Home CAKRAWALA Panitia Rembuk Nasional 98′ Bantah Terima Uang Deklarasi Dukung Jokowi

Panitia Rembuk Nasional 98′ Bantah Terima Uang Deklarasi Dukung Jokowi

Komentar Dinonaktifkan pada Panitia Rembuk Nasional 98′ Bantah Terima Uang Deklarasi Dukung Jokowi
0
113

JAKARTA, “Yang pasti berita itu nggak benar. Itu cerita dalam cerita. Itu sama saja misalnya cerita ada temannya dulu dia nyolong mangga sama Arief Poyuono. Di mana ada gula pasti ada semut. Nggak mampu cari panggung di sana, cari di sini,” ujar Ketua Panitia Nasional Sayed Junaidi Rizaldi.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Tudingan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengklaim ada salah satu peserta acara yang mendapat uang dalam acara Rembuk Nasional Aktivis ’98’ dalam acara yang juga ada deklarasi dukungan kepada Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019 dibantah langsung Ketua Panitia Rembuk Nasional Aktivis ’98, Sayed Junaidi Rizaldi.

“Yang pasti berita itu nggak benar. Itu cerita dalam cerita. Itu sama saja misalnya cerita ada temannya dulu dia nyolong mangga sama Arief Poyuono. Di mana ada gula pasti ada semut. Nggak mampu cari panggung di sana, cari di sini,” ujar Sayed kepada wartawan,Kamis (12/7/2018).

Menurut Sayed, acara Rembuk Nasional Aktivis ’98 yang digelar pada Sabtu (7/7/2018) sejak awal bertujuan untuk mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi. Dukungan itu, merupakan hasil musyawarah yang dilakukan oleh 600 perwakilan aktivis.

“Ada peserta yang rembuk di lantai 6, salah satu poinnya jadi itu. Bukan sekonyong-konyong kita bikin acara untuk dukung Jokowi. Mereka berembuk, hampir 600 orang. Perwakilan daerah 10 orang, ada dari perwakilan kampus, sekitar 63-64 kampus. Maka ada pimpinan sidang, ada moderator,”ucapnya.

Sayed pun mengingatkan, Aktivis ’98 bukan hanya terdiri atas mahasiswa sehingga masyarakat dari latar belakang apa saja bisa hadir dalam acara yang digelar Aktivis ’98.

“Masyarakat hadir sah-sah saja, gerakan ’98 bukan hanya mahasiswa. Gerakan ini lahir dari penderitaan rakyat. Itu gerakan moral,” tegas Sayed.

Dia pun menyebut gerakan ’98 sama seperti ketika masa perjuangan 1945, yang berbuah pada kemerdekaan Indonesia dari penjajah. Aksi pada 1998 itu, kata Sayed, mampu menumbangkan rezim Presiden Soeharto yang otoriter.

“Melahirkan demokrasi di negeri ini. Sekarang orang bebas bicara. Tapi ternyata merdeka dan demokrasi belum cukup. Ada ancaman baru, ideologi transnasional yang melawan kearifan daerah, intoleransi, radikalisme yang berbuah pada aksi teror, membunuh orang yang tidak bersalah,” sebut dia.

Karena itu, Rembuk Nasional Aktivis ’98 dilakukan. Acara rembuk itu melahirkan sejumlah poin, mulai meminta korban reformasi mendapat gelar pahlawan, meminta agar ada Hari Bhinneka Tunggal Ika, hingga dukungan kepada Jokowi agar bisa menjadi presiden dua periode.

“Perkara ada Jokowi dan Prabowo Subianto (Ketum Gerindra) keduanya sama-sama anak bangsa. Kalau mereka mau bikin (aksi tandingan), ya silakan bikin. Kan mereka aktivis. Parameter mereka itu presiden harus jenderal,” ucap Sayed.

Sayed sekali lagi membantah adanya bagi-bagi uang di acara Rembuk Nasional Aktivis ’98. “Ngapain bagi-bagi uang, sedangkan masalah pertama bukan itu (deklarasi dukungan ke Jokowi),” tambahnya.

Sebelumnya Arief Poyuono membagikan kisahnya soal seorang teman yang hadir dalam Rembuk Nasional Aktivis ’98. Dia mengaku heran terhadap Aktivis ’98 yang kemudian mendeklarasikan dukungan ke Jokowi pada acara itu.

Poyuono menduga acara yang dihadiri oleh Jokowi tersebut digerakkan uang. Dia menyebut Udin, teman kecilnya, mengaku dibayar untuk ikut aksi.

“Jadi bingung saya sama kawan-kawan yang klaim Aktivis ’98 yang bikin rembuk Aktivis ’98. Si Udin ngaku dibayar Rp 75 ribu,” klaim Poyuono lewat broadcast melalui aplikasi WhatsApp. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Buwas: Miris Negara Seperti Indonesia Impor Pangan

JAKARTA, “Jika petani tidak didukung, mereka akan kehilangan semangat menanam dan na…