Home KABUPATEN KABUPATEN MINAHASA UTARA Pemenang Lelang Proyek Jalan Sampiri-Kawangkoan-Kalawat Disinyalir Dibatalkan Sepihak, Warga Terisolir

Pemenang Lelang Proyek Jalan Sampiri-Kawangkoan-Kalawat Disinyalir Dibatalkan Sepihak, Warga Terisolir

Komentar Dinonaktifkan pada Pemenang Lelang Proyek Jalan Sampiri-Kawangkoan-Kalawat Disinyalir Dibatalkan Sepihak, Warga Terisolir
0
687

MINUT – Tanpa sebab yang jelas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara disinyalir membatalkan pemenang Lelang Proyek jalan Sampiri-Kawangkoan-Kalawat. Warga dari 5 desa terisolir.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara disinyalir membatalkan sepihak pemenang Lelang Proyek jalan Sampiri-Kawangkoan-Kalawat. Warga dari 5 desa pun terisolir dari hiruk pikuk masyarakat di Kabupaten Minahasa Utara.

Polemik proyek jalan alternatif Sawangan-Kawangkoan-Kalawat untuk menghindari macet dipusat kota Airmadidi Minahasa Utara menuju Minahasa dan Kota Bitung menuai kecaman warga di 5 Desa.

Jason Tasiam warga Kuwil mengatakan pasca bencana banjir beberapa waktu lalu kami warga Kuwil seakan terisolir dari hiruk pikuk masyarakat di Kabupaten Minahasa Utara.

“Anak sekolah harus mencari jalan alternatif lain untuk sampai disekolah dengan melewati Desa tetangga sekalipun jalan tersebut sangat rusak parah bahkan sampai jatuh korban kecelakaan tunggal akibat jalan yang rusak parah,” ungkapnya.

Lanjut Tasiam, kabar baik berhembus ke warga karena ada upaya pemerintah untuk secepatnya melakukan perbaikan sekaligus pelebaran terhadap jalan tersebut melalui permintaan pemerintah daerah ke instansi terkait di Jakarta dengan memanfaatkan anggaran DAK yang dikucurkan pemerintah pusat ke daerah melalui lelang proyek yang berbandrol miliaran rupiah yang dibagi menjadi 2 paket pekerjaan.

“Pekerjaan ini dapat membantu warga memperbaiki perekonomian. Tapi kabar baik itu berubah seiring terjadinya pembatalan pemenang lelang proyek yang dilakukan oleh Dinas terkait melalui ULP-nya,” ungkapnya.

Pengumuman yang terpampang jelas pemenang lelang tersebut adalah PT Moraya dan PT Efata. Tetapi hingga kini pekerjaan tersebut belum dikerjakan.

“Kami menjadi heran kenapa sudah ada pemenang tetapi pekerjaan tidak dilaksanakan padahal anggarannya sudah jelas ada,” tanya Tasiam.

Senada, Bung Wangania, mempertanyakan kelangsungan proyek. “Ada apa sebenarnya dengan proyek jalan tersebut? Sampai sekarang tidak dikerjakan padahal waktu kerjanya tinggal beberapa bulan. Pemerintah Minahasa Utara harusnya melihat ini sebagai upaya perbaikan infrastruktur untuk memperbaiki ekonomi rakyat di jalur jalan tersebut. Sejauh ini warga 5 desa sangat berharap pemerintah melihat apa kebutuhan warganya, bukan mendiamkannya. Kalau sudah seperti ini kami akan menyambangi Pemkab Minut untuk menanyakan, karena kami sudah cukup sabar menanti perhatian tetapi sepertinya mereka diam. Jangan nanti ada agenda politik daerah baru mencari warga di 5 desa tersebut,” pungkas Wangania. [Celebesnews.id]

Penulis : Simon Siagian
Editor : Ajie

Comments are closed.

Check Also

Hillary Kandou Wakili Indonesia ke Kompetisi Dunia, Pemkab Minut Tutup Mata

MANADO, Siswa berprestasi sepertinya hanya milik orang yang mampu secara ekonomi. Ini terb…