Home CAKRAWALA HUKUM Kasus Menggantung 17 Tahun, Koruptor Tol JORR Ditahan di Lapas Cipinang

Kasus Menggantung 17 Tahun, Koruptor Tol JORR Ditahan di Lapas Cipinang

Komentar Dinonaktifkan pada Kasus Menggantung 17 Tahun, Koruptor Tol JORR Ditahan di Lapas Cipinang
0
103

JAKARTA, Berdasarkan penetapan Ketua PN Jakpus no 189/PID.B/1998 tanggal 7 Oktober 2002 yang menetapkan penangguhan penahanan pelaksanaan eksekusi atas nama Thamrin Tanjung sampai menunggu keputusan permohonan grasinya.

CELEBES NEWSBerita Terbaru, Setelah 17 tahun hukuman menggantung, akhirnya koruptor Tol JORR, Thamrin Tanjung, dijebloskan ke penjara. Setelah putusan hukumnya berkekuatan hukum tetap. Thamrin divonis 2 tahun penjara dan denda Rp 25 juta.

Pada Rabu (11/7/2018), Thamrin Tanjung merupakan terpidana dalam kasus tindak pidana korupsi dalam penerbitan CP-MTN PT Hutama Karya dengan nilai Rp 1,05 triliun dan USD 471.000.000. Dia divonis sejak Oktober 2001 lalu.

Kepala Dinas Penerangan Hukum Kejati DKI Nirwan Nawawi mengatakan, ditangguhkannya Thamrin berdasarkan penetapan Ketua PN Jakpus no 189/PID.B/1998 tanggal 7 Oktober 2002 yang menetapkan penangguhan penahanan pelaksanaan eksekusi atas nama Thamrin Tanjung sampai menunggu keputusan permohonan grasinya.

Thamrin ditangkap pasa Selasa (10/7/2018), di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan. Thamrin langsung digelandang ke Kejari Jakarta Pusat. Selanjutnya, Thamrin pun langsung dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur.

“Pukul 11.00 WIB tadi, terpidana (Thamrin) ditempatkan di LP Cipinang,” imbuh Nirwan.

Kasus ini ini bermula pada tahun 1999. Saat itu terjadi kasus korupsi dalam proyek Tol JORR Pondok Pinang-TMII. Dua pimpinan PT MNB, Thamrin Tanjung dan Tjokorda Raka Sukawati dihukum masing-masing selama 2 tahun penjara. Tjokorda telah meninggal dunia.

Selanjutnya, kasus ini bergulir ke Mahkamah Agung (MA). Pada tahun 2016, Jaksa Agung Prasetyo mengeksekusi putusan MA Nomor 720 K/Pid/2001 karena tunggakan lunas lebih dari Rp 1,1 triliun yang disimpan di escrow account PT Jasa Marga. Uang tersebut lalu disetor ke kas negara sebagai penerimaan negara. Selain itu, PT Hutama Karya juga menjadi pengelola tol JORR S tersebut. [Celebesnews.id]

Penulis: Ralian

Comments are closed.

Check Also

Menpora Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Suporter Persija

JAKARTA, Kejadian tewasnya Suporter Persija Haringga Sirla, 23 tahun, terjadi di sekitar a…