Home CAKRAWALA POLITIK Sistem Politik Kepartaian Mengecewakan, Keluhan Publik Banjiri Medsos

Sistem Politik Kepartaian Mengecewakan, Keluhan Publik Banjiri Medsos

Komentar Dinonaktifkan pada Sistem Politik Kepartaian Mengecewakan, Keluhan Publik Banjiri Medsos
0
85

JAKARTA – Media sosial berpotensi makin gaduh pada tahun politik. Hal ini karena sebelumnya publik sudah kecewa dengan sistem politik kepartaian kita, dan menumpahkannya ke medsos. Demikian dikatakan pengamat politik yang Direktur Presidential Studies DECODE Universitas Gajah Mada (UGM) Nyarwi Ahmad.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Nyarwi Ahmad, dalam diskusi 4 Pilar MPR RI bertema, “Penguatan Partisipasi Politik Masyarakat” di Pressroom Komplek Parlemen Senayan. Jum’at (31/8/2018) siang mengatakan, “Kecewa dengan sistem kepartaian yang diwarnai suasana yang oligarki serta kader yang korup, maka rakyat menumpahkannya kepada medsos yang sangat terbuka, dan bahkan kurang beretika. Dengan aspirasi dan segala sesuatunya melalui medsos, akibat menilai parpol tidak bisa diharapkan, maka mengundang terjadinya perang opini dan dukung mendukung di media sosial (medsos). Tahun politik ini tentu akan membuat medsos makin gaduh, apalagi dicampuri hoax dan fitnah”.

Menurut dia, tidak ada demokrasi tanpa partisipasi publik. Dan berbicara mengenai partisipasi publik, maka idealnya partisipasi itu muncul karena kesadaran. Bukan digerakkan karena iming-iming yang sifatnya sesaat.

“Partisipasi publik yang berkualitas itu, publik berpartisipasi karena sadar betul manfaatnya berpartisipasi, dan memilih pemimpin yang tepat demi masa depan bangsa. Karena ada juga partisipasi yang digerakkan oleh iming-iming tertentu, dan publik hanya berpikir untuk kepentingan sesaat saja. Ini upaya mengakali secara prosedural, agar masih pantas dikatakan berdemokrasi. Namun cara seperti ini tidak akan pernah menyentuh demokrasi,” kata dia.

Nyarwi menambahkan bahwa dalam upaya untuk meningkatkan partisipasi publik yang berkualitas, maka perlu ditegaskan lagi tentang pentingnya edukasi politik dan juga penegakkan hukum.

“Dengan edukasi sejak dini, maka rakyat akan dibangun kesadarannya sebagai subyek, yang suaranya dapat menentukan masa depan bangsa. Bila tidak teredukasi, maka rakyat akan sekedar menjadi obyek yang mudah digerakkan dengan iming-iming tertentu untuk kepentingan perorangan atau kelompok tertentu. Dan peran pers untuk edukasi politik dan peningkatan partisipasi publik sangat penting. Pers harus menjadi pegangan yang terpercaya ditengah begitu maraknya hoax dan fitnah di media sosial,” jelasnya. [Celebesnews.id]

Penulis : Hartono
Editor : Ajie

Comments are closed.

Check Also

Bukti Demokrat Solid, SBY akan Jadi Jurkam Prabowo-Sandi

JAKARTA, “Penegasan Pak Prabowo bahwa Demokrat, Pak SBY, dan AHY bagian utuh dari ti…