Home CAKRAWALA POLITIK Koalisi Pecah, Jokowi Sulit Pimpin Pemerintahan

Koalisi Pecah, Jokowi Sulit Pimpin Pemerintahan

Komentar Dinonaktifkan pada Koalisi Pecah, Jokowi Sulit Pimpin Pemerintahan
0
273

JAKARTA – Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menilai adanya Pilpres yang diawali proses penentuan CapresCawapres pada Agustus 2018 ini, justru bisa mempersulit Presiden Jokowi Padahal disisi lain Jokowi harus memimpin pemerintahannya hingga Oktober 2019 mendatang.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, “Menurut saya pak Jokowi dalam posisi agak sulit hari-hari ini. Ini karena pertama beliau incumbent. Disisi lain pemerintahan yang dipimpinnya baru akan berakhir Oktober 2019, sementara pemerintahannya di dukung oleh koalisi partai-partai. Nah kalau partai anggota koalisi tidak kompak mendukung pak Jokowi, maka pak Jokowi menang atau kalahpun, hubungan di pemerintahan jadi tidak enak. Kinerja pun pasti terganggu. Inilah sulitnya,” kata Hinca dalam diskusi bertema “Menakar Cawapres 2019. Partai Koalisi Solid atau Pecah Kongsi” di Pressroom Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (12/7/2018) sore.

Menurut dia awal Agustus nanti baru bisa terlihat gelagat apakah parpol yang menjadi anggota koalisi parpol-parpol pendukung pemerintahan Jokowi – JK tetap solid, atau pecah kongsi.

“Bila pecah kongsi maka terbuka kemungkinan akan muncul poros ketiga,” kata dia.

Menurut dia walaupun Presiden Jokowi sudah sangat kuat menjadi Capres,  namun ada pertanyaan yang menjadi variabel kunci, yaitu siapa Cawapresnya.

Sedangkan variabel kedua adalah waktu

yang tersisa sudah sangat mepet. Tinggal 29 hari lagi.

“Ini tentu akan membuat peta persaingannya kian menarik. Yang selain Jokowi pasti ingin mengintip siapa sih cawapresnya. Dan secara etis yang incumbent lah yang umumkan lebih dahulu. Baru para penantangnya, yang umumkan. Repotnya itu kalau Jokowi mengumumkan di menit-menit terakhir,” kata Hinca.

Saat ditanya tentang sikap Partai Demokrat, dia mengatakan bahwa masih terbuka kemungkinan untuk mendukung Jokowi, mendukung Prabowo atau mengusung calon sendiri.

“Jadi masih ada tiga opsi, mendukung Jokowi, mendukung Prabowo atau mengusung sendiri. Prinsipnya jangan sampai Jokowi melawan kotak kosong. Kemenangan kotak kosong di Makasar cukup jadi pelajaran berharga bagi demokrasi kita. Kami fokus caleg sampai tanggal 17 Juli. Setelah itu kami bicarakan capres-cawapres. Mengenai apakah ada poros ketiga atau hanya dua, itu terjawab setelah Jokowi umumkan cawapresnya,” kata dia.  [Celebesnews.id]

Penulis : Hartono

Comments are closed.

Check Also

Bukti Demokrat Solid, SBY akan Jadi Jurkam Prabowo-Sandi

JAKARTA, “Penegasan Pak Prabowo bahwa Demokrat, Pak SBY, dan AHY bagian utuh dari ti…