Home CAKRAWALA HUKUM Divonis Organisasi Terlarang, JAD Dibekukan

Divonis Organisasi Terlarang, JAD Dibekukan

Komentar Dinonaktifkan pada Divonis Organisasi Terlarang, JAD Dibekukan
0
185

JAKARTA, JAD Dibekukan karena tidak mengetahui kapan organisasi ini didirikan.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Majelis hakim memutuskan membekukan sekaligus menyatakan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) sebagai organisasi terlarang karena terkait terorisme.

Terkait pembubaran itu, Pimpinan JAD Zainal Anshori tidak mengajukan banding atas putusan hakim.

Setelah hakim ketua Aris Bawono Langgeng mengetuk palu vonis, Zainal Anshori langsung mengacungkan jari telunjuk dan bertakbir di Pengadilan Negeri Jaksel, Jl Ampera Raya, Selasa (31/7/2018).

“Allahuakbar,” kata Zainal.

Zainal langsung berdiskusi dengan pengacara JAD, Asludin Hatjani, terkait vonis tersebut. Pihak pengacara menyatakan tidak mengajukan banding.

“Setelah dipertimbangkan, klien kami memutuskan tidak mengajukan banding,” kata Asludin.

Majelis hakim memutus pembekuan JAD dan membayar denda sebesar Rp 5 juta. Hakim menyatakan JAD sebagai korporasi yang mewadahi aksi terorisme.

“Menyatakan terdakwa Jamaah Ansharut Daulah atau JAD terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, menetapkan dan membekukan organisasi JAD berafiliasi dengan ISIS (Islamic State in lraq and Syria) atau DAESH (Al-Dawla Ill-Sham) atau ISIL (Islamic State of Iraq and Levant) atau IS (Islamic State) dan menyatakan sebagai korporasi yang terlarang,” ujar hakim Aris.

JAD dijerat dalam Pasal 17 ayat 1 dan ayat 2 juncto Pasal 6 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sebagaimana telah ditetapkan menjadi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2003.

Terkait pembekuan JAD, Direktur Pelaksana Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikalisasi (PAKAR) Adhe Bhakti menjelaskan soal cara pandang redaksional hakim soal penggunaan kata “pembekuan”. Hakim, kata dia, menggunakan kata “membekukan” karena tidak pernah diketahui kapan JAD terbentuknya.

“JAD ini tidak pernah terbentuk, gimana dibubarkan? Kalau ormas mungkin dibubarin karena ada badan hukumnya. Karenanya, terminologi dipakai hakim adalah dibekukan,” kata Adhe di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (31/7/2018).

Makna pembekuan, juga terkait dengan dilarangnya organisasi JAD untuk beraktivitas. Ini pun berlaku untuk organisasi lainnya yang terafiliasi dengan ISIS, Al Dawla Al Sham (DAESH), Islamic State in Iraq and Levant (ISIL), dan Islamic State (IS).

“Jadi ingat di belakang (hakim) juga disebutkan bahwa dilarang organisasi terafiliasi dengan ISIS, DAESH, ISIL, dan IS, itu pelarangan,” Adhe menjelaskan. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Kapolri Berharap Kabareskrim Baru Dapat Membuat Gebrakan Baru

JAKARTA, Penanganan SDM di tubuh Polri selama Irjen Arief Sulistyanto semakin lebih baik, …