Home KAWANUA KAWANUA MANADO Kangkangi UU dan PP, Camat Mapanget Izinkan Buang Sampah di Trotoar

Kangkangi UU dan PP, Camat Mapanget Izinkan Buang Sampah di Trotoar

Komentar Dinonaktifkan pada Kangkangi UU dan PP, Camat Mapanget Izinkan Buang Sampah di Trotoar
0
916

MANADO, Camat Mapanget, Reintje A. Heydemans memperbolehkan warganya membuang sampahnya di atas trotoar pejalan kaki dengan dalih sudah sesuai Perda Kota Manado nomor 7 tahun 2006.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, “Jam pengangkutan sampah di lokasi tsb jam 4 subuh. Tdk masalah karena malam merupakan jam buang sampah” tulis Camat Mapanget, Reintje A. Heydemans menanggapi pemberitaan Celebesnews.id berjudul : ‘Sampah pun Parkir di Trotoar Tugu Adipura Manado’ yang di posting di sebuah grup WA, Kamis (12/07/2018) malam.

Heydemans berdalih pernyataannya sudah sesuai dengan Perda saat Celebesnews.id menanyakan apakah jawaban Camat berarti kalau malam warga boleh bebas buang sampah di trotoar. “Perda mengatur jam buang sampah 6 sore s.d jam 6 pagi. Lagian tidak diperkenankan lagi utk membuat bak sampah. Intinya sampah dilokasi tsb subuh sudah diangkat oleh petugas kebersihan. Saya rasa hal ini tdk perlu di persoalkan,” jawab Heydemans.

Camat yang kepemimpinannya banyak dikeluhkan bawahannya ini pun sempat menuding masyarakat yang kurang sadar kebersihan. “Masyarakat membuang sampah malam hari dan subuh s.d jam 7 pagi petugas kebersihan mengangkutnya. Kan sudah dijelaskan tadi. Dilokasi tsb subuh sampah sudah diangkat. Dan siangnya tidak ada lagi sampah. Klau masyarakat sadar dan tau bahwa itu trotoar jangan buang disitu tapi taru aja didepan rumah nanti petugas kebersihan jemput,” tulis Camat yang Februari lalu sempat tenar dengan beredarnya rekaman pembicaraan telepon salah seorang Kepala Lingkungan dengan wartawan terkait dugaan permintaan Camat untuk setor sebesar Rp 1 juta per lingkungan yang mendapat dana PBL.

Bahkan secara eksplisit Camat menuding wartawan Celebesnews turut serta membuang sampah di trotoar pejalan kaki. “Jangan2 anda juga yg buang sampah disitu. Klau itu betul. Mulai bsk taru aja di muka rumah nanti petugas kebersihan jemput, agar yg lain tidak ikut2an buang disitu,” tulis Heydemans.

Pernyataan Camat Mapanget ini sangat bertentangan dengan Perda Kota Manado nomor 7 tahun 2006 tentang Pengelolaan Persampahan dan Reribusi Kebersihan. Pada pasal 2 ayat 1 sangat jelas ditulis tentang larangan membuang atau meletakan dan/atau menyuruh orang membuang hasil sisa-sisa kotoran atau sampah pada tempat yang bukan peruntukannya di tempat-tempat umum, pusat perbelanjaan, pasar, terminal, pelabuhan, jalan umum, kawasan wisata, kawasan perkantoran, pelataran umum, emperan atau selasar pertokoan, jalan, trotoar, parit, selokan, sungai kecuali pada tempat penampungan sampah yang ditetapkan pemerintah daerah.

Terkait larangan membuat bak sampah, terindikasi Camat Mapanget alpa memahami pasal 1 huruf K Perda nomor 7 tahun 2006 yang menyebutkan Tempat penampungan Sementara Sampah (TPS) ialah TPS komunal, bak sampah kontainer sampah atau gerobak sampah yang diperuntukan untuk penampungan sampah sebelum diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Terkait penyediaan trotoar pejalan kaki sebagai fasilitas pendukung penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan telah diatur pada pasal 45 ayat 1 dan 2 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Penting diketahui, ketersediaan fasilitas trotoar merupakan hak pejalan kaki yang telah disebut dalam Pasal 131 ayat (1) UU LLAJ. Ini artinya, trotoar diperuntukkan untuk pejalan kaki, bukan untuk orang pribadi. Mengenai larangan penyalahgunaan trotoar sebagai perlengkapan jalan, berdasarkan Pasal 28 ayat (2) UU LLAJ, setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan.

Ancaman pidana juga mengintai orang yang menggunakan trotoar sebagai milik pribadi dan mengganggu pejalan kaki:

1. Ancaman pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah), sesuai Pasal 274 ayat (2) UU LLAJ); atau

2. Ancaman pidana penjara kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)  sesuai Pasal 275 ayat (1) (UU LLAJ) juga mengintai setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, fasilitas Pejalan Kaki, dan alat pengaman Pengguna Jalan.

Selanjutnya, fungsi trotoar juga ditegaskan pada pasal 34 ayat 4 Peraturan Pemerintah nomor 34 tahun 2006 tentang Jalan disebutkan “Trotoar sebagaimana dimaksud pada ayat (3) hanya diperuntukkan bagi lalu lintas pejalan kaki.” [Celebesnews.id]

Penulis : Simon Siagian

Comments are closed.

Check Also

Mulai Cerdas, Camat Mapanget Mobilisasi Motor Sampah Atasi Sampah Warganya

MANADO, Setelah beberapa hari mendapat kritikan terkait pengelolaan sampah, akhirnya Camat…