Home KAWANUA KAWANUA MANADO Ibadah Penutupan Yubelium 150 tahun Keuskupan Manado di Kevikepan Manado

Ibadah Penutupan Yubelium 150 tahun Keuskupan Manado di Kevikepan Manado

Komentar Dinonaktifkan pada Ibadah Penutupan Yubelium 150 tahun Keuskupan Manado di Kevikepan Manado
0
810

MANADO, Kevikepan Manado menggelar ibadah penutupan perayaan Yubileum 150 Tahun Gereja Katolik Bertumbuh Kembali di Keuskupan Manado tingkat Kevikepan di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Minggu (02/09/2018).

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Ibadah penutupan perayaan Yubileum 150 Tahun Gereja Katolik Bertumbuh Kembali di Keuskupan Manado tingkat Kevikepan Manado digelar Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Minggu (02/09/2018).

Ketua panitia, Pastor Frans Mandagi, Pr ke Celebesnews.id mengatakan perayaan Ekaristi digelar sore hari dengan rangkaian acara menarik lainnya. “Usai misa kita gelar berbagai acara menarik. Panitia telah menyediakan berbagai macam door prize untuk diundi dan dibagikan kepada umat yang hadir. Keseluruhan door prize ini adalah sumbangan dari para donator yang berantusias turut serta memeriahkan pagelaran perayaan Yubileum ini,” jelas Pastor Mandagi.

Mandagi mengungkapkan, berbagai kegiatan telah dilaksanakan selama tahun Yubileum yang mengambil tema : “Betapa Mulia Namamu, Ya Tuhan, di seluruh bumi (Mzm 8:10) dan Sub Tema : “Dengan Semangat Yubelium 150 Tahun Gereja Katolik Keuskupan Manado, Berjalan Bersama Semua Orang Dalam Terang Yesus Kristus”.

Untuk tingkat Kevikepan Manado telah digelar Lomba Paduan Suara Dewasa Antar Paroki di Aula Pemkot Manado pada 17 Juni 2018 lalu. “Kegiatan ini diikuti 10 Paroki yang ada di Kevikepan Manado yang menghasilkan juara 1 dan 2 untuk menjadi wakil Kevikepan berlomba di tingkat Keuskupan pada tanggal 11 September 2018 yang akan datang,” beber Mandagi.

Selain itu, lanjut Manadagi, panitia di tingkat Kevikepan juga menyelenggarakan KRK (Kebangunan Rohani Katolik) dengan tema Mukjizat Pembebasan bekerjasama dengan BPK (Badan Pembaruan Karismatik) Keuskupan Manado mengundang tim pelayanan dari Elisabeth Ministry untuk memberikan pelayanan KRK kepada umat yang diselenggarakan di Graha Gubernuran Sulut, Komplek Bumi Beringin Manado pada 8 Agustus 2018 lalu.

“Untuk dapat menyentuh masyarakat lebih luas lagi, panitia juga menyelenggarakan Lomba Paduan Suara Dewasa Campuran Antar Denominasi Gereja di Atrium Mantos 3 pada11 Agustus 2018 lalu.  Diikuti 7 kelompok Paduan Suara yang memperebutkan hadiah dengan total senilai 45 juta rupiah. Pemenangnya adalah YGB Choir dari Paniki, Fire Choir dari GPdI Tikala, serta San Fransesco Chorale dari St. Ignatius Manado,” beber Mandagi.

Untuk mendukung program Pemerintah kota Manado, panitia juga melakukan pemasangan Ornamen Manado Fiesta di tiap-tiap Paroki. Hal ini untuk menunjukkan kemitraan Gereja dan Pemerintah serta kecintaan umat kepada Kota Manado, tambahnya.

Mandagi juga memceritakan, sebagai pembukaan perayaan Yubileum 150 tahun di tingkat Kevikepan Manado, Panitia menyelenggarakan Prosesi Doa Rosario dan Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Bapa Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC sebagai selebran utama dan Uskup Emeritus Mgr. Yosep Suwatan MSC serta para Pastores di Kevikepan Manado selaku co-Selebran di Kawasan Megamas Manado pada 30 April 2018 lalu. “Acara yang dihadiri Wali kota Manado beserta jajaran Forpimda ini diikuti 10 Paroki-paroki yang ada di Kevikepan Manado, dengan jumlah umat yang hadir lebih dari 10,000 orang umat. Selesai prosesi Bunda Maria Hidup, dilanjutkan Perayaan Ekaristi dengan Selebran Utama adalah Bapa Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC. Selesai perayaan Ekaristi, dilaksanakan berkat serta perutusan khusus kepada para Remaja Rasul Rosario dan tentu saja Seremoni Pembukaan Tahun Yubileum untuk tingkat Kevikepan Manado yang dibuka oleh Wali kota Manado, Bapa Uskup beserta para Pastores Kevikepan Manado dengan ditandai pemukulan tetengkoren dan pelepasan kembang api,” ungkap Mandagi.

Sejarah perayaan Jubelium 150 tahun bermula dari peristiwa di babtisnya 24 orang di Kema oleh Pst. Johanes de Vries, SJ pada tanggal 14 September 1868. Peristiwa ini menjadi awal bertumbuh kembalinya Gereja Katolik di Keuskupan Manado. “Kini kejadian tersebut telah 150 tahun berlalu, dan kita mengucap syukur atas semakin bertumbuhnya Gereja Katolik di Keuskupan Manado dalam kurun waktu 150 tahun tersebut. Semoga semua kemeriahan Perayaan Tahun Yubileum ini dapat lebih membangun rasa syukur umat terhadap pertumbuhan iman di Keuskupan Manado pada umumnya dan di Kevikepan Manado khususnya,” kunci Mandagi. [Celebesnews.id]

Penulis : Simon Siagian

Comments are closed.

Check Also

14 Ribu Lebih TNI-Polri bersama Masyarakat Manado Goyang Jembatan Soekarno

MANADO, Sekitar 14.729 anggota TNI-Polri bersama masyarakat kota Manado menggoyang kawasan…