Home CAKRAWALA OLAHRAGA Raih Perak di Asian Games, Zohri Rindu Melihat Keluarga Tertimpa Gempa di Lombok

Raih Perak di Asian Games, Zohri Rindu Melihat Keluarga Tertimpa Gempa di Lombok

Komentar Dinonaktifkan pada Raih Perak di Asian Games, Zohri Rindu Melihat Keluarga Tertimpa Gempa di Lombok
0
92

JAKARTA, Diakui Zohri, sudah lama tak pulang ke Lombok, tepatnya setelah mengikuti persiapan Asian Games 2018. Dengan meraih medali perak, atlet estafet 4×100 meter, tim Indonesia akan dipersiapkan dalam Olimpiade Tokyo 2020, tetapi juga 2024 di Paris.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Indonesia meraih medali perak dari cabang olahraga lari estafet 4×100 meter putra di Asian Games 2018. Medali perak diraih dari kuartet pelari Indonesia, yakni Lalu Muhammad Zohri, Fadlin, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara, finis dengan catatan waktu 38,77 detik.

Medali tersebut sekaligus menandai berakhirnya perjuangan Zohri di Asian Games 2018. Dengan medali perak yang diraihnya, Lalu mengaku ingin langsung pulang ke Lombok pada Jumat (31/8/2018) atau tak sampai 24 jam setelah meraih medali perak.

“Saya langsung pulang ke Lombok. Naik penerbangan pertama ke sana,” kata Zohri.

Diakui Zohri, sudah lama tak pulang ke Lombok, tepatnya setelah mengikuti persiapan Asian Games 2018. Rasa rindunya kepada keluarga membuncah, apalagi saat ini keluarganya sedang mengungsi karena gempa
yang mengguncang Lombok Utara beberapa waktu lalu.

Zohri mengaku kabar terkait gempa itu sempat membuat konsentrasinya terpecah. Namun, keluarganya yang berada di pengungsian mampu menguatkan, sehingga dia bisa fokus berjuang di Asian Games 2018.

“Saya memang sedikit terganggu dengan berita itu. Kepikiran juga, sekarang keluarga masih mengungsi di gunung. Namun, mereka meyakinkan saya baik-baik saja dan agar fokus saja ke Asian Games 2018,” ucap Zohri.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjung menyatakan, para pelari yang masih berusia muda di tim estafet tersebut akan diproyeksikan hingga Olimpiade Paris 2024.

Tim ini, lanjut Tigor, tak hanya dipersiapkan untuk Olimpiade Tokyo 2020, tetapi juga 2024 di Paris. Saat 2024, Zohri nanti akan berusia 24 tahun. Di situlah usia emas Zohri.

“Kemudian Bayu, sekarang usianya 21 tahun. Enam tahun lagi, dia sudah 27 tahun. Demikian pula dengan atlet muda lainnya. Di Paris nanti, atlet-atlet kita akan lebih matang,” kata Tigor.

Saat ini, Lalu Muhammad Zohri menjadi pelari paling muda di tim estafet 4×100 meter putra Indonesia. Atlet asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu lahir pada tanggal 1 Juli 2000, atau kini telah berusia 18 tahun.

Pelari termuda kedua yakni Bayu Kertanegara yang berasal dari DKI Jakarta. Ia lahir pada 15 Desember 1997 (21 tahun).

Selanjutnya, pelari termuda ketiga disandang Eko Rimbawan yang berasal dari Kalimantan Tengah. Dia lahir pada 29 Juli 1995 (23 tahun).

Adapun Fadlin menjadi pelari paling senior di tim. Pria asal Lombok, Nusa Tenggara Barat itu lahir pada 28 Oktober 1989 (28 tahun).

Sebelum Asian Games 2018, tim estafet 4×100 meter putra ini sempat berlatih di Amerika Serikat dan mengikuti serangkaian kejuaraan
penting di sana.

Berkat ketekunan dan usaha keras, mereka berhasil mempersembahkan medali perak Asian Games nomor 4×100 meter putra yang pertama untuk Indonesia sejak 1966. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Messi Sumbang Tiga Gol, Barcelona Gulung PSV Eindhoven 4-0

BARCELONA, Megabintang Barcelona Lionel Messi sumbang tiga gol dari empat gol pertandingan…