Home CAKRAWALA Dugaan Korupsi Proyek PLTU Riau-1 Seret Nama Setya Novanto

Dugaan Korupsi Proyek PLTU Riau-1 Seret Nama Setya Novanto

Komentar Dinonaktifkan pada Dugaan Korupsi Proyek PLTU Riau-1 Seret Nama Setya Novanto
0
70

Jakarta, Tersangka korupsi Proyek PLTU Riau 1, bukan hanya Idrus Marham, tetapi juga menyeret Setya Novanto. Uang dugaan korupsi tersebut digunakan untuk Munaslun Partai Golkar, hingga terpilihnya Setya dan Idrus sebagai Ketua Umum dan Sekjen Partai Golkar.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Eni Maulani Saragih mulai ‘bernyanyi’ soal perkara suap PLTU Riau-1 yang menjeratnya. Eni membeberkan, mulai dari adanya perintah untuk mengawal proyek hingga aliran duit ke Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar.

Eni, yang juga Wakil Ketua Komisi VII DPR itu awalnya membeberkan tentang adanya uang suap yang diterimanya untuk keperluan Golkar. Pasalnya, dia menjabat sebagai bendahara Munaslub yang digelar tahun 2017 itu.

“Yang pasti tadi ada ya, mungkin saya terima Rp 2 miliar itu saya terima ada sebagian ke saya ini kan untuk Munaslub Golkar,” kata Eni usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (27/8/2018) lalu.

Eni mulai mengungkap tentang pertemuannya dengan Direktur Utama (Dirut) PT PLN Persero Sofyan Basir dan Johannes B Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd. Perusahaan tersebut merupakan salah satu bagian dari konsorsium proyek PLTU Riau-1.

“Pendalaman dari pertemuan-pertemuan antara saya, Sofyan Basir, dengan Johannes,” ungkap Eni di gedung KPK, Jumat (31/8/2018).

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata megungkapkan, dari hasil pemeriksaan terhadap Eni dan tersangka lainnya, terkuak Idrus Marham sebagai tersangka anyar dalam pusaran perkara itu.

Dalam kasus dugaann korupsi royek PLTU Riau-1 rupanya ada peran Idrus di balik berbagai penerimaan suap Eni.

“IM (Idrus Marham) mengetahui Eni itu menerima uang dan sebagian dari uang itu digunakan untuk Munaslub Golkar, pada saat itu IM sebagai Sekjen Golkar,” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Jumat (31/8).

Dikatakan, ada komunikasi antara si Eni dengan IM dan didukung juga dengan keterangan keterangan dari Johannes Kotjo. Diketahui, Eni itu ketika menerima uang selalu lapor ke Idrus Marham untuk disampaikan.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah membenarkan adanya pengembalian uang dari pengurus Golkar.

“Yang pasti dari pengembalian uang tersebut dengan nilai sekitar Rp 700 jutaan dan keterangan-keterangan yang diberikan kemudian uang tersebut dilakukan penyitaan dan masuk dalam berkas perkara ini,” ujar Febri, Jumat (7/9/2018).

Selain itu, Eni juga mengungkap adanya perintah di balik apapun yang dilakukannya.

“Perintah-perintah dari tentunya bermula dari sebelum saya kenal Pak Kotjo ya. Itu perintah dari Pak Setya Novanto,” kata Eni.

Eni juga mengaku mengenal Kotjo yang terjerat sebagai tersangka yang menyuapnya dari Novanto. KPK tentu tidak mendiamkan hal itu begitu saja. Novanto pernah selama 2 hari berturut-turut diperiksa KPK, tetapi membantah terlibat soal perkara yang menjerat Eni.

Hingga akhirnya Eni mengaku didatangi Novanto langsung.

“Tadi saya sudah menyampaikan kepada penyidik, penyidik menanyakan kepada saya mengkonfirmasi kepada saya atas kedatangan Pak Novanto menemui saya. Saya sudah jelaskan apa yang disampaikan Pak Novanto semua hal ada lima hal, kepada penyidik. Memang apa yang disampaikan oleh Pak Novanto membuat saya kurang nyaman,” kata Eni.

Terkait pernyataan Eni, pengacara Novanto, Maqdir Ismail, membantahnya. “Sepanjang yang saya tahu tidak benar itu dan untuk apa Pak Novanto ancam-ancam Bu Eni,” ujar Maqdir. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Hari Ke 3 Kegiatan Penggalangan Dana DPD AJOI Kepri Untuk Sulteng Panitia Semakin Solid

BATAM – Hari ke – 3 kegiatan Sosial Penggalangan Dana yang di adakan DPD Alian…