Home KOTA KOTA MANADO PEMKOT MANADO Belum Miliki Izin, Pengembang AKR Land Dapat Perlakuan Istimewa Pemkot Manado

Belum Miliki Izin, Pengembang AKR Land Dapat Perlakuan Istimewa Pemkot Manado

Komentar Dinonaktifkan pada Belum Miliki Izin, Pengembang AKR Land Dapat Perlakuan Istimewa Pemkot Manado
0
847

MANADO, Perusahaan pengembang perumahan mewah ternama di Indonesia, Kawanua Emerald City dibawah payung AKR Land Development yang beroperasi di Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget Manado disinyalir mendapat perlakuan istimewa dari Pemkot Manado.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, “Belum miliki izin, sebahagian lahannya tidak sesuai dengan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW) dan tengah dalam penanganan Ditreskrimum Polda Sulut dalam kasus sengketa lahan dan pemalsuan dokumen, tapi kenapa perusahaan pengembang perumahan mewah ternama di Indonesia, Kawanua Emerald City dibawah payung AKR Land Development masih bisa meneruskan kegiatan pembangunannya di Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget Manado?,” ungkap aktivis anti korupsi Sulut, Hendra Jacob, Senin (27/08/2018).

Mantan anggota Polri ini juga sempat mempertanyakan tindakan Pemkot Manado melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kota Manado, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dan Pemerintah Kecamatan Mapanget yang disinyalir main mata. “Sepertinya ada dugaan main mata antara pihak AKR Land dan Pemkot Manado. Jelas-jelas ada pelanggaran aturan hukum, yang utama tidak sesuai Perda RTRW. Lokasi itu peruntukannya sebagai lahan pertanian. Sekalipun saat ini mereka lagi mengurus izin, tapi sudah nyata-nyata investor ini nakal. Harusnya perizinan sudah selesai sebelumnya, tapi ini, sudah berdiri bangunan, baru urus izin. Pemkot Manado harus tegas, segel,” tegas bakal calon anggota DPD RI ini.

Pemkot Manado juga dinilai tebang pilih dalam penindakan. “Sepertinya tebang pilih. Dengan AKR, stiker peringatannya langsung di copot, tapi dengan tempat usaha yang lain malah terpasang hingga sekarang. Ini sama saja Pemkot Manado melegalkan kegiatan pembangunan perumahan mewah AKR Land, tanpa memiliki izin,” kritiknya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) kota Manado, Jimmy Rotinsulu melalui akun media sosialnya menjelaskan pihaknya sudah melakukan penindakan dengan mengirimkan surat peringatan dan memasang stiker peringatan.

Kepala Bidang Data, Informasi, Pengaduan, Pengawasan dan Regulasi Dinas PM-PTSP Manado, Steven D. Nangoy, SE secara terperinci mengakui sudah mengirimkan surat pemberitahuan penghentian pekerjaan. “Kita sudah mengirimkan surat tanggal 24 Juli 2018 berupa Surat Peringatan Pertama (SP 1) dgn No Surat : 884/D.21/Pemdal – PTSP/VII/2018 ke manajemen PT. Wenang Permai Sentosa untuk pembangunan di cluster Casa De Viola yang belum melengkapi izin. Kita juga sudah mengirimkan Surat Peringatan Pertama (SP 1) dgn No Surat : 342/D.21/PEMDAL-PTSP/III/2018 ke PT. Harmas Sahbat Perkasa untuk menghentikan kegiatan pembangunan di Cluster Amethyst, Kawanua Emerald City,” jelas Nangoy belum lama ini.

Surat tembusan Sat Pol PP Manado dan Camat Mapanget, tambahnya.

Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Pemkot Manado, Xaverius Runtuwene saat di konfirmasi pekan lalu juga menegaskan segera menyegel beberapa proyek pembangunan perumahan mewah milik AKR Land Development yang terletak di ruas jalan ring road 2 di Kelurahan Paniki Bawah Kecamatan Mapanget, Manado. “Saya akan koordinasikan dengan Dinas PM-PTSP, Pak Charles. Kalau sudah, sesuai dengan ketentuan tentunya kita akan turun untuk menghentikannya,” ujar Kasat Pol PP, Xaverius Runtuwene.

Namun, pantauan Celebesnews hingga akhir pekan lalu, stiker peringatan bertuliskan BANGUNAN INI TIDAK MEMILIKI IZIN yang ditempelkan dinas PM-PTSP Manado tak tampak lagi. Aktifitas pembangunan di kedua lokasi juga perumahan tersebut masih terus berlangsung.

Sementara itu, pihak AKR Land dikonfirmasi melalui bagian Legal dan Litigasi, Panjaitan beberapa waktu lalu mengakui masih belum memiliki izin dan mengalami kendala dalam pengurusan iin terkait Perda RTRW Kota Manado tahun 2014. “”Kata pihak Pemkot Manado, izin akan ditandatangani setelah revisi Perda RTRW Kota Manado ditandatangani Agustus ini. Jadi kita menunggu revisi Perda RTRW ditandatangani, setelah itu izin selesai,” ungkapnya.

Diketahui, beberapa proyek pembangunan PT. AKR Land Development melalui PT. Wenang Permai Sentosa ini belum mengantongi izin dari Pemkot Manado. Sebahagian lahan milik AKR ini juga masih terkendala dengan Perda RTRW kota Manado, dimana peruntukannya sebagai lahan pertanian.

Selain itu, beberapa lahan yang pembangunan awalnya seluas 10 Ha dimulai tahun 2009 lalu dengan di danai empat Bank Pembangunan Daerah (BPD), yakni ; Bank DKI, Bank Riau, Bank Papua dan Bank Sulut yang tergabung dalam sindikasi pembangunan kawasan Grand Kawanua Manado, melalui kesepakatan (Memorandum of Understanding-MoU) pembiayaan senilai Rp 176,9 miliar yang ditandatangani Kamis, 30 April 2009 tengah menghadapi gugatan kasus sengketa lahan yang diperkirakan luasnya mencapai 100 hektar dan pemalsuaan dokumen di Ditreskrimum Polda Sulut. Pengadilan Negeri Manado juga telah mengeluarkan surat penetapan penyitaan di tahun 2017 lalu.

Dalam kasus pemalsuan ini, tahun 2017 lalu Polda Sulut telah menetapkan empat orang tersangka, yakni mantan Kepala BPN Manado, berinisial RW, oknum pengacara IW, AAK sebagai pemilik atau Direktur Utama dan General Manager berinisial JM. [Celebesnews.id]

Penulis : Simon Siagian

Comments are closed.

Check Also

Belum Miliki Izin dan Tak Sesuai Perda RTRW, Pemkot Manado Disinyalir Legalkan AKR Land

MANADO, Belum memiliki izin dan beberapa lahannya tidak sesuai dengan Perda Rencana Tata R…