan hukuman mati massal yang dijatuhkan kepada anggota oposisi, termasuk anggota senior Ikhwanul Muslimin

Diberitakan, Sabtu (8/9/2018) waktu setempat, pengadilan Mesir menyampaikan hukuman mati kepada 75 orang yang terlibat dalam aksi protes 2013 di Rabaa al-Adawiya Square di Kairo yang berakhir mengerikan.

Mereka yang hadir memprotes kudeta militer sebulan sebelumnya, yang menggulingkan presiden pertama Mesir yang dipilih secara bebas, Mohamed Morsi, seorang anggota Ikhwanul Muslimin.

“Jika dilakukan, kalimat-kalimat itu akan mewakili keguguran yang kotor dan tidak dapat diubah lagi,” kata Bachelet, yang lebih jauh menggambarkan persidangan “tidak adil”.

“Tergugat ditolak haknya untuk pengacara individu dan untuk menyajikan bukti, sementara jaksa tidak memberikan bukti yang cukup untuk membuktikan kesalahan individu,” tambahnya dalam sebuah pernyataan.

Dalam Pengadilan Mesir, Pemimpin Ikhwanul Essam el-Erian dan Mohamed Beltagi dijatuhi hukuman mati, sementara Mohamed Badie, pemimpin spiritual Ikhwanul Muslimin, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Secara total 46 orang dijatuhi hukuman seumur hidup, sementara 612 lainnya menerima hukuman penjara mulai dari lima hingga 15 tahun setelah pengadilan massal di Kairo.

Di antara mereka yang dihukum karena hukuman penjara adalah jurnalis foto Mahmoud Abu Zeid, yang dikenal sebagai Shawkan. Ia dijatuhi hukuman lima tahun tetapi harus berjalan bebas untuk waktu dilayani.

Jurnalis Al Jazeera, Abdullah Elshamy, dipenjara sejak dijemput oleh pasukan keamanan pada Agustus 2013 saat meliput pembunuhan di Kairo. Elshamy dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (8/9/2018), Al Jazeera mengutuk vonisnya sebagai kelanjutan dari upaya pemerintah Mesir untuk membungkam Al Jazeera dan para wartawannya dan untuk menghalangi dan mengintimidasi Jaringan dari meliput perkembangan di Mesir. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Senator dan Mantan Capres AS John McCain Meninggal Dunia

ARIZONA, Presiden AS Donald Trump dan mantan Presiden AS Barack Obama mengucapkan belasung…