Home KOTA KOTA MANADO PEMKOT MANADO Izinkan Buang Sampah di Trotoar, Wali kota Manado Beri Signal Akan Copot Camat Mapanget

Izinkan Buang Sampah di Trotoar, Wali kota Manado Beri Signal Akan Copot Camat Mapanget

Komentar Dinonaktifkan pada Izinkan Buang Sampah di Trotoar, Wali kota Manado Beri Signal Akan Copot Camat Mapanget
0
674

MANADO, Wali kota Manado, G.S Vicky Lumentut  memberi signal akan mencopot Camat Mapanget, Reintje A. Heydemans dari jabatannya terkait kebijakannya mengizinkan warga membuang sampah di trotoar jelang malam hari.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Kebijakannya Camat Mapanget, Reintje A. Heydemans yang mengizinkan warganya membuang sampah di trotoar jelang malam hari mendapat peringatan keras dari Wali kota Manado, G.S. Vicky Lumentut.

“Salah kalau Camat suruh buang sampah di trotoar, alamat dapat ganti itu!,” tegas Wali kota Manado, G.S. Vicky Lumentut ke sejumlah wartawan usai mendaftarkan Caleg partainya di kantor KPU Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (17/07/2018) sore.

Lumentut juga mengatakan akan mengecek kembali kebijakan yang dilakukan Camat Mapanget. “Nanti saya cek lagi. Karena saya masih sibuk dengan ini,” jelas Lumentut lagi.

Diketahui Camat Mapanget, Reintje A. Heydemans dalam menanggapi pemberitaan Celebesnews.id berjudul: ‘Sampah pun Parkir di Trotoar Tugu Adipura Manado‘ yang di posting di sebuah grup WA, Kamis (12/07/2018) malam mengakui mengizikan warganya membuang sampah dia atas trotoar pejalan kaki.

“Jam pengangkutan sampah di lokasi tsb jam 4 subuh. Tdk masalah karena malam merupakan jam buang sampah” tulis Camat Mapanget, Reintje A. Heydemans menanggapi pemberitaan Celebesnews.id berjudul: ‘Sampah pun Parkir di Trotoar Tugu Adipura Manado‘ yang di posting di sebuah grup WA, Kamis (12/07/2018) malam.

Heydemans berdalih pernyataannya sudah sesuai dengan Perda saat Celebesnews.id menanyakan apakah jawaban Camat berarti kalau malam warga boleh bebas buang sampah di trotoar. “Perda mengatur jam buang sampah 6 sore s.d jam 6 pagi. Lagian tidak diperkenankan lagi utk membuat bak sampah. Intinya sampah dilokasi tsb subuh sudah diangkat oleh petugas kebersihan. Saya rasa hal ini tdk perlu di persoalkan,” jawab Heydemans.

Camat yang kepemimpinannya banyak dikeluhkan bawahannya ini pun sempat menuding masyarakat yang kurang sadar kebersihan. “Masyrakat membuang sampah malam hari dan subuh s.d jam 7 pagi petugas kebersihan mengangkutnya. Kan sudah dijelaskan tadi. Dilokasi tsb subuh sampah sudah diangkat. Dan siangnya tidak ada lagi sampah. Klau masyarakat sadar dan tau bahwa itu trotoar jangan buang disitu tapi taru aja didepan rumah nanti petugas kebersihan jemput,” tulis Camat yang Februari lalu sempat tenar dengan beredarnya rekaman pembicaraan telepon salah seorang Kepala Lingkungan dengan wartawan terkait dugaan permintaan Camat untuk setor sebesar Rp 1 juta per lingkungan yang mendapat dana PBL.

Bahkan secara eksplisit Camat menuding wartawan Celebesnews turut serta membuang sampah di trotoar pejalan kaki. “Jangan2 anda juga yg buang sampah disitu. Klau itu betul. Mulai bsk taru aja di muka rumah nanti petugas kebersihan jemput, agar yg lain tidak ikut2an buang disitu,” tulis Heydemans.

Tindakan Camat Mapanget ini jelas sangat bertentangan dengan Perda Kota Manado nomor 7 tahun 2006 tentang Pengelolaan Persampahan dan Retribusi Kebersihan. Pada pasal 2 ayat 1 sangat jelas di tulis tentang larangan membuang atau meletakan dan/atau menyuruh orang membuang hasil sisa-sisa kotoran atau sampah pada tempat yang bukan peruntukannya di tempat-tempat umum, pusat perbelanjaan, pasar, terminal, pelabuhan, jalan umum, kawasan wisata, kawasan perkantoran, pelataran umum, emperan atau selasar pertokoan, jalan, trotoar, parit, selokan, sungai kecuali pada tempat penampungan sampah yang ditetapkan pemerintah daerah.

Terkait larangan membuat bak sampah, terindikasi Camat Mapanget alpa memahami pasal 1 huruf K Perda nomor 7 tahun 2006 yang menyebutkan ‘Tempat penampungan Sementara Sampah (TPS) ialah TPS komunal, bak sampah kontainer sampah atau gerobak sampah yang diperuntukan untuk penampungan sampah sebelum diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA)’.

Fungsi trotoar juga ditegaskan pada pasal 34 ayat 4 Peraturan Pemerintah nomor 34 tahun 2006 tentang Jalan juga sudah menegaskan “Trotoar sebagaimana dimaksud pada ayat (3) hanya diperuntukkan bagi lalu lintas pejalan kaki.”

Mengacu pada pasal 43 Undang-undang Negara Kesatuan Republik Indonesia nomor 18 tahun 2008 (UU NKRI No. 18 tahun 2008), tentang Pengelolaan Sampah, tindakan Camat Mapanget, Reintje A. Heydemans termasuk tindak pidana kejahatan. Sesuai pasal 40 dari UU NKRI No. 18 tahun 2008, tentang Pengelolaan Sampah, diancam pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 10 tahun dan di denda sebesar Rp 100 juta hingga Rp 5 miliar.

Terkait trotoar pejalan kaki sebagai fasilitas pendukung penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan telah diatur pada pasal 45 ayat 1 dan 2 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Ketersediaan fasilitas trotoar merupakan hak pejalan kaki yang telah disebut dalam Pasal 131 ayat (1) UU LLAJ. Ini artinya, trotoar diperuntukkan untuk pejalan kaki, bukan untuk orang pribadi. Mengenai larangan penyalahgunaan trotoar sebagai perlengkapan jalan, telah diatur pada Pasal 28 ayat (2) UU LLAJ.

Penyalahgunaan fungsi trotoar pejalan kaki juga diataur pada Pasal 275 ayat (2) UU LLAJ), dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah). [Celebesnews.id]

Penulis : Simon Siagian

Comments are closed.

Check Also

Sat Pol PP Manado Akan Segel Perumahan Mewah Milik AKR Land Development

MANADO, Pemkot Manado melalui Satuan Polisi Pamong Praja segera menyegel beberapa proyek p…