Home CAKRAWALA POLITIK UU Perlindungan Data Pribadi, DPR Masih Menunggu Inisiatif Pemerintah

UU Perlindungan Data Pribadi, DPR Masih Menunggu Inisiatif Pemerintah

Komentar Dinonaktifkan pada UU Perlindungan Data Pribadi, DPR Masih Menunggu Inisiatif Pemerintah
0
71

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Satya Widya Yudha : “Komisi I DPR jelas meminta kepada pemerintah untuk secara pro aktif untuk segera mengajukan usulan atau draf daripada RUU mengenai Perlindungan Data Pribadi ini segera dimasukan untuk menjadi prioritas tahunan.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Hingga kini DPR RI masih menunggu inisiatif dari pemerintah berkaitan dengan pembahasan UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Karena bila DPR yang berinisiatif, maka banyak tahapan yang membuat pembahasannya menjadi lama. Padahal disisi lain sangat urgensi adanya UU tersebut. Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Satya Widya Yudha dalam diskusi Forum Legislasi bertema “Apa Kabar RUU Perlindungan Data Pribadi?” Di Pressroom Komplek Parlemen Senayan, Selasa (28/8/2018) siang.

“Komisi I DPR jelas meminta kepada pemerintah untuk secara pro aktif untuk segera mengajukan usulan atau draf daripada RUU mengenai Perlindungan Data Pribadi ini segera dimasukan untuk menjadi prioritas tahunan. Urgensi adanya UU ini sangat tinggi, dan bila inisiatifnya dari pemerintah bisa cepat selesai UU ini. Sehingga kita bisa segera mengantisipasi kondisi sangat krusial, seperti halnya yang pernah terjadi yaitu adanya kebocoran data Facebook,” kata Satya.

Menurut dia, bila melalui inisiatif DPR, tidak akan memungkinkan untuk bisa selesai pada periode ini. Karena harus sepakat dulu 10 fraksi yang ada, baru bisa dibahas lebih lanjut. Apalagi saat ini anggota DPR sudah disibukkan urusan nyaleg, dengan Daftar Calon Sementara (DCS) sudah keluar dan sebentar lagi Daftar Calon Tetap (DCT).

“Tapi kalau ini inisiatif daripada pemerintah, maka itu kan trobosannya banyak. Pemerintah sudah menyiapkan naskah akademik, sudah melakukan sinkronisasi di antara beberapa Kementerian. Dan DPR bisa cepat membahasnya. Menurut saya, karena kita semua merasa ini sangat mendesak, maka pembahasan antara pemerintah dengan DPR bisa lebih cepat,” kata politisi Partai Golkar tersebut.

Satya menambahkan ada peristiwa meresahkan sehingga Polda Merto jaya sempat kewalahan saat menghadapi adanya satu website yang menggunakan atau menjual data nasabah dari pada sebuah Bank dan itu diperjual belikan.

“Dan harganya itu tidak mahal sekitar Rp. 2.500.000, tapi bisa mengakses dan menggunakan data jumlahnya ada puluhan ribu yang pada saat itu diperjual belikan. Tentu data ini akan dipakai oleh sebuah marketing sebuah produk. Namun kita tentu khawatir bila disalahgunakan, dan bisa digunakan untuk membobol rekening kita. Maka disinilah perlunya perlindungan data pribadi,” jelas Satya. [Celebesnews.id]

Penulis : Hartono
Editor : Ajie

Comments are closed.

Check Also

Sohibul Yakin Politik Uang Tak Kuat Pengaruhnya

JAKARTA – Politik uang hingga kini dianggap sebagai alat yang efektif untuk ‘m…