Home CAKRAWALA Dukungan 3 Juta Suara Papua untuk Jokowi, Amir: Gubernur Jangan Lecehkan Demokrat

Dukungan 3 Juta Suara Papua untuk Jokowi, Amir: Gubernur Jangan Lecehkan Demokrat

Komentar Dinonaktifkan pada Dukungan 3 Juta Suara Papua untuk Jokowi, Amir: Gubernur Jangan Lecehkan Demokrat
0
231

JAKARTA, “Kalau dia terlalu bersemangat sekali untuk mendukung seorang capres, itu silakan, hak dia melakukan itu. Tapi saya menghimbau agar dilakukan dengan cara-cara yang elegan, jangan melecehkan Partai Demokrat,” kata Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Amir Syamsuddin.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Amir Syamsuddin angkat bicara soal pernyataan Gubernur Papua, yang juga Ketua DPD PD  Lukas Enembe yang mendukung Joko Widodo. Amir mempersilakan Lukas mendukung Jokowi, tapi jangan lantas melecehkan partai yang mengusungnya.

“Kalau dia terlalu bersemangat sekali untuk mendukung seorang capres, itu silakan, hak dia melakukan itu. Tapi saya mengimbau agar dilakukan dengan cara-cara yang elegan, jangan melecehkan Partai Demokrat,” kata Amir kepada wartawan, Kamis (6/9/2018).

Amir menyayangkan pernyataan Lukas Enembe, yang begitu entengnya menyebut bupati-bupati di Papua mendukung Jokowi. Amir mengingatkan PD bukanlah soal seorang Lukas Enembe.

“Demokrat itu di seluruh Indonesia kan jumlahnya besar, paling tidak dia menjaga perasaan kader-kader kita di seluruh Indonesia,” kata Amir.

Amir merasa perlu mengingatkan Lukas karena selama ini Gubernur Papua yang masuk periode kedua ini juga kerap meminta bantuan ke PD, terutama ketika ia tersandung masalah hukum.

“Kenapa saya mengingatkan hal ini? Karena Lukas Enembe selama ini yang saya kenal, di samping keberhasilan dia jadi gubernur dua periode, dia juga tidak lepas dari masalah-masalah, termasuk masalah hukum, yang pelariannya itu akhirnya minta bantuan kepada Pak SBY,” ungkap Amir.

“Pak SBY kemudian membentuk tim pencari fakta untuk membantunya di Papua. Jadi, kalau dia ingin berpihak, berpihaklah secara elegan, tapi jangan melecehkan Partai Demokrat. Karena, ketika dia menjalani masalah hukum yang serius, dia meminta tolong Pak SBY dan kemudian SBY memerintahkan tim PD untuk turun tangan membantu beliau,” lanjut Amir.

Amir menutup pernyataan dengan petuah seorang senior. “Jangan hanya mau enaknya saja. Dia harus ingat ketika susah, saat ada masalah. Tim PD membantu dia sampai persoalan bisa diselesaikan dengan cara yang baik, sehingga mendapatkan solusi maksimal bagi beliau,” pungkasnya.

Sementara itu, Lukas Enembe mendukung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Lukas menegaskan bahwa keputusannya ini tidak ada urusannya dengan Partai Demokrat yang mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Tidak ada urusan. Tidak ada urusan dengan partai,” kata Lukas usai dilantik sebagai Gubernur Papua periode kedua oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Menurut Lukas, politik adalah pilihan masing-masing dan tak harus selalu mengekor ke partai. Ia pribadi mendukung Jokowi karena menilai sosok politisi PDI-P tersebut mengerti masalah Papua.

Hal tersebut, menurut dia, sudah dibuktikan selama empat tahun terakhir pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla berjalan.

“Semua presiden tidak mampu menyelesaikan provinsi Papua. Itu kami catat. Yang terbaik Pak Jokowi, semua persoalan di Papua dia memahami,” ujar Lukas.

Lukas meyakini, seluruh kader Partai Demokrat di Papua akan ikut pada keputusannya mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Ia menegaskan tidak akan keluar dari Partai Demokrat. Namun, ia siap jika diberi sanksi oleh partai. “Saya tidak tahu mereka akan berhentikan saya, tidak tahu,” ujarnya.

Lukas meyakini, keputusannya untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf akan diikuti seluruh masyarakat Papua.

“Harga mati, bungkus, 3 juta suara kita kasih semua ke Jokowi,” kata Lukas seusai dilantik Presiden Jokowi sebagai Gubernur Papua, di Istana Negara, Jakarta, kemarin (5/9/2018)

Gubernur Papua dua periode ini mengatakan mendukung Jokowi karena Jokowi mengerti masalah Papua. Hal itu,  sudah dibuktikan selama empat tahun terakhir pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla berjalan.

“Semua presiden tidak mampu menyelesaikan provinsi Papua. Itu kami catat. Yang terbaik Pak Jokowi, semua persoalan di Papua dia memahami,” ujar Lukas. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Golkar: Dibutuhkan Rakyat Pemimpin yang Merakyat, Bukan Sosok ‘The Winter Soldier’

JAKARTA, “Cari ilustrasi yang pas dong. Jangan ikut-ikutan. Apalagi kalau dicocok-co…