Home CAKRAWALA EKONOMI Atasi Kenaikan Dollar AS, Ini Langkah Presiden Jokowi

Atasi Kenaikan Dollar AS, Ini Langkah Presiden Jokowi

Komentar Dinonaktifkan pada Atasi Kenaikan Dollar AS, Ini Langkah Presiden Jokowi
0
74

JAKARTA, “Saya terus melakukan koordinasi di sektor fiskal, moneter, industri, pelaku-pelaku usaha. Saya kira koordinasi yang kuat ini menjadi kunci sehingga jalannya itu segaris semuanya,” ujar Presiden Joko Widodo.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, melemahnya rupiah atas dolar AS disebabkan faktor eksternal.

Jokowi mengatakan ada banyak faktor eksternal yang mempengaruhi nilai tukar dolar AS hampir mencapai Rp 15.000. Mata uang negara lain juga mengalami hal serupa.

“Ini faktor eksternal yang bertubi-tubi. Baik yang berkaitan dengan kenaikan suku bunga di AS, baik yang berkaitan dengan perang dagang AS dan China, baik yang berkaitan dengan krisis di Turki dan Argentina,” kata Jokowi saat ditemui di Pelabuhan Tj Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018).

Pemerintah terus berkoordinasi dengan otoritas terkait agar rupiah bertahan dari gempuran dolar AS. Demikian pula upaya menjaga kondisi ekonomi agar tak berpengaruh ke kondisi di masyarakat.

“Saya terus melakukan koordinasi di sektor fiskal, moneter, industri, pelaku-pelaku usaha. Saya kira koordinasi yang kuat ini menjadi kunci sehingga jalannya itu segaris semuanya,” ujar Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi mengatakan, pemerintah saat ini fokus mengurangi defisit transaksi berjalan dengan menggenjot ekspor dan mengurangi impor. selain itu, investasi juga harus terus ditingkatkan agar pondasi ekonomi dalam negeri bisa terus diperkuat.

“Kalau ini selesai, itu akan menyelesaikan semuanya. Target saya sudah saya berikan agar dalam satu tahun betul-betul ada perubahan di penyelesaian defisit transaksi berjalan,” kata Jokowi.

Langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah ialah dengan mewajibkan penggunaan solar bercampur minyak kelapa sawit 20% (B20). Hal ini ditempuh untuk memangkas impor minyak, dalam rangka mengurangi defisit transaksi berjalan (current account deficit).

“Ini akan mengurangi impor minyak yang nggak sedikit. Perkiraan kita ini 5 hingga 6 miliar US$. Kemudian kalau CPO kita pakai sendiri untuk B20 maka suplai ke pasar turun, sehingga kami harapkan harga CPO juga naik. Ini sudah merangkak naik,” kata Jokowi.

Selanjutnya, Jokowi melanjutkan, adalah peningkatan kandungan dalam negeri. Hal ini juga guna mengurangi ketergantungan akan impor.

“Ini yang saya sampaikan baik ke kementerian, baik ke swasta maupun kepada BUMN agar local content diperhatikan. Kalau kita bisa pakai semuanya komponen dalam negeri akan ada penghematan 2-3 miliar US$,” ujar Jokowi.

Sementara Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebut meroketnya nilai tukar dolar AS ini membuat kubu oposisi pemerintah mengkritik habis-habisan. Bahkan mengatakan Presiden Joko Widodo gagal.

“Jika rupiah terus melemah, bisa saja ada bank yang rontok, swasta tak mampu bayar utang, default, PHK dan banyak dampak ikutan lain. Pemerintah tak kelihatan berbuat apapun, tak ada intervensi kebijakan yang jitu,” ujar Fadli, Selasa (4/9/2018) .

“Inilah kegagalannya,” tegas Fadli. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Wamenlu: Pemerintah Minta Dukungan Ceko atas Produk-produk Kelapa Sawit Dijual  di Eropa

JAKARTA, Sebanyak 17 juta petani kelapa sawit Indonesia bergantung pemasran produk kepala …