Home CAKRAWALA MANCANEGARA Surat Paus Fransiskus Kecam Skandal Pelecehan yang Dilakukan Pastur

Surat Paus Fransiskus Kecam Skandal Pelecehan yang Dilakukan Pastur

Komentar Dinonaktifkan pada Surat Paus Fransiskus Kecam Skandal Pelecehan yang Dilakukan Pastur
0
88

VATIKAN, “Dengan rasa malu dan penyesalan, kami mengakui kami tidak melakukan apa yang seharusnya kami lakukan. Kami tidak bertindak pada saatnya dan mengakui besarnya skala kerusakan yang telah diakibatkan kepada banyak orang,” tulis Paus Fransiskus.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Pimpinan Katolik Paus Fransiskus mengecam “kekejaman” pelecehan seksual anak dan langkah yang dilakukan para pemuka agama dalam menutupi berbagai kasus, sebagaimana dituliskan kepada umat Katolik yang berjumlah 1,2 miliar orang.
Surat kepada “Hamba Tuhan” itu berisi seruan untuk mengakhiri “budaya kematian” dalam Gereja, merujuk pada gagalnya upaya menangani pelecehan.

Hasil laporan minggu lalu, laporan juri di Pennsylvania mengungkap terjadinya pelecehan seks selama 70 tahun.

Penyelidikan itu menemukan lebih dari 1.000 anak dilecehkan oleh 300 pastur di negara bagian Amerika Serikat itu.

Ratusan pastor di AS ‘melecehkan ribuan anak’. “Pastor memaksa kami berenang telanjang dan dia menyentuh kami”.

Akibat perbuatan tersebut, mantan Uskup Agung Katolik ditahan dalam kasus pelecehan anak.

Berdasarkan hasil penyelidikan, menemukan bukti sistematis adanya langkah gereja dalam menutup-nutupi sejumlah kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak, yang sebagian besar sudah terlalu lama untuk bisa diproses hukum.

Setelah laporan itu diungkapkan, Vatikan mengatakan Paus membela korban para pastur “predator.”

Vatikan mengatakan inilah untuk pertama kalinya Paus membuat surat untuk seluruh umat Katolik dengan topik pelecehan seks.

Dalam surat berisi 2.000 kata yang dikeluarkan Senin (20/8/2018), Paus menyebut skandal di Amerika Serikat dan mengakui bahwa Gereja Katolik gagal dalam menangani secara lebih cepat.

Ia menggambarkan keperihatinan yang dirasakan para korban yang lama diabaikan, diam atau dibuat diam.

“Dengan rasa malu dan penyesalan, kami mengakui kami tidak melakukan apa yang seharusnya kami lakukan. Kami tidak bertindak pada saatnya dan mengakui besarnya skala kerusakan yang telah diakibatkan kepada banyak orang,” tulis Paus.

“Kami tidak menunjukkan perhatian pada anak-anak. Kami mengabaikan mereka.”

Paus mengutip ayat dalam Kitab Injil bahwa, “Bila ada yang menderita, semua akan menderita” dan ia menyerukan Gereja untuk menghadapi kenyataan atas apa yang terjadi.”

“Penting bagi kita sebagai Gereja, untuk dapat mengakui dan mengecam, dengan kepedihan dan rasa malu, kekejaman yang dilakukan oleh pemuka agama, dan mereka semua yang dipercaya untuk menjalankan misi mengasihi mereka yang sangat rentan. Mari kita meminta maaf atas dosa kita dan dosa orang lain.”

Surat itu dirilis sebelum Paus bertolak ke Irlandia untuk berkhotbah dalam pertemuan keluarga gereja dunia.

Kepala Gereja Katolik Irlandia, Uskup Eamon Martin mengatakan, ia mengharapkan Paus bertemu dengan para korban pelecehan seksual para pastor selama kunjungannya ke Dublin.

Skandal pelecehan seksual terus melanda gereja di seluruh dunia.

Bulan lalu, mantan uskup Washington DC, Theodore McCarrick turun karena tuduhan pelecehan terhadapnya.

Para pejabat gereja Amerika menggambarkan tuduhan yang kredibel bahwa ia melakukan serangan seksual hampir 50 tahun lalu. Namun, McCarrick mengatakan ia tak ingat.

Bulan Mei, Uskup Philip Wilson menjadi pemimpin gereja paling senior di dunia yang didakwa menutupi pelecehan seksual di Australia pada tahun 1970an.

Sementara itu, Badan amal di Irlandia Utara Margaret McGuckin dari Survivors & Victims of Institutional Abuse mengatakan, tanggapan Paus itu terlambat dan ia mengatakan “tak akan ada yang berubah dengan surat itu.”

Anne Barrett-Doyle, direktur situs yang melacak pelecehan seksual yang dilakukan pemuka agama BishopAccountability.org, mengatakan seharusnya perlu ada “tindakan, dan tak banyak kata-kata,” dari Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus perlu menerapkan tindakan disipliner terhadap uskup dan para pemuka agama yang diketahui melakukan pelecehan,” katanya.

Pegiat Irlandia Marie Collins, yang dilecehkan oleh pastor saat ia remaja, menyambut kecaman Gereja atas langkah menutupi, namun mengatakan langkah konkret untuk menuntut pertanggungjawaban diperlukan. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

PBB Desak Mesir Hentikan Hukuman Mati Terhadap Tahanan Politik

KAIRO, Dalam Pengadilan Mesir, Pemimpin Ikhwanul Essam el-Erian dan Mohamed Beltagi dijatu…