Home CAKRAWALA POLITIK Hanifan Perindah Panggung Depan Politik

Hanifan Perindah Panggung Depan Politik

Komentar Dinonaktifkan pada Hanifan Perindah Panggung Depan Politik
0
71

JAKARTA – Dalam dunia politik ada istilah panggung depan dan panggung belakang. Dan pesilat Indonesia Hanifan Yudani Kusumah, dinilai pengamat komunikasi politik Universitas Jaya Baya, Lily Arrianie, makin memperindah panggung depan politik kita, dan menimbulkan energi positif karena dilakukan pada momentum yang tepat yaitu kemenangan tim Pencak Silat kita di ajang Asian Games 2018.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Dalam diskusi bertema “Pelukan Jokowi-Prabowo Bakal Dinginan Suhu Politik?” Di Pressroom Komplek Parlemen Senayan, Kamis (30/8/2018) sore, Lily Arrianie mengatakan, “Panggung depan politik memang harus diisi oleh suatu yang positif diterima publik. Biarlah panggung belakang berisi hal-hal negatif dan jangan sampai dilihat publik. Panggung depan politik kita diperindah oleh Hanifan. Saya katakan ini nice idea, nice moment and nice picture. Dia (Hanifan) memanfaatkan prestasi dia meraih emas, bukan untuk sibuk selfie dengan Jokowi dan Prabowo, tapi melakukan suatu yang positif yang memperindah panggung depan politik kita”.

Menurut dia, dengan posisi Hanifan sebagai responden politik, maka punya keleluasaan untuk merangkul Prabowo dan Jokowi. Apa yang dilakukan Hanifan, sulit dilakukan politikus yang sudah terlanjur dalam posisi menjadi promotor kelompoknya.

“Hanifan sebagai responden politik, bisa merangkul, menyatukan Jokowi dan Prabowo. Tapi pak Riza Patria dan pak Ace Hasan Syadzily sulit bahkan, belum tentu bisa melakukan hal yang sama. Ini karena sebagai elit parpol, posisi mereka adalah promotor kedua kubu yang bersaing,” jelasnya.

Mengenai potensi pelukan tersebut untuk membuat ‘adem’ suasana politik kita, Leli menilai bahwa suasana adem tergantung banyak faktor.

“Sekarang ini memang berhasil membuat suasana adem, dan menyatu. Walaupun masih ada komentar nyinyir di medsos. Komentar nyinyir kan berpotensi mengembalikan ke suasana panas. Jadi banyak faktor yang menentukannya. Kan di medsos sering kita lihat orang berkomentar seenaknya, nggak peduli dia guru besar. Juga para elit politik sering menunjukkan komunikasi politik yang buruk tidak simpatik saat berdebat di televisi. Istilahnya justru malah ngomporin suasana yang sudah adem,” ujar Lily. [Celebesnews.id]

Penulis : Hartono
Editor : Ajie

Comments are closed.

Check Also

Bukti Demokrat Solid, SBY akan Jadi Jurkam Prabowo-Sandi

JAKARTA, “Penegasan Pak Prabowo bahwa Demokrat, Pak SBY, dan AHY bagian utuh dari ti…