Home CAKRAWALA Penduduk Buta Aksara Tinggal 2,07 Persen

Penduduk Buta Aksara Tinggal 2,07 Persen

Komentar Dinonaktifkan pada Penduduk Buta Aksara Tinggal 2,07 Persen
0
61

JAKARTA – Capaian tahun 2017 berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud, penduduk Indonesia yang telah berhasil diberaksarakan mencapai 97,93 persen. Dengan demikian penduduk yang masih buta aksara hanya tinggal sekitar 2,07 persen atau 3.387.035 jiwa (usia 15-59 tahun). Prestasi ini dinyatakan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD dan Dikmas) Harris Iskandar, berkaitan dengan peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) 2018.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, “Jadi untuk Indonesia masih tersisa 2,07 persen. Maka peringatan HAl yang dirayakan seluruh warga dunia merupakan kesempatan bagi pemerintah dan seluruh masyarakat untuk menyoroti peningkatan tingkat melek huruf di dunia, dan merenungkan tantangan keaksaraan yang tersisa di dunia,” kata Harris Iskandar, dalam acara Taklimat Media, di kantor Kemdikbud, Jakarta, Selasa (4/9/2018) sore.

Menurut dia, peringatan HAI tersebut bertujuan untuk mewujudkan komitmen pemerintah dan mengajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap penuntasan buta aksara,

“Hari Aksara Internasional telah ditetapkan untuk diperingati pada tanggal 8 September melalui Konferensi Umum UNESCO pada tanggal 26 Oktober 1966. Sejak penyelenggaraan HAI pertama pada tahun 1966, acara terus dilakukan oleh dunia setiap tahun sebagai wujud memajukan agenda keaksaraan di tingkat global, regional, dan nasional,” kata dia.

Dia menambahkan bahwa tema HAI tahun ini yang diusung oleh UNESCO adalah ”Literacy and Skills Development”. Dan Kemdikbud menetapkan tema nasional, yakni ”Mengembangkan Keterampilan Literasi yang Berbudaya”.
“Dengan tujuan melihat jenis keterampilan keaksaraan yang dibutuhkan dalam menavigasi masyarakat dan mengeksplorasi kebijakan keaksaraan yang efektif. Karena masih terdapat 11 provinsi memiliki angka buta huruf di atas angka nasional,” kata Harris.

Kesebelas provinsi tersebut adalah, Papua (28,75 persen), NTB (7,91 persen), NTT (5,15 persen).
Sulawesi Barat (4,58 persen), Kalimantan Barat (4,50 peren), Sulawesi Selatan (4,49 persen), Bali (3,57 persen), Jawa Timur (3,47 persen), Kalimantan Utara (2,90 persen), Sulawesi Tenggara (2,74 persen), dan Jawa Tengah (2,20 persen),”

Sedangkan 23 provinsi Iainnya sudah berada di bawah angka nasional. Jika dilihat perbedaan gender, tampak bahwa perempuan memiliki angka buta aksara lebih besar jika dibandingkan dengan laki-laki dengan jumlah, yakni 1.157.703 orang Iaki-laki. dan perempuan 2.258.990 orang.
“Disini perlu peran pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk bersama-sama dalam penuntasan buta aksara.” kata dia. [Celebesnews.id]

Penulis : Hartono

Comments are closed.

Check Also

DPD AJO Indonesia Kepri Turun Kejalan Galang Donasi Untuk Palu-Sigi-Donggala

BATAM Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia Provinsi Kepu…