Home CAKRAWALA Polemik PPDB Sistem Zonasi Harus Diatasi Kemendikbud dan Kemendagri

Polemik PPDB Sistem Zonasi Harus Diatasi Kemendikbud dan Kemendagri

Komentar Dinonaktifkan pada Polemik PPDB Sistem Zonasi Harus Diatasi Kemendikbud dan Kemendagri
0
89

JAKARTA – Masalah sistem zonasi dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2018 menjadi perhatian Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Menurut Bambang, harus ada solusi cepat menyusul kebijakan berdasar Permendikbud Nomor 17 tahun 2017 tentang PPDB yang menimbulkan persoalan itu.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Bamsoet panggilan Bambang mengatakan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) harus segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait penerapan sistem zonasi.

Kemendikbud dan Kemendagri harus segera berkoordinasi. Ini demi menyatukan visi, misi, serta pemahaman terhadap sistem zonasi dalam PPDB agar tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat,” ujar Bamsoet dalam pernyataan persnya yang diterima Rabu (11/7/2018) sore.

Legislator Partai Golkar itu juga mendorong Kemendikbud segera mengkaji dan mengevaluasi penerapan sistem zonasi PPDB tahun ini. Sebab, di tingkat lapangan ada persoalan yang justru tak terselesaikan oleh sistem zonasi.

Sebagai contoh, ada sekolah-sekolah di daerah yang menghadapi keterbatasan daya tampung. Ada pula calon siswa yang tiba-tiba berpindah tempat.

Sistem zonasi yang mewajibkan sekokah menerima 90 persen calon siswa yang tinggal di lokasi terdekat sekolah juga tak sepenuhnya efektif.

“Masih banyak daerah yang belum sepenuhnya mengadopsi sistem zonasi,” ujar anggota DPR dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah tersebut.

Maka Bamsoet meminta Kemendikbud bersama dengan pemda melakukan sosialisasi sistem zonasi ke setiap sekolah-sekolah dan orang tua siswa guna meminimalisasi polemik di masyarakat.

“Agar sistem zonasi tersebut dapat berjalan secara efektif,” pungkas dia. [Celebesnews.id]

Penulis : Hartono

Comments are closed.

Check Also

Buwas: Miris Negara Seperti Indonesia Impor Pangan

JAKARTA, “Jika petani tidak didukung, mereka akan kehilangan semangat menanam dan na…